TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta berupaya menggenjot pemahaman masyarakat terkait instrumen ekonomi umat.
Salah satu yang kini tengah menjadi fokus utama adalah optimalisasi potensi wakaf uang sebagai modal pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Langkah strategis ini dipertegas dalam agenda Sosialisasi Wakaf Uang sekaligus Pelantikan Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Yogyakarta Periode 2026-2029 yang digelar di Aula 1 Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Kamis (9/7/26).
Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Mustafid, mengungkapkan bahwa wakaf memiliki peran yang sangat strategis dalam menyokong pembangunan sosial serta mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, fleksibilitas dalam pengelolaan wakaf uang menjadikannya sumber manfaat yang tak terputus, asalkan dikelola lewat tangan-tangan profesional, transparan, dan amanah.
"Wakaf uang memiliki potensi besar dalam mendukung berbagai program kemaslahatan umat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi semua pihak agar pengelolaannya semakin optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Momen ini juga menandai babak baru bagi tata kelola wakaf di Kota Pelajar, di mana Muhammad Yazid Afandi, resmi dilantik sebagai Ketua Perwakilan BWI Kota Yogyakarta Periode 2026-2029 bersama jajaran pengurus lainnya.
Hadirnya kepengurusan anyar ini diharapkan mampu memperkuat peran BWI dalam membina sekaligus mengawasi para nazhir atau pengelola wakaf di lapangan.
Ketua Divisi Pembinaan dan Pengawasan Nazhir BWI, Dede Haris Soemarno, menegaskan, penguatan kelembagaan BWI di level daerah adalah kunci utama untuk mengupgrade kualitas tata kelola wakaf.
Ia menyebut, potensi wakaf yang raksasa tidak akan tumbuh optimal tanpa adanya jembatan kolaborasi yang kokoh antara BWI, pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat luas.
Agenda pun dihadiri oleh lintas sektoral keagamaan dan pemerintahan di Kota Yogyakarta, mulai dari jajaran BAZNAS, MUI, DMI, IPHI, PCNU, PDM, hingga para Kepala KUA dan Kepala Madrasah se-Kota Yogyakarta.
Melalui sinergi segar ini, Kemenag bersama BWI Kota Yogyakarta berkomitmen tancap gas mengampanyekan gerakan wakaf yang produktif, terpercaya, demi kemaslahatan warga Kota Pelajar. (aka)