Anhar Gonggong Kritik Pengangkatan Asisten Raffi Ahmad: 'Ini Bagian dari Proses Perusakan Negara'
Satrio Sarwo Trengginas July 10, 2026 08:52 AM

TRIBUNJAKARTA.COM - Sejarawan senior Prof. Anhar Gonggong mengkritik pengangkatan Mufli Budi Ananda, asisten Raffi Ahmad, sebagai komisaris di PT Krakatau Posco.

Menurut Anhar, pengangkatan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai dasar pertimbangan yang digunakan dalam proses penunjukan komisaris di perusahaan tersebut.

"Apa hebatnya pembantunya Raffi Ahmad tiba-tiba diangkat menjadi komisaris. Apa hebatnya dia? Apa enggak ada orang lain?" kata Anhar dikutip dari YouTube-nya yang tayang pada Rabu (9/7/2026). 

Ia menilai masih banyak kalangan profesional maupun akademisi yang dinilai memiliki kompetensi untuk mengisi jabatan tersebut.

"Profesor doktor berapa banyak, kok pembantu?"

"PT Krakatau Posco jadi komisaris PT, ya artinya kan perusahaan kan itu, BUMN. Nah, pertanyaannya kan apa hebatnya, apa enggak ada profesor doktor yang mengerti betul tentang pekerjaannya di situ," ujarnya.

ANHAR KRITIK PEDAS - Sejarawan senior Prof. Anhar Gonggong mengkritik pengangkatan asisten Raffi Ahmad, Mufli Budi Ananda, sebagai komisaris di PT Krakatau Posco. Menurutnya, penunjukan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kewajaran dan kapasitas.
ANHAR KRITIK PEDAS - Sejarawan senior Prof. Anhar Gonggong mengkritik pengangkatan asisten Raffi Ahmad, Mufli Budi Ananda, sebagai komisaris di PT Krakatau Posco. Menurutnya, penunjukan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kewajaran dan kapasitas. (krakatauposco.co.id dan YouTube Anhar Gonggong)

Anhar mengatakan, penunjukan seperti itu berpotensi menimbulkan pandangan sinis dari masyarakat terhadap proses pengangkatan pejabat di perusahaan negara.

"Kan ini kan hal yang sebenarnya. Hal-hal semacam ini kan melahirkan pandangan sinis orang terhadap tindakan-tindakan yang seperti itu," katanya.

Tidak wajar

Ia juga mempertanyakan kewajaran pengangkatan tersebut.

Menurut Anhar, yang menjadi persoalan bukan sosok Raffi Ahmad maupun asistennya secara pribadi, melainkan proses pengambilan keputusan dalam tata kelola negara.

"Cuman menurut saya, orang yang menerima pembantunya Raffi Ahmad baik Raffi Ahmad maupun yang menerima itu, melampaui batas kewajaran dalam pengertian aturan pemerintah," katanya.

Anhar menegaskan kritiknya tidak ditujukan kepada individu tertentu, tetapi kepada tata kelola pemerintahan.

Ia mempertanyakan apakah pengangkatan tersebut merupakan langkah yang wajar dalam pengelolaan negara.

"Apa hebatnya pembantu, doktor kah dia? doktorandakah dia? Atau apa pekerjaannya memang sehebat itu? Apakah Raffi Ahmad itu orang paling hebat sehingga pembantunya sehebat itu? Artinya ini bukan persoalan kritik aja ini persoalan kewajaran," pungkasnya.

Prose perusakan negara

Dalam pandangannya, praktik yang dinilai tidak wajar berpotensi menjadi contoh yang kurang baik dalam penyelenggaraan negara.

"Nah, tindakan-tindakan tidak wajar ini lah bagian dari proses perusakan negara. Orang akan mencari jalan kan, kenapa Raffi Ahmad bisa mengangkat pembantunya, mengapa saya tidak bisa mengangkat pembantu saya.

Ia kembali menegaskan bahwa kritik tersebut disampaikan sebagai pandangan terhadap tata kelola negara, bukan serangan kepada pribadi siapa pun.

"Makanya yang seperti itu, jadi apa? ini sekali lagi saya tidak mengkritik secara personal saya cuma memandangnya dari segi pengeloilaan negara kan itu," katanya. 

