TRIBUNNEWS.COM - Hasil laga Prancis vs Maroko pada babak 8 besar alias perempat final Piala Dunia 2026, Jumat (10/7/2026) berakhir manis bagi Les Bleus.
Ketangguhan Prancis sebagai salah satu favorit juara nyatanya kembali menghantui mimpi Maroko di panggung Piala Dunia.
Kiprah Prancis di Piala Dunia 2026 memang sudah tidak diragukan lagi, apalagi tim ini punya komposisi skuad yang mewah untuk sekedar menjadi favorit juara turnamen.
Keberadaan pemain sekelas Kylian Mbappe yang dilayani Michael Olise dan Ousmane Dembele yang on fire di level klub jadi buktinya.
Belum lagi sentuhan dingin Didier Deschamps selaku pelatih yang telah membersamai Timnas Prancis lebih dari satu dekade.
Baca juga: Sorotan 8 Besar Piala Dunia 2026: Bentrokan Generasi Anyar Spanyol vs Sisa Kejayaan Belgia
Salah seorang Football Enthusiast Gigih, sudah memprediksi soal potensi daya ledak Prancis di Piala Dunia 2026.
"Di Piala Dunia sekarang, Mbappe punya peran sebagai pemain nomor sembilan alias target man,"
"Dibantu pemain sekelas Dembele dan Olise, Mbappe tetap akan menjadi tumpuan bagi Deschamps,"
"Deschamps ini kan tipe pelatih seperti Ancelotti, ia akan membangun kualitas timnya dengan pemain kunci yang ia miliki, dan kalau di Prancis, ya Kylian Mbappe," ungkapnya saat berbincang pada agenda Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Colomadu, Karanganyar.
Di Piala Dunia 2026, dejavu seakan kembali diciptakan Prancis yang lagi-lagi menjadi dalang utama tersingkirnya Maroko dari ajang Piala Dunia.
Jika pada edisi Piala Dunia 2022, Prancis mengakhiri dongeng indah Maroko dengan kemenangan 2-0 di babak semifinal.
Empat tahun berselang tepatnya di Piala Dunia 2026, Prancis lagi-lagi mengulangi hal sama seperti pada edisi sebelumnya.
Prancis kembali menjadi biang kerok yang menyudahi harapan Maroko dengan skor yang sama, namun di babak yang berbeda yakni 8 besar.
Kali ini, Prancis mengalahkan Maroko berkat gol yang dicetak oleh Kylian Mbappe (60') dan Ousmane Dembele (66').
Kemenangan dua gol tanpa balas atas Maroko sudah cukup bagi Prancis untuk mengamankan tiket lolos ke semifinal Piala Dunia 2026.
Sebaliknya, Maroko harus mengubur impiannya untuk mengulangi pencapaian terbaiknya pada edisi sebelumnya, ketika tembus semifinal.
Rekor Penalti Yassine Bounou Tak Berbekas
Sorotan utama laga ini sempat mengarah kepada Yassine Bounou alias Bono selaku kiper Maroko, yang melakukan penyelamat heroik menepis tembakan penalti Mbappe di babak pertama.
Keberhasilan Bounou menggagalkan penalti Mbappe tidak hanya membuat laga kedua tim berkedudukan imbang tanpa gol di babak pertama.
Melainkan juga membuat kiper Al Hilal itu menorehkan statistik yang luar biasa, dalam urusan menepis penalti di ajang sekelas Piala Dunia.
Dilansir Opta, eks kiper Sevilla itu berhak menyandang predikat sebagai kiper dengan jumlah penyelamatan penalti terbanyak di sejarah Piala Dunia sejak tahun 1966 yakni empat kali.
Sayangnya, rekor Bounou tersebut terasa sia-sia, karena gawang yang ia jaga akhirnya kebobolan dua gol di babak kedua.
Maroko untuk kedua kalinya harus tersingkir di Piala Dunia melawan tim yang sama yakni Prancis, masing-masing di Piala Dunia 2022 (semifinal) dan 2026 (8 besar).
Babak pertama dimulai, Prancis langsung mengambil alih kendali permainan.
Permainan umpan dua satu sentuhan diperlihatkan Prancis untuk mengurung pertahanan Maroko.
Menit empat, Mbappe menciptakan bahaya pertamanya dengan melepaskan tembakan pertamanya ke gawang Maroko.
Sayang, tembakan pemain Real Madrid tersebut hanya membuahkan sepak pojok saja bagi Prancis.
Prancis hampir mampu mencetak gol pemecah kebuntuan memanfaatkan situasi sepak pojok.
Namun sundulan Upamecano mampu dinetralisir oleh kiper Maroko, Yassine Bounou lewat penyelamatan heroiknya.
Maroko mencoba keluar dari tekanan Prancis, dengan bermain lebih bersabar dalam mengalirkan bola ke depan.
Usaha Maroko untuk bisa mengancam gawang Prancis masih mentah, bola selalu hilang setiap kali memasuki sepertiga lapangan akhir lawan.
10 menit laga berlangsung, Prancis menciptakan satu peluang berbahaya lewat Upamecano, sementara Maroko masih nihil.
