TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan destinasi wisata alam.
Selain Waduk Cengklik, ada satu lagi lokasi yang cocok untuk wisata santai dan hemat biaya, yaitu Waduk Bade di Desa Bade, Kecamatan Klego.
Dengan jarak sekitar 29–30 kilometer dari pusat Kota Boyolali, waduk ini bisa ditempuh sekitar satu jam perjalanan dan menjadi pilihan menarik untuk “healing” di akhir bulan atau tanggal tua.
Waduk Bade merupakan salah satu waduk yang sudah ada sejak sebelum kemerdekaan Indonesia.
Selain berfungsi sebagai sarana irigasi pertanian, waduk ini kini juga berkembang menjadi destinasi wisata alam yang populer di Boyolali.
Dengan luas genangan sekitar puluhan hektare, Waduk Bade menyajikan pemandangan air yang luas, dikelilingi pepohonan rindang yang membuat suasana terasa sejuk dan tenang.
Area ini sangat cocok untuk duduk santai, melepas penat, atau sekadar menikmati angin sore.
Salah satu daya tarik utama Waduk Bade adalah panorama alamnya.
Saat cuaca cerah, pengunjung dapat menikmati pemandangan Gunung Merapi, Merbabu, hingga Telomoyo yang tampak jelas dari kejauhan.
Momen paling favorit biasanya terjadi saat sore hari, ketika matahari terbenam menghadirkan suasana sunset yang hangat dan fotogenik. Tidak heran banyak pengunjung datang hanya untuk menikmati suasana ini.
Surga Pemancing dan Wisata Kuliner Ikan
Waduk Bade juga dikenal sebagai spot favorit para pemancing.
Banyak pengunjung datang untuk menghabiskan waktu sambil memancing ikan air tawar di sekitar waduk.
Tak hanya itu, di sekitar area wisata tersedia berbagai warung makan yang menyajikan menu ikan segar seperti ikan bakar, goreng, hingga pepes.
Harga yang terjangkau membuat tempat ini semakin cocok untuk wisata keluarga hemat.
Selain memancing dan kuliner, pengunjung juga bisa bersantai di area tepi waduk atau mencoba naik perahu yang tersedia dengan standar keselamatan yang cukup baik.
Di beberapa area juga terdapat ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk berkemah, sehingga Waduk Bade sering menjadi pilihan wisata alam sederhana bagi keluarga maupun rombongan.
Meski sederhana, kawasan Waduk Bade sudah dilengkapi fasilitas umum seperti mushala dan toilet.
Pada akhir pekan, suasana biasanya cukup ramai karena banyak wisatawan lokal datang untuk berlibur.
Menariknya, hingga saat ini Waduk Bade masih belum memberlakukan tiket masuk, sehingga pengunjung bisa menikmati keindahan alam tanpa biaya alias gratis, hanya membayar parkir atau konsumsi jika membeli makanan.
Keberadaan Waduk Bade juga memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar.
Banyak pedagang lokal yang menggantungkan penghasilan dari wisatawan, mulai dari makanan ringan hingga kuliner ikan.
Salah satu pengunjung bahkan menyebut Waduk Bade sebagai tempat yang “adem, murah, dan cocok untuk keluarga”, menjadikannya destinasi favorit untuk wisata santai tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya.
(*)