Penampakan 74 Kg Emas dan Uang dalam 7 Koper Disita Polisi dari Rumah di Sentul, Total Rp476 Miliar
Rusaidah July 09, 2026 06:24 PM

 

BANGKAPOS.COM – Polisi menyita 74 kilogram emas batangan dari sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat saat penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi yang menyebabkan blackout di Sumatera, Rabu (8/7/2026). 

Emas batangan seberat 74 kilogram itu ditemukan dalam brankas yang disimpan dalam tujuh buah koper serta uang Rupiah serta dollar Singapura dan Amerika Serikat (AS).

Temuan dalam brankas, yakni yang pertama 74 kilogram emas batangan, kemudian 4.767.300 dolar AS, kemudian 14.083.800 dolar Singapura, kemudian Rp100 juta.

Jika ditotal dan dikonversi ke dalam Rupiah, barang bukti uang tersebut bernilai Rp476 miliar.

Emas tersebut kemudian dimasukkan ke dalam beberapa koper kecil untuk dibawa ke Markas Polda Metro Jaya sebagai barang bukti. 

Baca juga: Profil dan Harta Kekayaan Febrie Adriansyah Jampidsus yang Rumahnya Dijaga Ketat Aparat TNI

Pada salah satu koper berwarna hijau, terlihat secarik kertas bertuliskan "Koper 2: 25 batang emas 1 kg".

Koper itu diangkut di bahu oleh seorang penyidik menuju Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.

Selain emas, penyidik juga membawa koper-koper lain yang berisi uang tunai miliaran rupiah dalam pecahan dollar Amerika Serikat dan dollar Singapura.

Dalam video yang beredar di media sosial, rumah yang digeledah tampak memajang foto keluarga yang diduga berkaitan dengan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Namun, Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto belum bersedia mengungkap pemilik rumah tersebut. 

"Terkait foto tersebut masih kami dalami ya, mohon waktu," kata Totok saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (9/7/2026). 

Pengangkutan barang bukti berlangsung dengan pengamanan ketat. 

Semua pintu masuk Polda Metro Jaya dijaga personel polisi bersenjata, sedangkan kendaraan taktis (rantis) disiagakan di sekitar lokasi.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, sebuah mobil berpelat dinas Denma TNI sempat terparkir di depan kawasan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. 

Selain itu, sebuah mobil berpelat TNI berwarna hijau juga terlihat berkeliling kawasan Polda Metro Jaya sebanyak tiga kali.

Penggeledahan Terkait Kasus Korupsi 

Sebelumnya, penyidik juga menyita uang senilai Rp 60 miliar dalam pecahan dollar Amerika Serikat, dollar Singapura, dan rupiah dari sebuah restoran di Cipete, Jakarta Selatan. 

KASUS KORUPSI - Polisi menyita sejumlah uang dollar Amerika Serikat dan Singapura di dalam brankas saat menggeledah restoran Perancis di Cipete, Jakarta Selatan. (Dokumentasi Polisi)
KASUS KORUPSI - Polisi menyita sejumlah uang dollar Amerika Serikat dan Singapura di dalam brankas saat menggeledah restoran Perancis di Cipete, Jakarta Selatan. (Dokumentasi Polisi) (Dok istimewa/Dokumentasi Polisi)

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon mengatakan, penggeledahan tersebut bertujuan mencari barang bukti terkait dugaan tindak pidana korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), dan suap.

"Penggeledahan ini dilakukan terkait penyidikan dua laporan polisi, tentang dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang serta dugaan tindak pidana suap," kata Victor saat ditemui di lokasi, Rabu (8/7/2026).

Victor menjelaskan, dua laporan polisi tersebut berkaitan dengan penanganan hukum PT Asabri dan PT Asuransi Jiwasraya dalam kurun waktu 2020 hingga 2025. 

Selain itu, penyidikan juga mencakup dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU dalam penyelesaian pembayaran uang PT CBS kepada PT KNI yang diduga melibatkan penyelenggara negara pada periode yang sama.

Koper Berisi Emas dan Uang Hasil Penggeledahan Rumah

Koper berbagai ukuran berisi barang bukti kasus dugaan korupsi yang menyebabkan blackout di Sumatera tiba di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/7/2026) pagi.

Koper-koper tersebut diangkut menggunakan kendaraan taktis (rantis) Brimob yang memasuki Mapolda Metro Jaya melalui pintu utama. 

