TRIBUNTRENDS.COM - Malam itu berlangsung seperti hari-hari biasa bagi Roy, seorang ahli kunci asal Ciawi, Kabupaten Bogor. Namun sekitar pukul 21.30 WIB, telepon yang diterimanya mengubah seluruh rencana malam tersebut.
Di ujung sambungan, aparat kepolisian meminta bantuannya untuk datang ke sebuah rumah mewah di kawasan Parahyangan Golf II, Sentul City, Kecamatan Babakan Madang.
Tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, Roy berangkat memenuhi panggilan tersebut. Setibanya di lokasi, ia baru mengetahui bahwa dirinya diminta membuka sebuah brankas yang tersembunyi di balik tembok rumah mewah.
Belakangan, brankas itu ternyata menyimpan puluhan kilogram emas batangan, tumpukan valuta asing, hingga uang tunai dengan nilai yang ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah.
Baca juga: TNI Bongkar Alasan Puluhan Prajurit Jaga Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah: Permintaan Kejagung
Roy mengaku sama sekali tidak menyangka pekerjaan yang diterimanya malam itu akan menjadi bagian dari pengungkapan kasus besar.
"Tadi sama Polres Bogor dipanggil, ditelpon suruh dateng ke sini suruh bantu katanya ada kerjaan bongkar brangkas," kata Roy kepada Kompas.com di lokasi, Kamis (9/7/2026).
Ia mengatakan menerima panggilan sekitar pukul 21.30 WIB. Setelah tiba di rumah mewah tersebut, Roy bersama seorang rekannya langsung mulai bekerja membuka brankas sesuai arahan penyidik.
Menurut Roy, proses pembukaan brankas berlangsung jauh lebih cepat dari yang dibayangkan.
Dengan menggunakan gerinda, ia berhasil membuka sistem pengaman brankas hanya dalam waktu sekitar 15 menit.
"Digerinda aja, gak pake las gerak cepat," ungkapnya.
Keberhasilan membuka brankas dalam waktu singkat itu menjadi bagian penting dalam proses penggeledahan yang dilakukan aparat kepolisian.
Roy menjelaskan bahwa brankas yang dibongkarnya bukan merupakan brankas biasa.
Menurut pengalamannya sebagai ahli kunci, brankas tersebut merupakan produk premium dengan kualitas tinggi dan harga yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
"Brangkasnya khusus itu, merek bagus. Perkiraan (harganya) sekitar Rp 20 jutaan lebih," ujarnya.
Ia menjelaskan, konstruksi brankas menggunakan dua lapis pelat baja serta dilengkapi sistem pengaman ganda berupa kombinasi angka dan kunci manual.
"Istimewa itu brangkasnya, bajanya ada dua lapis, bukan besi. Brangkas mahal," katanya.
Yang membuatnya semakin unik, brankas tersebut tidak ditempatkan seperti brankas pada umumnya.
Ruang penyimpanan itu dibangun menyatu dengan struktur tembok rumah dan tersembunyi di balik lemari pada salah satu kamar di lantai dua.
"Dalem tembok itu pak. Jadi itu pintu brangkas dalemnya ruangan bukan brangkas umumnya tapi ruangan mirip gudang posisinya di belakang lemari," terangnya.
Menurut Roy, ruang tersebut lebih menyerupai sebuah ruangan penyimpanan kecil dibandingkan sekadar brankas konvensional.
Baca juga: Intip Isi Rekening Jampidsus Febrie Adriansyah, Aset Tanah Tersebar dari Tangerang hingga Bandung
Setelah pintu ruang penyimpanan berhasil dibuka, Roy mengaku tidak ikut masuk ke dalam.
Ia hanya sempat melihat beberapa koper tersusun di dalam ruangan tersebut sebelum seluruh proses selanjutnya diambil alih oleh penyidik.
"Yang saya liat koper, gak masuk ke dalem kan saya cuma liat dari luar," ujarnya.
Saat itu ia sama sekali belum mengetahui bahwa koper-koper tersebut berisi aset bernilai ratusan miliar rupiah.
Secara terpisah, Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Mabes Polri, Irjen Pol Totok Suharyanto, mengungkapkan isi brankas yang berhasil diamankan penyidik.
Menurut Totok, di dalam ruang penyimpanan tersebut ditemukan tujuh koper yang berisi:
"Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar," kata Totok.
Selain emas batangan dan uang tunai, penyidik juga mengamankan berbagai dokumen penting, telepon seluler, hingga sejumlah foto keluarga yang diduga berkaitan dengan pemilik rumah maupun pemilik barang yang tersimpan di dalam ruang penyimpanan tersebut.
Seluruh barang bukti kemudian diangkut menggunakan kendaraan taktis milik Korps Brimob Polri.
Baca juga: Isi Garasi Jampidsus Febrie Adriansyah yang Rumahnya Dijaga TNI, Harga Koleksi Mobil Rp2,3 Miliar
Hingga kini kepolisian masih belum mengungkap identitas pemilik rumah maupun pihak yang diduga memiliki seluruh aset yang ditemukan dalam penggeledahan tersebut.
Penyidik juga belum mengumumkan adanya pihak yang ditetapkan sebagai tersangka ataupun ditangkap dalam rangkaian penggeledahan tersebut.
Penggeledahan ini diduga berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi batu bara.
Selain rumah mewah di kawasan Sentul City, aparat juga melakukan penggeledahan di kawasan de'Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan, yang berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi batu bara di PLN yang diduga memicu peristiwa blackout di Sumatera, serta perkara PT ASABRI dan Krakatau Steel.
Dari lokasi di Cipete tersebut, penyidik juga menemukan uang tunai dalam mata uang rupiah maupun dolar dengan nilai keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar Rp60 miliar.
Rangkaian temuan itu kini menjadi bagian dari barang bukti yang terus didalami penyidik untuk mengungkap dugaan tindak pidana korupsi, pencucian uang, serta aliran aset yang diduga berkaitan dengan perkara yang tengah ditangani aparat penegak hukum.
***