Beda Nasib dengan Balogun, Timnas Inggris Dapat Kabar Buruk Soal Hukuman Jarell Quansah
Arif Tio Buqi Abdulah July 10, 2026 08:30 AM

TRIBUNNEWS.COM - Timnas Inggris mendapat kabar kurang menyenangkan jelang laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Norwegia, pada Minggu (12/7/2026).

Bek Jarell Quansah dipastikan harus menjalani hukuman larangan bermain selama dua pertandingan usai kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Meksiko.

Quansah diusir wasit pada menit ke-54 dalam kemenangan dramatis Inggris 3-2 atas Meksiko setelah melakukan tekel keras terhadap Jesus Gallardo.

Pada laga melawan Meksiko tersebut, Inggris memang susah payah untuk meraih kemenangan dan terus-terusan dikurung tim tuan rumah.

Untungnya tim asuhan Thomas Tuchel itu tampil lebih efektif dengan berhasil memanfaatkan peluang lewat serangan balik. Hal ini telah diprediksi oleh Football Enthusiast, Raka Kisdiyatma beberapa waktu lalu.

"Inggris diperkirakan akan kesulitan menghadapi intensitas dukungan suporter Meksiko dan faktor cuaca yang tidak bersahabat bagi tim Eropa, yang membuat mereka harus berjuang keras di luar zona nyaman," kata Raka Kisdiyatma, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Sementara Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel masih belum tampil meyakinkan. Mereka sempat kesulitan saat menghadapi Kongo di babak 32 besar," sambungnya.

Alasan Hukuman Quansah Ditambah

Berdasarkan laporan dari BBC, Komite Disiplin FIFA menilai pelanggaran tersebut masuk kategori serious foul play atau permainan curang yang serius. 

Alhasil, bek Bayer Leverkusen itu tak hanya menerima hukuman otomatis satu pertandingan, tetapi juga tambahan satu laga larangan bermain.

Dengan keputusan tersebut, Quansah dipastikan absen saat Inggris menghadapi Norwegia di perempat final, sekaligus berpotensi melewatkan semifinal apabila The Three Lions berhasil lolos menghadapi pemenang laga Argentina kontra Swiss.

Bek berusia 23 tahun itu baru bisa kembali dimainkan jika Inggris berhasil mencapai partai final Piala Dunia 2026.

JERSEY TIMNAS INGGRIS - Jersey Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 yang dipajang di Solo Soccer, Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, pada Minggu, 31 Mei 2026. (TribunVideo/Akmal KhoirulHabib)

Keputusan tersebut menjadi pukulan bagi pelatih Thomas Tuchel yang tengah mengalami krisis pemain di posisi bek kanan.

Quansah tampil sebagai starter saat melawan Meksiko karena Reece James masih menjalani pemulihan cedera hamstring, sedangkan Djed Spence belum berada dalam kondisi fisik terbaik.

Meski begitu, Tuchel berharap James sudah bisa kembali memperkuat Inggris saat menghadapi Norwegia.

Asisten pelatih Inggris, Anthony Barry, mengaku kecewa dengan absennya Quansah.

"Bukan soal keputusan wasitnya, tetapi kami kehilangan pemain yang sangat bagus," ujar Barry.

"Ia tampil luar biasa dalam latihan dan kami memang sedang kekurangan pemain di posisi tersebut. Namun keputusan sudah dibuat dan kami harus beradaptasi," lanjutnya.

Di sisi lain, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dikabarkan mempertimbangkan langkah hukum, meski regulasi turnamen tidak membuka jalur banding terhadap hukuman tersebut.

FA juga telah menyampaikan protes keras kepada FIFA terkait proses tinjauan VAR. 

Mereka menilai wasit lebih dulu diperlihatkan gambar diam dan tayangan ulang gerak lambat sebelum melihat insiden dengan kecepatan normal, sehingga berpotensi menimbulkan bias dalam pengambilan keputusan.

Baca juga: Update Top Skor Piala Dunia 2026: Mbappe di atas Messi, Perebutan Sepatu Emas Makin Sengit

Beda Nasib dengan Balogun

Kasus Quansah kembali memunculkan sorotan terhadap konsistensi FIFA dalam menjatuhkan sanksi.

Pasalnya, striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, sebelumnya juga menerima kartu merah karena pelanggaran serius saat melawan Bosnia-Herzegovina.

Secara aturan, Balogun seharusnya menerima hukuman skorsing satu pertandingan. 

Namun FIFA membatalkan hukuman skorsing satu pertandingan yang sempat dijatuhkan kepada Balogun setelah proses peninjauan. 

Kontroversi Balogun bergulir karena peninjaun pencabutan skorsing terjadi usai Presiden AS Donald Trump mengontak langsung Presiden FIFA Gianni Infantino.

Keputusan tersebut menuai kritik luas dari berbagai pihak, termasuk UEFA, Belgia, hingga pelatih Inggris Thomas Tuchel, karena dianggap menunjukkan inkonsistensi dalam penerapan aturan disiplin.

Kini, Inggris harus mencari solusi di sektor bek kanan saat menghadapi ancaman Erling Haaland dan Norwegia di babak perempat final Piala Dunia 2026. 

Dengan kondisi Reece James yang baru pulih dan minimnya opsi alami di posisi tersebut, absennya Quansah menjadi tantangan besar bagi Tuchel dalam menjaga asa The Three Lions melaju ke semifinal.

(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.