Rombongan kemudian menuju Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.

Sesampainya di depan gedung, petugas menghentikan kendaraan lalu membuka pintu belakang rantis.

Baca juga: Polri Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete, Dugaan Korupsi PLN Batu Bara, Asabri, Krakatau Steel

Satu per satu koper kemudian diturunkan dan dipindahkan ke dalam gedung Ditreskrimsus.

Koper yang dibawa terdiri dari koper putih dan hitam berukuran besar, koper cokelat berukuran kecil, dua koper hitam kecil, satu tas biru, serta satu koper hijau kecil.

Koper hijau menjadi perhatian karena diangkut penyidik dengan diletakkan di bahunya. 

Di salah satu sisi koper itu tampak selembar kertas bertuliskan, "Koper 2: 25 batang emas 1 Kg." 

Barang bukti tersebut diketahui berasal dari salah satu lokasi penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi yang menyebabkan blackout di Sumatera. 

Lokasi penggeledahan berada di sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Dari lokasi itu, polisi menyita 74 kilogram emas serta uang tunai dalam pecahan dollar Amerika Serikat dan dollar Singapura yang nilainya diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. 

"Iya betul, ditemukan emas dan uang. Perkiraan ratusan miliar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (8/7/2026). 

Pengantaran barang bukti dilakukan dengan pengamanan ketat. 

Semua pintu masuk Mapolda Metro Jaya dijaga personel bersenjata, sedangkan sejumlah kendaraan taktis disiagakan di sekitar lokasi.

Satu mobil berpelat dinas Denma TNI sempat terparkir di depan Gedung Ditreskrimsus melansir Kompas.com.

Selain itu, satu mobil berpelat TNI berwarna hijau juga terlihat memutari kawasan Polda Metro Jaya sebanyak tiga kali. 

Sebelumnya, penyidik juga telah menyita uang senilai Rp 60 miliar dalam pecahan dollar Amerika Serikat, dollar Singapura, dan rupiah dari sebuah restoran di Cipete, Jakarta Selatan.

Ahli Duplikat Kunci Dilibatkan: Brankasnya Merek Bagus

Ahli duplikat kunci bernama Roy dilibatkan dalam penggeledahan rumah mewah di Perumahan Bukit Golf Hijau, Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor pada Rabu (8/7/2026) malam.

Penggeledahan ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi, suap, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam pengadaan batu bara PT PLN (Persero) yang memicu blackout di Sumatra, perkara penanganan hukum PT Asabri (Persero) periode 2020-2025, hingga penyelesaian utang PT CBS kepada PT Krakatau National Resources (KNI), anak usaha PT Krakatau Steel yang diduga melibatkan penyelenggara negara.

Baca juga: Polisi Sita Tumpukan Uang Dollar dalam Brankas yang Tertanam di Dinding Restoran di Cipete Jaksel

Langkah tersebut, dilakukan dengan skema joint investigation oleh tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya bersama Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Bareskrim Polri.

Dalam rumah mewah yang terletak di Cluster Mediterania I Bukit Gof Hijau ini, ditemukan brankas di lantai dua dengan isi yang bernilai fantastis.

PENGGELEDAHAN DI SENTUL - (kiri) Ahli duplikat kunci sedang membuka paksa brankas dalam rumah mewah di kawasan Sentul, Kecamatan Babakanmadang untuk membantu tugas kepolisian, Rabu (8/7/2026). (kanan dan tengah) Polri kembali menemukan brangkas tersembunyi saat menggeledah sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat soal kasus dugaan korupsi dan TPPU dalam perkara PLN Batu Bara hingga Asabri pada Rabu (8/7/2026).
PENGGELEDAHAN DI SENTUL - (kiri) Ahli duplikat kunci sedang membuka paksa brankas dalam rumah mewah di kawasan Sentul, Kecamatan Babakanmadang untuk membantu tugas kepolisian, Rabu (8/7/2026). (kanan dan tengah) Polri kembali menemukan brangkas tersembunyi saat menggeledah sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat soal kasus dugaan korupsi dan TPPU dalam perkara PLN Batu Bara hingga Asabri pada Rabu (8/7/2026). (Humas Polri)

Brankas tersembunyi di balik dinding yang dilapisi panel kayu atau pintu rahasia.

