TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Satlantas Polres Nganjuk bergerak cepat menangani kejadian kecelakaan yang melibatkan, kereta api Logawa relasi Purwokerto-Ketapang dengan truk ekspedisi JNT dan motor Honda Supra.
Sejumlah personel korps sabuk putih tampak di lokasi, sembari melaksanakan tugasnya masing-masing.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin mengatakan pihaknya rampung melaksanakan olah TKP dan memintai keterangan para saksi.
Baca juga: Penyebab Kecelakaan KA Logawa Tabrak Truk di Bagor, Polres Nganjuk : Palang Pintu Telat Nutup
"Penanganan yang telah kami lakukan, olah TKP dan memintai keterangan saksi," katanya.
Ia melanjutkan, petugas juga tengah memeriksa rekaman CCTV yang menyorot ke perlintasan kereta api.
Ini dilakukan guna memastikan penyebab kecelakaan.
"Kami sudah memeriksa rekaman CCTV," ucapnya.
Dia mengungkapkan, di lokasi, personel Satlantas Polres Nganjuk mengevakuasi korban meninggal dunia dan luka.
Petugas juga mengerahkan mobil derek untuk mengevakuasi truk JNT.
Proses evakuasi truk JNT memakan waktu sekira 15-20 menit.
Di sisi lain, pasca kecelakaan, arus lalu lintas tersendat. Bahkan, barisan kendaraan mengular sekitar 4 kilometer.
Lambat laun, arus kendaraan kembali bergerak.
"Kami juga fokus melancarkan arus lalu lintas," paparnya.
Baca juga: KRONOLOGI Terbaru Truk JNT Tertabrak KA Logawa Bagor Nganjuk, Sopir Tewas, Pengendara Motor Terluka
Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di jalur perlintasan kereta api langsung (JPL) 103 Jalan Raya Surabaya-Madiun, Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Kamis (9/7/2026) sekira pukul 14.15 WIB.
Insiden tersebut melibatkan kereta api Logawa relasi Purwokerto-Ketapang dengan truk ekspedisi JNT dan motor.
Dalam peristiwa itu pengemudi truk meninggal dunia. Sedangkan, pengendara motor menderita luka-luka.
(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)