Kombinasi Brahim Diaz dengan Hakimi di sisi kanan, menjadi jalur utama Maroko dalam membangun serangan.
Dembele mencoba mengancam dengan memanfaatkan umpan silang dari Desire Doue, sayang sundulannya masih lemah dan melebar.
Maroko cukup terisolir dalam hal menyerang, bola benar-benar tidak pernah sampai di kaki penyerangnya.
Kawalan ketat yang diperlihatkan Saliba maupun Upamecano membuat lini serang Maroko masih tanpa peluang hingga menit ke-20.
Prancis mendapatkan hadiah penalti setelah Mbappe dijatuhkan Mazroui di menit ke-25.
Meskipun sempat ada intervensi VAR dalam meninjau keputusan penalti tersebut, wasit tetap solid dengan keputusannya sendiri.
Sayangnya, hadiah penalti yang diberikan wasit untuk Prancis disia-siakan oleh Kylian Mbappe.
Tembakan penalti yang dieksekusi Mbappe terlalu lemah dan mudah dibaca oleh Bounou yakni ke arah kiri.
Kegagalan Mbappe mengeksekusi penalti membuat laga tetap berjalan ketat, di mana Prancis lebih menekan.
Menit ke-35, Desire Doue hampir saja menjebol jala gawang Bounou.
Pemain PSG itu mencoba menerobos ke kotak penalti dengan melakukan solo run yang bagus.
Setelahnya, Desire Doue mencoba melepaskan tembakan ke sudut kiri bawah, namun Bounou tampil terlalu kokoh dengan menggagalkan peluang pemain PSG tersebut.
Serangan sporadis yang terus dilancarkan Prancis masih mentah di tangan Bounou yang tampil gemilang pada babak pertama.
Dikala Prancis terus menggempur lini belakang Maroko, Brahim Diaz cs sama sekali tidak diberi kesempatan untuk sekedar mengancam gawang Maignan.
Nol tembakan menjadi bukti bahwa lini serang Maroko benar-benar tidak bertaji melawan Prancis di babak pertama.
Lucas Digne mencoba melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti, namun tendangannya hanya menerpa mistar gawang.
Pada menit akhir, Maroko akhirnya punya kesempatan untuk melepaskan tembakan pertamanya ke gawang Prancis.
Sayangnya, Achraf Hakimi tidak mampu memanfaatkan situasi bola mati, setelah tendangannya melebar di sisi kiri gawang Maignan.
Tembakan melebar Hakimi akhirnya menjadi momen pertama sekaligus terakhir bagi Maroko mengancam gawang Prancis di babak pertama.
Babak pertama selesai, laga Prancis vs Maroko untuk sementara waktu berakhir dengan skor imbang tanpa gol.
Babak kedua dimulai, Michael Olise mencoba mempertajam visi bermain dengan lebih banyak memberi umpan kunci kepada rekan setimnya.
Adrien Rabiot menjadi salah satu pemain yang sempat mendapat umpan kunci Olise, sayang ia belum bisa memaksimalkan hal tersebut.
Tak berselang lama, Maroko punya peluang emas mencetak gol jika Chemsdine Talbi lebih sigap dalam memanfaatkan momentum.
Menit ke-56, Mbappe lagi-lagi punya kesempatan mencetak gol usai mendapat umpan terobosan dari Olise, namun tembakannya melambung.
Gol pemecah kebuntuan yang ditunggu Prancis akhirnya tercipta pada menit ke-60.
Ialah Mbappe yang mampu menempatkan bola ke pojok kanan gawang Maroko yang tidak bisa dijangkau Bounou.
Gol Mbappe seakan menjadi cara elegan bagi dirinya untuk menebus kesalahannya saat gagal mengeksekusi penalti di babak pertama.
Maroko yang goyah membuat Prancis makin leluasa untuk terus menyerang demi bisa mencetak gol keduanya.
Benar saja, Prancis menggandakan keunggulannya enam menit berselang setelah gol Mbappe, aksi Ousmane Dembele.
Berawal umpan Mbappe ke Dembele, pemain PSG itu melepaskan tembakan pelan tapi akurat yang tidak bisa ditepis sempurna oleh Bounou.
Keunggulan dua gol yang dimiliki Prancis atas Maroko jelas membuat posisi mereka makin di atas angin.
Sebaliknya, Maroko terpaksa harus melakukan kontra strategi dengan mengganti beberapa pemain utamanya yang tampak kelelahan.
Menit ke-72, antisipasi Upamecano hampir saja masuk ke gawang timnya sendiri.
Beruntung, sapuan kurang sempurna yang dilakukan bek Bayern Munchen itu hanya menghasilkan sepak pojok bagi tim lawan.
Di sisa waktu yang ada, baik Prancis dan Maroko sama-sama berjuang mencari gol untuk kepentingan timnya masing-masing.
Sayang, tidak ada satupun gol tercipta, skor dua gol tanpa balas untuk keunggulan Prancis membuat mereka mengalahkan Maroko.
Prancis lolos ke semifinal, sementara Maroko kembali harus angkat koper dari Piala Dunia dari babak perempat final.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)