Di dalam brankas, ditemukan tujuh buah koper dengan isi emas batangan seberat 74 kilogram, serta uang Rupiah serta dollar Singapura dan Amerika Serikat (AS).

Kepala Kortas Tipidkor Mabes Polri, Irjen Pol Totok Suharyanto menyebut, jika ditotal dan dikonversi ke dalam Rupiah, barang bukti uang tersebut bernilai Rp476 miliar.

"Yang pertama 74 kilogram emas batangan, kemudian 4.767.300 dolar AS, kemudian 14.083.800 dolar Singapura, kemudian Rp100 juta," ungkap Totok, seusai penggeledahan, Kamis dini hari.

Dari foto yang diterima awak media, ada dustbag dengan logo fashion mewah Hermes dan Louis Vuitton berisi tumpukan uang.

Sementara, sebagian tumpukan uang tampak terbungkus amplop kertas.

Penyidik juga mengamankan dokumen, handphone, dan foto keluarga yang diduga sebagai pemilik rumah mewah ini guna kepentingan penyidikan dan pengembangan.

Brankas di Rumah Mewah Bukan Biasa 

Terungkapnya isian dalam brankas di rumah mewah di kawasan Sentul City ini tak lepas dari jasa pria bernama Roy, seorang ahli duplikat kunci di Ciawi, Kabupaten Bogor.

Roy yang membantu membuka kunci mengungkap, tempat penyimpanan khusus terbuat dari besi, baja, atau logam tebal yang dibongkarnya itu bukanlah brankas dengan merek biasa.

Menurutnya, brankas tersebut merupakan produk premium dengan harga mencapai puluhan juta rupiah.

"Brankasnya khusus itu, merek bagus. Perkiraan [harganya] sekitar Rp20 jutaan lebih," ungkap Roy seusai penggeledahan, Kamis (9/7/2026) dini hari, dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Terungkap Peran Junanto Kurniawan Kepala Bea Cukai Pangkalpinang Tersangka Korupsi Ekspor Ilegal

Baca juga: Sosok Junanto Kurniawan Kepala Bea Cukai Pangkalpinang Tersangka Ekspor Ilegal Mineral Tanah Jarang

Roy lantas menjelaskan bodi dari brankas memiliki dua lapis pelat baja, bukan besi, dan dilengkapi sistem pengaman berupa kombinasi angka serta kunci manual. 

"Istimewa itu brankasnya, bajanya ada dua lapis, bukan besi. Brankas mahal," tutur Roy.

Selanjutnya, Roy mengungkap bahwa letak brankas ini tidak seperti brankas pada umumnya.

Sebab, brankas tersebut dibangun menyatu dengan tembok dan berada di balik lemari di salah satu kamar lantai dua rumah.

"Dalem tembok itu. Jadi, itu pintu brankas dalemnya ruangan bukan brankas umumnya tapi ruangan mirip gudang, posisinya di belakang lemari," papar Roy.

Awal Mula Ditelepon Polisi Bongkar Brankas

Roy juga menceritakan awal mula dirinya diminta untuk membantu membongkar brankas di rumah mewah berlantai dua di kawasan Sentul City, Kabupaten Bogor tersebut.

Dikutip dari TribunnewsBogor.com, ia diperbantukan oleh aparat penegak hukum untuk membuka paksa brankas yang terkunci rapat tersebut.

Roy mengaku, dihubungi oleh pihak kepolisian sekitar pukul 21.30 WIB, saat sedang beristirahat di rumah.

"Saya lagi di rumah tadi lagi rebahan, sama Polres Bogor dipanggil ditelpon suruh datang ke sini, katanya suruh bantu ada kerjaan bongkar brankas," papar Roy, Kamis dini hari.

Setelah mendapat panggilan, ia langsung bergegas bersama rekannya untuk mengambil pekerjaan tersebut.

Tak butuh waktu lama, brankas yang berisi harta karun tersebut berhasil dibobol dan isi di dalamnya terungkap.

Roy bilang, brankas tersebut memiliki sistem keamanan yang baik, tetapi berkat keahliannya, brankas tersebut berhasil dibuka secara paksa dengan alat gerinda.

"Gerak cepet aja langsung digerinda langsung dibuka. Tadi kurang lebih 15 menitan," katanya.

(Kompas.com/Hanifah Salsabila/Tri Susanto Setiawan) (Tribunnews.com/Rizki A.) (TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani) (Bangkapos.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.