BANGKAPOS.COM - Prancis melenggang ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Maroko 2-0 di Stadion Boston (Gillette Stadium) di wilayah Foxborough, Boston, Amerika Serikat, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB.
Di semifinal Prancis akan bertemu pemenang laga perempat final antara Spanyol vs Belgia yang baru akan dihelat pada Sabtu (11/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Gol kemenangan Prancis atas Maroko dicetak oleh Kylian Mbappe menit 60 dan Ousmane Dembele menit 66.
Babak Pertama (0-0): Prancis langsung tampil menekan sejak menit awal.
Baca juga: Bagan Lengkap 8 Besar Piala Dunia 2026 8 Juli, Jadwal & Skema Semifinal-Final
Les Bleus sempat mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-25 setelah Kylian Mbappé dijatuhkan. Namun, eksekusi penalti Mbappé berhasil digagalkan oleh kiper Maroko, Yassine Bounou.
Babak Kedua (2-0): Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-60. Kylian Mbappé menebus kesalahannya melalui gol dari permainan terbuka setelah menerima operan dari Désiré Doué.
Baca juga: Prediksi Skor Spanyol vs Belgia Lengkap Jadwal & Bagan 8 Besar Piala Dunia 2026
Hanya berselang enam menit (menit ke-66), Ousmane Dembélé menggandakan keunggulan Prancis menjadi 2-0 melalui skema serangan balik cepat setelah memanfaatkan umpan dari Mbappé.
Dalam podcast Bangka Pos Selebrasi Lokal, dua pemain sepak bola Tim RSUD Depati Bahrin, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yakni Gurniawan dan Aldi kompak menyebut Prancis memiliki skuad mumpuni.
Prancis diperkuat sederet pemain bintang yang merumput di klub-klub elite Eropa.
Berbekal produktivitas gol Mbappe cs yang tinggi, kedua pemain RSUD Depati Bahrin ini memprediksi Prancis akan melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
Prancis merupakan salah satu kekuatan paling dominan dalam sepak bola global selama tiga dekade terakhir.
Les Bleus sudah dua kali memboyong tropi Piala Dunia yakni tahun 1998 dan 2018.
Prancis 17 kali tampil di ajang sepak bola terbesar sejagat.
Delapan edisi Piala Dunia terakhir mereka ikuti berturut-turut.
Prancis ambil bagian dalam edisi perdana Piala Dunia FIFA yang digelar di Uruguay pada 1930.
Kala itu, mereka menempuh perjalanan laut selama 13 hari.
Les Bleus membuka kampanye mereka dengan kemenangan 4-1 atas Meksiko, dengan Lucien Laurent menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam sejarah ajang global tersebut.
Skuad yang dilatih secara sukarela oleh Gaston Barreau — yang tetap tinggal di Paris untuk menjalankan tugas profesionalnya di Conservatoire of Music — gagal mencetak gol pada dua pertandingan grup lainnya melawan Argentina dan Cile, kalah dengan selisih tipis pada kedua laga tersebut.
Meskipun tersingkir pada putaran pertama, para perintis Prancis pulang dengan kepuasan tersendiri karena telah menorehkan sejarah baru.
Dalam tahun-tahun sejak merasakan sensasi menjadi pelopor pada 1930, Prancis telah mengalami seluruh spektrum emosi yang menyertai keikutsertaan di ajang utama FIFA.
Pada edisi 1958 di Swedia, tim penuh talenta yang diperkuat Just Fontaine dan Raymond Kopa merasakan euforia pertama mereka di turnamen ini ketika mengamankan tempat ketiga.
Pada 1982 dan edisi empat tahun berikutnya, skuad yang dipimpin Michel Platini berjuang hingga mencapai empat besar, dengan laga penuh drama melawan Jerman Barat di Seville — yang berakhir 3-3 sebelum mereka tersingkir 5-4 lewat adu penalti — serta kemenangan adu penalti 4-3 atas Brasil di Guadalajara setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.
Generasi emas Zinedine Zidane mengabadikan nama mereka dalam folklor sepak bola Prancis setelah meraih trofi Piala Dunia tahun 1998 berkat kemenangan 3-0 yang tak terlupakan atas Brasil yang diperkuat Ronaldo.
Namun sang juara bertahan mengalami kekecewaan pahit pada edisi berikutnya di Jepang dan Korea Selatan, di mana mereka tersingkir pada fase grup, termasuk kekalahan 1-0 yang mencuri perhatian dari Senegal pada laga pembuka turnamen.
Pada Final Piala Dunia FIFA 2006 di Jerman, ketika Prancis tumbang dari Italia 5-3 lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit yang mendebarkan — tetap menjadi kenangan menyakitkan, begitu pula kekalahan dari Argentina pada turnamen terbaru mereka.
Adapun turnamen di Afrika Selatan pada 2010 berubah kacau ketika ketegangan dalam skuad mencapai puncaknya; tim asuhan Raymond Domenech memberontak dengan menolak berlatih dan akhirnya finis sebagai juru kunci Grup A.
Delapan tahun kemudian, dipimpin Deschamps dan diilhami penampilan gemilang Antoine Griezmann, Mbappe, Paul Pogba, dan Samuel Umtiti, Les Bleus mengangkat trofi paling bergengsi dalam sepak bola untuk kedua kalinya setelah menaklukkan Kroasia 4-2 pada final tahun 2018 di Rusia.
Skuad Didier Deschamps kini memasuki Piala Dunia FIFA 2026 edisi 23 yang berformat 48 tim.
Kylian Mbappe cs datang membawa ambisi menjadi negara Eropa kedua yang mencapai partai final dalam tiga edisi berturut-turut, setelah Jerman Barat mencatatkan prestasi tersebut antara 1982 dan 1990.
Mereka bertolak ke Amerika Utara dengan tekad menghapus kenangan pahit dari kekalahan menyakitkan melawan Argentina di final Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar.
Kala itu, hat-trick Mbappe tidak mampu menyelamatkan keadaan setelah Argentina menang 4-2 lewat adu penalti yang menegangkan, menyusul laga spektakuler yang berakhir 3-3 setelah perpanjangan waktu.
Namun, delapan gol Mbappe menghadiahkannya Sepatu Emas, sekaligus menjadi pelipur lara skuad bertabur bintang.
Jadwal 8 Besar Piala Dunia 2026
Jadwal Semifinal
Jadwal Final
(Bangkapos.com/Fifa.com/Rizky Irianda Pahlevi)