TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Berawal dari kegemarannya berlibur sambil menikmati aneka kuliner, Fardi akhirnya mewujudkan impiannya dengan membuka rumah makan sendiri bernama Ayam Kampung Goreng & Sop Daging Pak Fardi.
Selama berburu kuliner, dia merasakan sulit menemukan cita rasa masakan yang cocok dengan selera dan lidahnya sehingga membuat rumah makan yang sesuai seleranya.
Rumah makan ini berlokasi di kawasan Kampus TVRI, tepat di sebelah Soto Kampus Palembang, dan mulai beroperasi sejak Februari 2026 atau sekitar lima bulan lalu.
Fardi mengatakan konsep rumah makannya sengaja dibuat sederhana dengan mengandalkan menu khas berbahan dasar ayam kampung dengan menu lainnya sop daging sapi.
Menu andalan yang ditawarkan adalah ayam kampung goreng, sop ayam kampung, dan sop daging sapi.
Ayam kampung yang digunakan memiliki bobot sekitar 0,9 hingga 1 kilogram, kemudian dipotong menjadi empat bagian.
Ayam kampung yang dipilih juga harus selalu sama ukurannya untuk menjaga kualitas. Sebab, jika ukuran ayam terlalu besar maka akan keras dan jika terlalu kecil juga akan membuat konsumen kurang puas.
Setiap potong ayam kampung, baik bagian paha maupun dada, dijual seharga Rp33 ribu. Sementara sop ayam kampung dibanderol Rp35 ribu per porsi dan sop daging sapi Rp38 ribu per porsi.
Menurut Fardi, ayam kampung diolah dengan cara diungkep selama kurang lebih satu jam, bukan menggunakan presto.
Cara ini dipilih agar tekstur daging tetap empuk, namun cita rasa gurih alami dan juicy khas ayam kampung tetap terjaga.
"Kalau dipresto memang lebih lunak, tetapi rasa gurihnya bisa berkurang. Kami ingin pelanggan tetap merasakan cita rasa asli ayam kampung yang gurih, empuk, dan mudah dinikmati," ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Untuk menu sop daging, Fardi memilih menggunakan bagian sengkel atau kaki sapi karena memiliki tekstur yang lembut dan dinilai lebih sehat karena ada kolagennya. Sehingga identitas kuliner ini identik dengan kuliner sehat.
Selain menu utama, rumah makan ini juga menyediakan berbagai menu pelengkap, seperti ampela dan hati goreng seharga Rp5 ribu, tahu atau tempe goreng Rp5 ribu, kol goreng Rp5 ribu, terong goreng Rp5 ribu, petai goreng Rp10 ribu, kerupuk Rp5 ribu, serta tambahan sambal Rp5 ribu.
Pengunjung juga dapat memilih nasi putih seharga Rp5 ribu atau nasi uduk Rp7 ribu per porsi.
"Nasi uduk yang disajikan memiliki cita rasa gurih sehingga tetap nikmat disantap meski tanpa lauk," tambahnya.
Untuk minuman tersedia teh manis panas maupun es seharga Rp6 ribu, teh tawar panas maupun es Rp4 ribu, jeruk panas maupun es Rp7 ribu, es kosong Rp2 ribu, air hangat Rp2 ribu, serta air mineral Rp5 ribu.
"Menunya memang simpel dan tidak banyak karena tujuannya memang untuk bersantap saja," tambah Fardi.
Fardi menambahkan, rumah makannya menyediakan dua jenis sambal, yaitu sambal pedas dan sambal dengan tingkat kepedasan yang lebih ringan sehingga cocok dinikmati oleh semua kalangan.
Dengan pilihan menu yang sederhana namun mengutamakan kualitas bahan dan cita rasa, Ayam Kampung Goreng & Sop Daging Pak Fardi hadir sebagai pilihan kuliner bagi pencinta ayam kampung.
Selain makan di tempat dengan kapasitas tempat duduk yang luas bisa menampung hingga 50 orang, konsumen juga bisa membeli menu yang tersedia secara online melalui aplikasi GrabFood, GoFood hingga ShopeeFood.
Ayam Kampung Goreng & Sop Daging Pak Fardi beralamat di Jalan Bidar Kampus TVRI Palembang sebelah soto kampus. Buka setiap hari pukul 09.00-21.00 WIB. Sehingga untuk makan malam pun masih tersedia.