TRIBUN-TIMUR.COM - Indonesia kehilangan salah satu tokoh yang berpengaruh di dunia usaha dan politik pada hari Jumat, hari raya umat Islam.
Innalillahi wainna ilaihi rajiun.
Pengusaha nasional sekaligus Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rachmat Gobel, meninggal dunia di usia 63 tahun.
Putra Gorontalo tersebut mengembuskan napas terakhir pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di RS Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan.
Kabar duka tersebut diumumkan keluarga melalui akun Instagram resmi almarhum, @rachmatgobel_rg, pada Jumat pagi.
"إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Dengan penuh keikhlasan dan rasa duka yang mendalam, kami, Keluarga Besar Bpk. Rachmat Gobel, menyampaikan kabar bahwa:
Bpk. Rachmat Gobel
telah berpulang ke rahmatullah pada hari Jumat (10/07/2026), pukul 03:20 WIB, di RS. Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan.
Kami memohon doa dari Bapak/Ibu/Saudara agar Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.
إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Hormat kami,
Keluarga Besar Bpk. Rachmat Gobel."
Semasa hidupnya, Rachmat dikenal sebagai penerus Gobel Group yang membangun kemitraan jangka panjang dengan Panasonic di Indonesia.
Di bidang pemerintahan, ia pernah dipercaya Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Perdagangan pada Kabinet Kerja periode 2014–2015, kemudian diangkat menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Jepang pada 2017–2019.
Kiprahnya berlanjut di parlemen sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2019–2024 sebelum kembali menjadi anggota DPR RI pada periode berikutnya.
Di luar karier politik dan bisnis, Gobel juga dikenal sebagai sosok yang konsisten mendorong pembangunan kawasan Indonesia Timur melalui penguatan sektor pangan, pertanian, kelautan, perkebunan, dan UMKM.
Salah satu gagasan yang sempat ia perjuangkan terjadi hanya lima bulan sebelum wafat.
Baca juga: Rachmat Gobel Dicegat Ojol di Jalanan Makassar, Minta Foto dan Doakan Jadi Wapres
Pada 5 Februari 2026, Ketua DPW Partai Nasdem Gorontalo itu bertemu Ketua DPW Partai Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrif, di Jakarta untuk menjajaki kerja sama ekonomi dan pertanian antara Gorontalo dan Sulawesi Selatan.
Pertemuan yang dipublikasikan melalui situs resmi Partai Nasdem itu membahas peluang saling melengkapi komoditas unggulan kedua daerah di tengah ancaman krisis pangan global.
"Dunia sedang dihadapkan pada masalah pangan, karena itu kedua daerah harus bersinergi untuk saling memajukan. Sulawesi Selatan mengalami surplus beras dan telur ayam. Ini peluang untuk dikirim ke Gorontalo. Sedangkan Gorontalo surplus jagung dan gula aren yang bisa dikirim ke Sidrap," kata Rachmat di Senayan, sebagaimana dikutip dari situs resmi Partai Nasdem partainasdem.id.
Saat ini, Syahar, sapaan Syaharuddin, menjabat Bupati Sidrap sekaligus Ketua DPW Partai Nasdem Sulsel.
Rachmat telah dua periode menjadi anggota DPR RI.
Dalam kesempatan tersebut, Rachmat menegaskan bahwa politik seharusnya menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, bukan sekadar perebutan kekuasaan.
"Perbanyak karya nyata, bukan karya kata. Jangan cuma sibuk membangun tangga politik kekuasaan yang hanya menghasilkan politik gontok-gontokan, intrik, klik-klik politik, dan perkoncoan. Kita harus lebih banyak bersinergi dan berkontribusi secara sosial di akar rumput bersama masyarakat," katanya.
Menurut Rachmat, tantangan ekonomi global, perubahan iklim, hingga ketegangan geopolitik membuat daerah-daerah di Indonesia harus memperkuat kolaborasi, khususnya di kawasan timur yang selama ini dinilainya masih tertinggal dibanding wilayah barat Indonesia.
"Khusus untuk Indonesia timur, dalam hal ini termasuk Sulawesi, adalah wilayah yang paling tertinggal dibandingkan dengan wilayah barat. Karena itu kerja sama Timur-Timur dalam konteks Indonesia harus dikuatkan. Siapa yang menolong diri kita selain diri sendiri. Gorontalo dan Sulawesi Selatan siap bersinergi dan berkolaborasi untuk memajukan kampung halaman," katanya.
Ia juga menegaskan perhatian besarnya terhadap sektor-sektor produktif selama menjadi legislator.
"Dalam lima tahun terakhir ini saya fokus di bidang-bidang tersebut," katanya.
Sebagai tindak lanjut gagasan tersebut, Rachmat mendorong kerja sama konkret antardaerah. Ia mencontohkan kolaborasi yang telah dibangun antara Gorontalo dengan Kota Sukabumi dalam pengembangan industri kedelai dan tempe.
"Gorontalo siap memasok kacang kedelai dan Sukabumi siap menampungnya untuk diolah menjadi tempe. Nah, mari kita kaji apa yang bisa dikerjasamakan antara Gorontalo dan Sidrap," katanya.
Didoakan Jadi Wapres
Selain meninggalkan gagasan pembangunan Indonesia Timur, Rachmat juga dikenal mudah berbaur dengan masyarakat.
Saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasdem di Makassar pada Agustus 2025, Gobel sempat membagikan momen sederhana melalui akun TikTok pribadinya Rachmatgobel_rg.
Ketika berjalan di sekitar Hotel Claro tempat Rakernas berlangsung, ia dihentikan seorang pengemudi ojek online bernama Anshor yang ingin berfoto bersama.
"Beliau setengah berteriak memanggil dan mencegat saya karena ingin berfoto bersama," tulis Gobel dalam unggahan tersebut.
Baca juga: Rachmat Gobel Dicegat Ojol di Jalanan Makassar, Minta Foto dan Doakan Jadi Wapres
Gobel kemudian berbincang dengan Anshor.
Saat ditanya dari mana mengenalnya, sang pengemudi menjawab, "Di televisi. Saya juga sering lihat di Tribun Timur."
Mendengar jawaban itu, Gobel menanggapinya dengan guyonan.
"Ah salah kamu, orang lain kali," kelakarnya.
Percakapan berlanjut dengan Gobel menanyakan penghasilan Anshor sebagai pengemudi ojek online yang berkisar Rp60 ribu hingga Rp120 ribu per hari.
Di akhir pertemuan, Anshor mengucapkan terima kasih karena Gobel dinilainya peduli kepada masyarakat, bahkan mendoakannya kelak menjadi wakil presiden.(*)