Diangkat jadi komisaris

Di balik jabatan barunya itu, Mufli dikenal sebagai sosok yang setia mendampingi Raffi Ahmad, termasuk saat mengikuti ajang bergengsi World Marathon Majors (WMM) di berbagai negara.

Penunjukan Mufli sebagai komisaris memicu perhatian warganet.

Pasalnya, ia selama ini lebih dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad dibanding sebagai sosok yang berkecimpung di industri baja.

PENDAMPING LARI RAFFI - Nama Mufli Budi Ananda tengah menjadi perhatian publik setelah ditunjuk sebagai Komisaris PT Krakatau Posco. Di balik sorotan tersebut, Mufli selama ini dikenal sebagai pendamping setia Raffi Ahmad, termasuk saat mengikuti berbagai ajang World Marathon Majors (WMM) di sejumlah negara.
PENDAMPING LARI RAFFI - Nama Mufli Budi Ananda tengah menjadi perhatian publik setelah ditunjuk sebagai Komisaris PT Krakatau Posco. Di balik sorotan tersebut, Mufli selama ini dikenal sebagai pendamping setia Raffi Ahmad, termasuk saat mengikuti berbagai ajang World Marathon Majors (WMM) di sejumlah negara. (Instagram raffinagita1717)

PT Krakatau Posco sendiri merupakan perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan perusahaan baja asal Korea Selatan, POSCO, dengan komposisi kepemilikan saham masing-masing sebesar 50 persen.

Bagi penggemar Raffi Ahmad, nama Mufli Budi Ananda bukanlah sosok baru.

Ia telah lama menjadi orang kepercayaan Raffi dan hampir selalu mendampingi berbagai aktivitas sang artis, mulai dari urusan pekerjaan, bisnis, hingga perjalanan ke luar negeri.

Kedekatan Mufli dengan keluarga Raffi Ahmad juga kerap terlihat melalui unggahan di media sosial Raffi Ahmad maupun Nagita Slavina.

Pendamping setia Raffi ikut WMM

Tak hanya mendampingi aktivitas hiburan dan bisnis, Mufli juga kerap menemani Raffi Ahmad dalam hobi berlari.

Ia beberapa kali terlihat mendampingi Raffi mengikuti ajang World Marathon Majors, seperti Chicago Marathon, London Marathon, Berlin Marathon, hingga New York City Marathon.

Bahkan, pada Boston Marathon 2025, Mufli dipercaya mewakili Raffi Ahmad untuk mengikuti lomba tersebut.

Saat itu Raffi batal berangkat karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan mengikuti perlombaan.

Kehadiran Mufli dalam berbagai ajang marathon dunia membuat wajahnya cukup dikenal di kalangan penggemar Raffi Ahmad, terutama para pelari yang mengikuti perjalanan Raffi menuntaskan seri World Marathon Majors.

Latar Belakang Pendidikan

Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Mufli Budi Ananda tercatat pernah menempuh pendidikan di dua perguruan tinggi.

Ia menyelesaikan pendidikan Diploma Tiga (D3) Teknik Listrik di Politeknik Bunda Kandung setelah terdaftar sebagai mahasiswa pada 2007.

Setelah itu, Mufli sempat melanjutkan pendidikan Sarjana Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional pada 2012.

Namun, ia mengundurkan diri pada 2017.

Pada 2014, Mufli kembali tercatat sebagai mahasiswa di kampus yang sama, tetapi kembali mengundurkan diri pada 2018 sebelum menyelesaikan studinya.

Latar belakang pendidikan tersebut kemudian menjadi sorotan di media sosial setelah dirinya diumumkan sebagai Komisaris PT Krakatau Posco.

Sejumlah warganet mempertanyakan kesesuaian pengalaman dan latar belakang pendidikannya dengan jabatan komisaris di perusahaan industri baja tersebut.

Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak PT Krakatau Posco maupun Kementerian BUMN mengenai mekanisme serta dasar pertimbangan pengangkatan Mufli Budi Ananda sebagai komisaris perusahaan tersebut.

Berita terkait

  • Baca juga: Anhar Gonggong Kritik Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco, Singgung Soal Kewajaran
  • Baca juga: Lita Gading Kritik Penunjukan Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Singgung KKN dan Jalur Ordal
  • Baca juga: SOSOK Adinda Oktaviani, Istri Asisten Raffi Ahmad yang Hobi Lari dan Main Sepak Bola

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.