TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOLOK - Gunung Api Ili Lewotolok Meletus, Jumat (10/7/2026) pagi dengan , tinggi kolom abu capai 500 Meter.
Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.
Gunung Api Ili Lewotolok saat ini Level II atau Waspada.
"Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Jumat, 10 Juli 2026, pukul 06:05 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 500 m di atas puncak (± 1923 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 33.2 mm dan durasi 54 detik,"tulis petugas Posmat, Yeremias Kristianto Pugel, dikutip TRIBUNFLORES.COM dari laman magma.esdm.go.id.
Baca juga: Gunung Lewotolok 175 Kali Erupsi 69 Gempa Hembusan 24 Jam Terakhir
Sementara berdasarkan laporan 24 jam terakhir, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I.
Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 20-50 meter dari puncak.
Cuaca cerah, angin lemah hingga sedang ke arah barat daya dan barat. Suhu udara sekitar 24-31°C.
Pengamatan Kegempaan
146 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 11.1-40 mm, dan lama gempa 34-115 detik.
67 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 4.4-22.1 mm, dan lama gempa 18-57 detik.
4 kali Harmonik dengan amplitudo 4.4-22.1 mm, dan lama gempa 121-318 detik.
Rekomendasi
1. Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok.
2. Mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut G. Ili Lewotolok.
3. Masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit serta menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya, serta menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik.
4. Pemerintah daerah dan masyarakat senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Badan Geologi di Bandung untuk mendapatkan informasi terkait aktivitas G. Ili Lewotolok.
5. Perkembangan aktivitas serta rekomendasi teknis G. Ili Lewotolok dapat juga dipantau melalui aplikasi/website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id) dan media sosial Badan Geologi, serta website Badan Geologi (www.geologi.esdm.go.id).