Dispuspa Magelang Siapkan 3 Inovasi, dari Perpustakaan Digital hingga Arsip Tahan Bencana
Joko Widiyarso July 09, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispuspa) Kabupaten Magelang menyiapkan tiga inovasi strategis untuk memperkuat budaya literasi, memperluas layanan perpustakaan berbasis digital, sekaligus melindungi arsip penting di kawasan rawan bencana.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan yang tengah disusun dalam Rancangan Inovasi Daerah.

Rancangan inovasi itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Rancangan Inovasi Daerah Dispuspa Kabupaten Magelang yang digelar di Kantor Dispuspa.

Forum tersebut melibatkan DPRD Kabupaten Magelang, organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, komunitas literasi, Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM), hingga perwakilan kecamatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dispuspa Kabupaten Magelang, Arif Budi Prasetyo, mengatakan penyusunan inovasi merupakan tindak lanjut arahan Bupati Magelang agar setiap perangkat daerah mampu menghadirkan program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, perpustakaan dan kearsipan harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tetap relevan sebagai pusat informasi, edukasi, dan pelayanan publik.

"Kami berharap berbagai masukan dari DPRD, akademisi, dan seluruh peserta dapat menjadi bahan penyempurnaan inovasi yang sedang kami susun. Harapannya ada terobosan baru yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," ujar Arif.

Tiga Inovasi Utama Disiapkan

Kepala Dispuspa Kabupaten Magelang, Azis Amin Mujahidin, menjelaskan sedikitnya terdapat tiga program prioritas yang akan menjadi fokus pengembangan.

Program pertama adalah meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat ke perpustakaan, baik melalui layanan konvensional maupun perpustakaan digital.

"Yang pertama adalah bagaimana meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat, baik yang datang langsung ke perpustakaan maupun yang mengakses layanan digital," katanya.

Program kedua ialah pembangunan titik baca digital di setiap kecamatan. Melalui pengembangan situs perpustakaan yang terintegrasi dengan sistem kependudukan, masyarakat nantinya dapat mengakses koleksi digital secara lebih mudah tanpa harus datang ke perpustakaan.

"Kami ingin menghadirkan pojok baca digital di setiap kecamatan sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh akses terhadap bahan bacaan," jelas Azis.

Sementara inovasi ketiga difokuskan pada digitalisasi arsip, khususnya dokumen-dokumen penting di wilayah rawan bencana seperti Kecamatan Srumbung, Dukun, Sawangan, dan kawasan lereng Merapi lainnya.

Menurut Azis, langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi risiko agar arsip pemerintah maupun masyarakat tetap aman apabila terjadi bencana alam.

Selain memperkuat layanan digital, Dispuspa juga mulai mengembangkan konsep Warung Literasi, yakni menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang lebih terbuka bagi masyarakat.

Ke depan, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga difungsikan sebagai lokasi diskusi, seminar, pelatihan, hingga ruang berkumpul bagi komunitas literasi dan pelaku ekonomi kreatif.

"Kami ingin perpustakaan menjadi ruang bersama yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan positif, bukan hanya tempat membaca buku," ujar Azis.

Dalam forum tersebut, DPRD Kabupaten Magelang turut memberikan sejumlah masukan. Anggota Komisi IV DPRD, Dalami Nur Shidig, menilai inovasi yang dikembangkan Dispuspa harus berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Magelang melalui penguatan pendidikan dan literasi masyarakat.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD lainnya, Ma'ruf, menyoroti masih rendahnya minat baca masyarakat yang diperkirakan baru berada di kisaran lima persen. Ia juga menilai layanan perpustakaan digital serta digitalisasi arsip masih perlu diperkuat.

Ma'ruf mendorong penambahan armada perpustakaan keliling yang saat ini baru berjumlah empat unit agar jangkauan pelayanan hingga desa-desa dapat semakin luas.

"Silakan ajukan penambahan anggaran untuk perpustakaan keliling dan pastikan jadwal layanannya berjalan rutin sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Dispuspa Kabupaten Magelang berharap mampu menghadirkan layanan perpustakaan dan kearsipan yang lebih modern, inklusif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Di saat yang sama, transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan budaya literasi masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan arsip penting sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana di Kabupaten Magelang.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.