Sosok Pemilik Rumah di Sentul yang Digeledah Polisi, Kakortas Beri Penjelasan
Noval Andriansyah July 09, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Teka-teki mengenai siapa sosok asli pemilik rumah mewah di kawasan elite Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang digeledah tim gabungan Polri masih diselimuti misteri.

Baca juga: Dikawal 2 Anggota TNI, Kejagung Tambah Pasukan Geledah Kantor BGN

Meski penyidik berhasil mengamankan barang bukti fantastis berupa emas batangan puluhan kilogram serta tumpukan uang tunai senilai Rp476 miliar dari dalam brankas rahasia, Korps Bhayangkara masih belum membuka identitas sang pemilik ke hadapan publik.

Penggeledahan maraton yang berlangsung sejak Rabu (8/7/2026) hingga Kamis (9/7/2026) dini hari tersebut dilakukan atas dasar pengembangan kasus megakorupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) lintas sektor.

Aset jumbo yang disita dari rumah di Parahyangan Golf 2 nomor 2 itu diduga kuat merupakan aliran dana haram dari pusaran perkara korupsi batu bara PLN, PT Asabri, hingga Krakatau Steel.

Spekulasi merebak di kalangan awak media, setelah beredar kabar adanya temuan foto keluarga yang terpajang di dinding ruang tamu, yang diduga mirip dengan wajah Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Namun, saat dikonfirmasi, otoritas tinggi kepolisian memilih untuk tidak memberikan jawaban lugas terkait rumor sensitif tersebut.

"Mengenai hal tersebut (temuan foto keluarga), saat ini semuanya masih didalami oleh tim penyidik. Mohon waktu," ucap Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortas Tipidkor) Polri, Irjen Totok Suharyanto, sembari berjalan keluar dari Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2026), dilansir Tribunnews.com.

Totok menjelaskan, tim gabungan terpaksa menjebol satu brankas besi berukuran besar yang terkunci rapat di dalam rumah mewah tersebut.

Begitu pintu brankas berhasil terbuka, penyidik mendapati tujuh koper besar yang berjejal penuh dengan 74 kilogram emas batangan murni mentereng, uang tunai senilai 4.767.300 USD, 14.083.800 SGD, serta pecahan rupiah senilai Rp100 juta, yang jika ditotal setara dengan Rp476 miliar.

Dua Klaster Laporan Jadi Landasan Penggerebekan 12 Lokasi Serentak

Operasi senyap berskala besar ini tidak hanya menyasar satu titik di Sentul. Otoritas kepolisian menerjunkan tim gabungan dari Kortas Tipidkor Polri dan jajaran Polda Metro Jaya untuk menggeledah total 12 lokasi strategis yang tersebar di wilayah Jakarta, Tangerang, hingga Bogor dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Victor D. Mackbon, membeberkan bahwa dasar penggeledahan massal ini berpijak pada dua laporan polisi yang berstatus sangat krusial.

Laporan pertama berkaitan erat dengan dugaan korupsi dan pencucian uang oleh oknum pegawai negeri atau penyelenggara negara dalam proses penanganan perkara PT Asabri (Persero) dan Asuransi Jiwa Jiwasraya sepanjang periode tahun 2020 hingga 2025.

"Sedangkan laporan klaster kedua berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU dalam proses penyelesaian utang atau kewajiban keuangan dari PT CBS kepada PT KNI, yang juga diduga melibatkan oknum pegawai negeri sipil atau penyelenggara negara pada kurun waktu yang sama," urai Kombes Victor secara terperinci.

Berdasarkan cetak biru penyidikan, 12 lokasi yang diobrak-abrik polisi meliputi kantor PT CBS di Cengkareng Timur dan Penjaringan, kantor PT KNI di Petojo, serta grup DMG/CP di Kuningan.

Selain itu, rumah-rumah mewah milik sejumlah saksi kunci berinisial MN di Serpong Utara, TK di Mega Kuningan, DR di Gandaria Selatan, hingga unit apartemen mewah milik saudari MILDK di Pacific Place Jakarta juga tak luput dari saringan penggeledahan.

Lemari Rahasia Kafe Cipete Berisi Rp67,2 Miliar, 3 Pegawai Diamankan

Efek domino dari operasi berskala nasional ini juga berhasil membongkar tempat persembunyian uang tunai lainnya di Jakarta Selatan.

Saat menggeledah kafe de'Clan Signature dan gerai Koin Money Changer di kawasan Cipete, Cilandak, polisi dikejutkan dengan desain interior lemari pajangan yang dirancang khusus sebagai pintu rahasia.

Begitu lemari pajangan tersebut didorong, tim menemukan brankas besi tersembunyi yang menyimpan uang tunai sebesar Rp67,2 miliar dalam bentuk mata uang asing dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura.

Demi kepentingan penyidikan yang berjalan simultan, polisi menyita dokumen keuangan transaksi valas tersebut serta mengamankan tiga orang pegawai kafe untuk dimintai keterangannya di markas polda.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.