Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan – Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Kamis (9/7/2026) sore. Letusan terjadi saat status aktivitas gunung api masih berada pada Level III (Siaga).
Baca juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Picu Kenaikan Harga Ikan di Lampung Selatan
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno meminta masyarakat tetap waspada dan mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Rioboniek Situmorang, erupsi terjadi pada Kamis (9/7/2026) pukul 16.46 WIB.
Dalam laporan tersebut, tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 557 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati bergerak ke arah utara dan barat laut. Selain itu, aktivitas erupsi juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 53 milimeter dan durasi 34 detik.
Masyarakat, nelayan, maupun wisatawan diimbau tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau sesuai radius yang telah direkomendasikan PVMBG serta terus memantau informasi resmi terkait perkembangan aktivitas vulkanik GAK.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )