TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kondisi kesehatan Lesti Kejora usai melahirkan anak ketiganya menjadi perhatian publik.
Hal itu bermula setelah dokter mengungkapkan bahwa dinding rahim penyanyi tersebut mengalami penipisan akibat jarak kehamilan yang relatif dekat, sehingga disarankan untuk tidak menambah momongan demi mengurangi risiko pada kehamilan berikutnya.
Menanggapi berbagai kekhawatiran yang muncul, Rizky Billar akhirnya memberikan penjelasan mengenai kondisi sang istri.
Menurutnya, saran dokter lebih berfokus pada aspek keselamatan dan pencegahan risiko medis di masa mendatang, bukan karena Lesti dinilai tidak kuat secara fisik.
"Bukan ke kasihan pada kondisi fisik ibunya, lebih kepada keselamatan. Kalau untuk kasihan kepada ibunya, saya rasa saya lebih tahu kondisi fisiknya. Dan so far kita yang lebih mengetahui kesiapannya," ujar Rizky Billar.
Billar juga menilai banyak orang memiliki standar penilaian yang berbeda mengenai kondisi fisik seseorang.
• Resmi Berlaku, Vietnam Ubah Kebijakan Bebas Visa bagi WNI, Berlaku 15 Juli 2026
Ia menegaskan bahwa dirinya dan Lesti lebih memahami kemampuan serta kondisi kesehatan yang sebenarnya dibandingkan penilaian dari luar.
Menurut Billar, Lesti justru dikenal sebagai sosok yang aktif. Bahkan setelah menjalani berbagai aktivitas sebagai ibu sekaligus pekerja seni, sang istri masih kerap ingin kembali bekerja dan mengikuti proses syuting karena merasa bosan jika terlalu lama berada di rumah.
"Jadi tidak serta-merta standarnya orang lain itu sama dengan standarnya kita. Jadi saya rasa untuk kuat atau enggaknya istri saya, itu kita yang lebih mengetahui ketimbang orang lain," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Billar juga mengungkapkan bahwa kehamilan anak ketiga sebenarnya terjadi di luar perencanaan keluarga mereka.
Ia mengatakan, sebelum kehamilan tersebut terjadi, dirinya dan Lesti bahkan telah sepakat untuk menunda kehamilan dan sempat mempertimbangkan memiliki dua anak saja.
Sebagai bentuk ikhtiar, pasangan ini mengaku telah menggunakan alat kontrasepsi Intrauterine Device (IUD) untuk mencegah kehamilan dengan jarak yang terlalu berdekatan.
"Kita pun sudah pasang IUD sebenarnya sebagai bentuk pencegahan supaya tidak dekat jeda kelahiran antara anak kedua dan ketiga. Bahkan sebetulnya kita pun sudah mempersiapkan untuk cukup anak dua aja," jelas Billar.
Meski demikian, kehamilan tetap terjadi. Billar menyebut peristiwa tersebut sebagai bagian dari kehendak Tuhan yang berada di luar rencana manusia.
• Nongkrong Asik! Waterfront Pontianak Jadi Pilihan Warga Menghabiskan Waktu Sore
"Kita sudah melakukan pencegahan dalam bentuk KB, tapi pada dasarnya ya namanya qadarullah Allah menitipkan, toh kebobolan juga," ungkapnya.
Billar mengaku dirinya dan Lesti sempat merasa terkejut sekaligus khawatir ketika mengetahui kehamilan ketiga tersebut, mengingat adanya risiko medis yang disampaikan dokter.
Namun setelah menjalani pemeriksaan dan konsultasi secara rutin, dokter memastikan bahwa kehamilan tetap dapat dijalani dengan aman selama seluruh anjuran medis dipatuhi.
Usai proses persalinan, dokter kembali memberikan rekomendasi agar pasangan tersebut mempertimbangkan untuk tidak merencanakan kehamilan lagi demi menjaga kesehatan dan keselamatan Lesti pada masa mendatang.
"Tapi kembali lagi kemarin pasca-kelahiran, dokter kembali mengingatkan untuk nanti sebaiknya cukup ya sampai di sini," ungkap Billar.
Ia pun menegaskan bahwa dirinya memilih mengikuti arahan tenaga medis sebagai langkah antisipasi agar risiko kesehatan tidak terjadi di kemudian hari.
"Ya enggak mau menyalahi aja, mau waspada aja buat apa ke depannya," pungkasnya.
Pernyataan Rizky Billar tersebut sekaligus menegaskan bahwa keputusan terkait rencana memiliki anak ke depan akan mempertimbangkan kondisi kesehatan Lesti Kejora serta rekomendasi dokter.
Pasangan ini memilih mengutamakan keselamatan dan mengikuti saran medis demi menjaga kesehatan ibu dalam jangka panjang.
(*)