Panel Kaca Kantor BGN Pecah, Jubir Evaluasi, Polisi Tegaskan Bukan Tembakan, Lubang Kecil Misterius
ninda iswara July 10, 2026 02:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Suasana di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, mendadak menjadi perhatian setelah terjadi insiden pecahnya satu panel kaca pada bagian luar gedung, Kamis (9/7/2026) siang.

Peristiwa tersebut membuat aparat kepolisian datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengamankan area di sekitar gedung.

Mengutip TribunJakarta, sebuah mobil Inafis berwarna oranye terlihat terparkir di depan Kantor BGN sebagai bagian dari proses olah tempat kejadian perkara.

Di sekitar lokasi kejadian, serpihan kaca tampak berserakan hingga ke area parkir kendaraan yang berada tepat di bawah sisi gedung.

Demi menjaga keamanan, petugas segera memasang garis polisi agar tidak ada aktivitas yang mengganggu proses pemeriksaan.

Insiden tersebut memicu perhatian para pegawai maupun masyarakat yang berada di sekitar kawasan Kebon Sirih.

Juru Bicara sekaligus Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, kemudian memberikan penjelasan terkait peristiwa tersebut.

Ia membenarkan bahwa satu panel kaca di bagian luar gedung memang mengalami pecah pada siang hari.

Menurutnya, langkah penanganan langsung dilakukan sesaat setelah kejadian demi memastikan situasi tetap aman.

Pihak BGN juga bergerak cepat dengan menerapkan prosedur tanggap darurat untuk mengantisipasi risiko lanjutan.

"Begitu insiden terjadi, kami langsung melakukan prosedur awal penanganan guna memastikan keselamatan pegawai yang berada di lokasi, mulai dari dokumentasi visual, sterilisasi area sampai pembersihan material tanggap darurat," ujar Arumsari dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Isi Surat PDIP untuk BGN, Minta Nama Orang Partai Terlibat Proyek MBG, Sanksi jika Rugikan Rakyat

KANTOR BGN - Situasi terkini di kantor BGN yang berlokasi di Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026). Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) mendadak ramai didatangi aparat kepolisian pada Kamis (9/7/2026) siang. Tampak satu mobil Inafis sudah di lokasi. (TribunJakarta/Dionisius Arya Bima)

Proses sterilisasi area dilakukan agar tidak ada pegawai maupun pengunjung yang terdampak oleh pecahan kaca.

Sementara itu, dokumentasi dan pembersihan material menjadi bagian dari tahapan awal penanganan yang dilakukan di lokasi kejadian.

Hingga proses penanganan berlangsung, area di sekitar panel kaca yang pecah masih berada dalam pengawasan petugas.

Peristiwa ini kini masih menjadi perhatian, sementara penyebab pecahnya panel kaca tersebut menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Menurutnya, insiden terjadi sekitar pukul 11.25 WIB di area luar lantai 2 Gedung Kantor BGN. Satu panel kaca bagian luar gedung terlepas setelah terdengar bunyi pada bagian ring penyangga (bracket support), kemudian jatuh ke area aspal di bawah gedung hingga pecah menjadi serpihan kaca.

Arumsari memastikan tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Setelah insiden terjadi, BGN langsung melakukan pengamanan lokasi untuk mencegah risiko terhadap pegawai maupun masyarakat di sekitar area kantor.

Saat ini, BGN masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti terlepasnya panel kaca tersebut. Pemeriksaan mencakup kondisi panel kaca serta struktur penyangga yang menopangnya.

BGN juga melakukan evaluasi terhadap elemen bangunan lain yang memiliki karakteristik serupa sebagai langkah mitigasi.

Arumsari menyebut, beberapa insiden serupa pernah terjadi  diduga karena pemuaian akibat perbedaan suhu antara kondisi panas di luar gedung dan suhu dingin di dalam ruangan.

Meski demikian, penyebab pasti insiden panel kaca di Kantor BGN kali ini masih menunggu hasil pemeriksaan teknis.

Penjelasan Polisi

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung menjelaskan kaca tersebut pecah bukan karena penembakan.

Menurutnya ada faktor lain yang membuat kaca pada bagian gedung mendadak jatuh ke lantai dan pecah.

"Pecahan kaca di gedung BGN diduga karena di luar suhu yang panas dan di dalam dengan menggunakan AC sehingga memuai yang mengakibatkan kaca pecah," ungkapnya kepada wartawan Kamis (9/7/2026).

Dari hasil cek TKP, pihak pengelola gedung menyampaikan kepada polisi bahwa kaca gedung dalam 1 tahun bisa 1 sampai 2 kali pecah.

Pecah kaca gedung disebut terjadi di musim tertentu.

"Terutama saat musim panas/kemarau," tambah Kombes Reynold.

Terkait adanya lubang seperti bekas peluru, pihak kepolisian enggan berspekulasi.

Namun Kombes Reynold memastikan tidak ada insiden penembakan di lokasi seperti narasi yang berkembang di media sosial.

"Itu penyampaian langsung pihak gedung (lubang bekas peluru, red)," pungkas Kapolres.

Polres Metro Jakarta Pusat telah mengerahkan unit mobil Inafis untuk melakukan rangkaian penyelidikan.

Dalam foto yang diterima wartawan, serpihan kaca tampak berserakan di bagian bawah bangunan.

Lokasi jatuhnya kaca juga kini diberi garis polisi.

(TribunTrends/Tribunnews/Rina Ayu)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.