- Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran pemerintah membangun pembangkit listrik dengan kapasitas total 100 gigawatt (GW) dalam kurun waktu dua tahun.
Arahan tersebut disampaikan saat rapat bersama para menteri teknis untuk mempercepat penguatan sektor energi nasional, Kamis (9/7).
Dalam kesempatan itu, Prabowo menanyakan secara langsung kepada para menteri apakah target ambisius tersebut realistis untuk diwujudkan.
Ketika giliran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dimintai tanggapan, dirinya menyatakan siap melaksanakan perintah tersebut.
Jawaban itu justru membuat Prabowo menyemprot Bahlil karena dinilai belum menjawab inti pertanyaan yang diajukan.
Prabowo menegaskan bahwa yang ingin didengarnya adalah penilaian realistis mengenai kemampuan pemerintah mencapai target tersebut, bukan sekadar pernyataan kesiapan menjalankan perintah.