BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Selain ke rumah-rumah penduduk, Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan Badan Pusat Stastistik (BPS) juga menyasar pasar yang ada di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Seperti pada Kamis (9/7/2026), petugas mendata pedagang di Pasar Bauntung Banjarbaru.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel, Mukhamad Mukhanif, mengatakan hingga saat ini, progres pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kalsel sudah mencapai 36 persen.
“Jadi targetnya hari ini kan 32,5persen dan progresnya sekarang sudah mencapai 36 persen, jadi artinya sedikit di atas progres, tapi antar kabupatennya beda-beda,” katanya di Banjarbaru, Kamis (9/7/2026).
Hanif mengungkapkan tantangan yang dihadapi petugas sensus kali ini adalah presepsi masyarakat terhadap pendataan ekonomi yang dianggap berkaitan dengan pajak.
Baca juga: Petugas Sensus Ekonomi Juga Sasar Pasar, Data Satu Persatu Pedagang di Pasar Bauntung Banjarbaru
Petugas di lapangan menurutnya harus menjelaskan kepada masyarakat atau pelaku usaha terkait pendataan ini.
“Tadi kita sampaikan juga bahwa ini nggak ada kaitannya dengan pajak, nggak usah takut-takut gitu. Itu yang sering menjadi kendala kan seperti itu,” katanya.
Masih lanjut Hanif, kesulitan petugas sensus biasanya ditemukan pada tempat usaha kecil yang membutuhkan upaya penjelasan lebih intens, serta di perumahan elit di mana warga sering khawatir mengenai kerahasiaan data pribadi.
Ia juga mengaskan bahwa pada pendataan Sensus Ekonomi ini, petugas menjamin bahwa data individu bersifat rahasia dan tidak akan diekspos.
Baca juga: Sebanyak 3.899 Petugas Diturunkan , Sensus Ekonomi di Kalsel Sasar1.800 Usaha
“Memang petugas menanyakan NIK, Nomor Induk Kependudukan, tapi kalau tidak bersedia memberikan KTP nggak masalah dan memang tidak ada prosedur itu. Cukup mengonfirmasi NIK sekian itu saja, sudah cukup,” ujarnya.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi ini menurutnya akan berlangsung hingga tanggal 31 Agustus 2026 mendatang. Sehingga ia berharap setiap harinya selalu ada progres peningkatan jumlah warga yang didata. (Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)