SURYA.co.id, NGANJUK – Penyebab kecelakaan antara Kereta Api (KA) Logawa dengan sebuah truk di perlintasan sebidang wilayah Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, masih dalam proses penyelidikan.
Namun, kesaksian awal dari penumpang kereta mengungkap dugaan bahwa truk sempat berhenti dan tidak dapat bergerak ketika kereta sudah mendekat.
Insiden yang terjadi pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 14.34 WIB itu menjadi perhatian publik setelah video detik-detik benturan beredar luas di media sosial.
Rekaman yang diambil dari dalam gerbong KA Logawa memperlihatkan suasana mencekam ketika kereta bersinggungan dengan truk yang berada di jalur perlintasan.
Peristiwa tersebut mengakibatkan sopir truk meninggal dunia, sementara seorang pengendara sepeda motor di sekitar lokasi mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Selain korban jiwa, kecelakaan juga menyebabkan gangguan perjalanan kereta api serta kemacetan panjang di sekitar lokasi kejadian.
Salah seorang penumpang KA Logawa yang mengunggah video melalui akun Threads @Indahnav mengaku berada tidak jauh dari titik benturan.
Ia menceritakan bahwa masinis telah membunyikan klakson berkali-kali sebelum tabrakan terjadi. Namun, menurut keterangannya, truk yang berada di perlintasan tidak kunjung bergerak.
"Info terkini, kereta yang aku tumpangi kereta Logawa nyrempet truk di daerah Nganjuk. Sudah diklakson lama, tapi truk tidak bisa bergerak. Tabrakan ke-3 sampai ke-4 pas bertabrakan di kaca jendelaku. Alhamdulillah selamat."
Keterangan tersebut masih sebatas kesaksian saksi di lokasi dan belum menjadi kesimpulan resmi penyebab kecelakaan.
Dalam video yang beredar, terdengar suara benturan keras ketika kereta melintas. Sejumlah penumpang tampak panik setelah merasakan guncangan akibat bagian kereta bersinggungan dengan kendaraan truk.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengonfirmasi insiden tersebut terjadi di Kilometer 126+428, JPL 103, petak jalan Bagor–Saradan, Kabupaten Nganjuk.
Dalam keterangannya, KAI menyebut peristiwa melibatkan Kereta Api Logawa (KA 247C) relasi Ketapang–Purwokerto.
"Telah terjadi insiden truck menemper Kereta Api Logawa (KA 247C) rute Ketapang–Purwokerto di kilometer 126+428, JPL 103 petak jalan Bagor–Saradan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur hari ini Kamis, 9 Juli 2026, sekitar pukul 14.34 WIB." dikutip SURYA.co.id dari instagram resmi KAI.
Akibat insiden tersebut, perjalanan KA Logawa belum dapat dilanjutkan karena masih menunggu lokomotif pengganti.
Selain itu, jalur hulu maupun hilir lintas Bagor–Saradan untuk sementara belum dapat dilalui kereta api hingga proses penanganan selesai dilakukan.
Kecelakaan tersebut tidak hanya mengganggu perjalanan kereta api, tetapi juga memicu kepadatan lalu lintas yang cukup parah di sekitar lokasi.
Berdasarkan informasi dari lapangan, antrean kendaraan dilaporkan mencapai sekitar dua kilometer selama proses evakuasi berlangsung.
Diduga ada faktor kelalaian dalam kecelakaan maut di jalur perlintasan kereta api langsung (JPL) 103 Jalan Raya Surabaya-Madiun, Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk.
Kecelakaan yang terjadi pada Kamis (9/7/2026) sekira pukul 14.15 WIB itu melibatkan kereta api Logawa relasi Purwokerto-Ketapang dengan truk ekspedisi JNT Nopol L 9417 CL dan motor Honda Supra AG 3530 XA.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin mengatakan saat peristiwa terjadi palang pintu perlintasan telat menutup.
Karena hal tersebut, truk ekspedisi JNT terus melaju hingga tertabrak kereta api Logawa.
Benturan keras membuat truk JNT sampai terhempas hingga menimpa pengendara motor Honda Supra.
"Identifikasi awal, kemungkinan petugas penjaga jalan lintasan telat menutup palang pintu," katanya.
Kendati demikian, lanjut Wahby pihaknya masih melakukan penelusuran fakta insiden kecelakaan ini.
Petugas penjaga jalan lintasan juga tengah diperiksa.
"Kami menelusuri lebih lanjut terkait fakta dalam kejadian dan memeriksa saksi. Kami turut meminta keterangan dari petugas palang pintu. Termasuk memeriksa CCTV," jelasnya.
Semetara itu, Tribun Jatim Network dapat menghimpun rekaman CCTV yang menyorot lokasi kecelakaan.
Berdasar rekaman CCTV itu, memang terlihat palang pintu telat menutup.
Palang pintu baru tertutup saat kereta api Logawa menghantam truk JNT.
Akibat kecelakaan ini, sopir truk JNT meninggal dunia dengan luka di parah di kepala, tangan, dan kaki.
Jenazah sopir truk sempat terjepit kabin truk yang ringsek.
Identitas sopir truk bernama Tabah Nur Arriski (21) warga Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.
Sedangkan pengemudi Honda Supra, Djamiran (64) warga Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, mengalami luka pada kaki kanan dan tangan kanan patah.
Saat ini Djamiran tengah dirawat intensif di RSUD Nganjuk.