TRIBUNNEWS.COM - Minum air seduhan jahe setiap pagi rupanya memiliki manfaat tersendiri bagi kesehatan.
Air seduhan jahe atau teh jahe dibuat dengan merendam jahe kering atau segar dalam air panas selama beberapa menit.
Proses tersebut, membiarkan minyak jahe meresap ke dalam air sebelum diminum.
Teh jahe memiliki rasa hangat dan sedikit pedas.
Tribunners bisa membuatnya sendiri dengan memarut atau mengiris jahe segar ke dalam cangkir, atau membelinya dalam bentuk kering, potongan lepas, atau dalam kantong teh.
Mengutip laman Good Food, Teh jahe memiliki sejarah panjang dalam ikut serta menjaga kesehatan, yakni berawal dari Tiongkok sekitar 5.000 tahun yang lalu.
Teh jahe, secara tradisional digunakan sebagai tonik kesehatan.
Jahe diperkenalkan ke Eropa jauh setelahnya, awalnya sebagai bumbu dapur, hingga akhirnya masuk dalam racikan herbal.
Lantas berikut 10 manfaat mengonsumsi air seduhan jahe untuk kesehatan:
Baca juga: Cek Kesehatan Gratis Ungkap Banyak Warga Alami Kolesterol Tinggi, Dokter: Orang Kurus Juga Berisiko
Jahe mengandung fitonutrien utama yang dikenal sebagai gingerol, dan penelitian telah menunjukkan bahwa ini dapat memiliki efek antimikroba dan anti-inflamasi yang, ketika diminum sebagai teh, dapat membantu mendukung mikrobioma yang sehat.
Sebuah studi tahun 2017 menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi jahe setiap hari memiliki risiko hipertensi yang lebih rendah.
Meskipun studi tersebut tidak secara khusus meneliti teh jahe, mengonsumsi teh jahe mungkin bermanfaat jika Anda memiliki.
Beberapa senyawa kimia dalam jahe segar membantu tubuh mencegah pertumbuhan bakteri seperti E.coli dan shigella atau mencegah virus seperti RSV.
Khasiat antibakteri jahe membantu Anda selalu memiliki napas segar. Senyawa aktif dalam jahe, seperti gingerol, mencegah pertumbuhan bakteri di mulut.
Bakteri inilah yang menyebabkan penyakit periodontal dan infeksi gusi serius.
Jahe membantu meredakan sakit perut, terutama selama kehamilan. Jahe dapat bekerja dengan memecah dan menghilangkan penumpukan gas di usus.
Jahe juga mengurangi gejala mabuk perjalanan atau mual akibat kemoterapi.
Jahe memiliki efek mengurangi nyeri otot secara lokal dan seiring waktu.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami nyeri otot akibat olahraga dan minum air jahe akan merasakan nyeri yang lebih ringan keesokan harinya dibandingkan mereka yang tidak.
Jahe mengandung sifat antiinflamasi dan anti-bengkak yang membantu mengatasi gejala artritis reumatoid dan osteoartritis.
Untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak, pasien dapat minum air jahe atau menggunakan kompres atau plester jahe pada kulit, mengutip laman resmi Vinmec International Hospital.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa molekul bioaktif dalam jahe dapat memperlambat pertumbuhan kanker tertentu seperti kanker kolorektal, perut, ovarium, hati, kulit, payudara, dan prostat.
Sebuah penelitian terkini menemukan bahwa jahe dapat membantu tubuh menggunakan insulin dengan lebih baik, sehingga meningkatkan kadar gula darah.
Mengonsumsi jahe setiap hari dapat membantu Anda melawan kadar kolesterol jahat.
Jahe mengandung antioksidan, senyawa yang mencegah stres. Senyawa ini membantu tubuh melawan penyakit kronis seperti hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit paru-paru.
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)