SOSOK di Balik Foto Keluarga Rumah di Sentul, Emas 74 Kg dan Ratusan Miliaran Tersembunyi di Dinding
Angel aginta sembiring July 10, 2026 08:54 AM

TRIBUN-MEDAN.COM – Sosok di balik foto keluarga rumah mewah di Sentul dan didalamnya tersembunyi 74 kg emas hingga uang ratusan miliaran jadi barang bukti.

Adapun sejumlah foto keluarga di rumah mewah di Sentul yang digeledah dan mengungkap brankas berisi 74 kg emas dan uang ratusan miliar yang tersembunyi di dinding jadi sorotan.

Foto-foto tersebut diamankan penyidik bersama dokumen penting dan telepon seluler dari dalam rumah.

Salah satu foto yang menjadi perhatian memperlihatkan seorang pria, seorang wanita, serta tiga anak yang berpose layaknya foto keluarga di studio.

Bingkai foto berwarna perak itu diketahui dipajang di ruang tamu, tepat di atas sofa.

Hingga kini, identitas perempuan yang terdapat dalam foto tersebut masih belum diungkapkan kepada publik.

Sementara itu, sosok pria dewasa dalam foto disebut-sebut berkaitan dengan pemilik rumah yang tengah menjadi sorotan. 

Kortas Tipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto mengatakan pihak yang ada dalam foto diduga merupakan pemilik rumah dan barang berharga yang ditemukan dalam brankas.

Baca juga: 7 Rumah Sakit Ibu dan Anak di Medan, Lengkap dengan Alamat dan Fasilitasnya

"Kita juga melakukan penyitaan dokumen termasuk handphone, beberapa foto keluarga diduga pemilik rumah dan pemilik barang dalam brankas. Selanjutnya barang bukti akan kita lakukan penyitaan," katanya.

Lelaki pada foto diduga merupakan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah.

Namun begitu, Totok belum dapat memastikan kebenaran sosoknya.

"Saat ini masih didalami, mohon waktu," katanya.

Sementara itu, Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto menyatakan foto-foto tersebut diduga merupakan dokumentasi keluarga pemilik rumah sekaligus pihak yang memiliki barang berharga di dalam brankas.

Karena dinilai memiliki keterkaitan dengan proses penyidikan, seluruh foto tersebut turut disita sebagai barang bukti.

Di sisi lain, beredar dugaan bahwa pria yang terlihat dalam salah satu foto merupakan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Namun, hingga saat ini, aparat penegak hukum belum memberikan keterangan resmi mengenai identitas pihak-pihak yang terdapat dalam foto tersebut.

Adapun dalam penggeledahan polisi menemukan brankas terkunci yang tersembunyi di dinding kamar lantai dua.

Brankas menyimpan koper berisi emas batangan dan uang.

Totok merinci dalam koper berisi 74 kilo emas batangan, 4.767.300 dollar Amerika Serikat (USD), 14.083.800 dollar Singapura (SGD), dan uang Rp 100 juta.

"Estimasi total dalam rupiah Rp 476 miliar," kata Totok.

Baca juga: Penggeledahan Terkait Korupsi BUMN Berlanjut, Polisi Angkut Komputer dan Dokumen dari Ruko di Cipete

Ketua RW setempat, Agung Hermawan mengaku tidak mengenal sosok wanita yang ada pada foto keluarga di rumah Sentul.

"Saya engga kenal tadi sosoknya juga ada ibu-ibu fotonya, yang di tempat saya berdiri gak ada foto-foto lain," katanya.

Agung mengatakan mengaku tidak mengenal penghuni rumah yang menjadi warganya.

Menurutnya, pemilik rumah tidak melakukan sosialisasi dengan lingkungan sekitar, serta tak ada aktivitas yang menonjol.

"Warganya juga kurang bergaul dengan kami, jadi kita juga kurang informasi mengenai pemilik rumah. Sehari-harinya kosong, cuma hanya yang jaga aja," katanya.

Baca juga: SETELAH Disorot, Hakim PN Medan Bebaskan 2 Remaja Beli BBM 25 Liter Pakai Jerigen: Ekonomi Keluarga

IPW Minta Panglima TNI Tertibkan Prajurit Setelah Polri Sita 74 Kg Emas dari Kasus Korupsi Batu Bara

Disisi lain, Penggerebekan ini menjadi perbincangan publik. Meskipun TNI telah membantah mengirimkan prajurit ke Polda Metro Jaya, publik menilai ada yang tidak beres dengan kondisi sekarang.

"Tidak benar TNI mendatangi Polda," kata Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas saat dimintai konfirmasi, Kamis (9/7/2026).

Sejumlah spekulasi terkait kondisi ini mencuat di media sosial. Diketahui, Polri telah menyita Rp 476 miliar dan 74 kilogram emas dari dugaan korupsi batu bara yang akibatkan blackout di Sumatera. 

Terkait kedatangan sejumlah prajurit TNI ini diungkap Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso. 

Sugeng mengatakan bahwa prajurit dikerahkan oleh dua perwira TNI berpangkat Brigadir Jenderal atau perwira TNI Bintang Satu. 

Kata Sugeng, prajurit dikerahkan diduga untuk mengambil alih barang bukti yang disita Polisi. 

"Kedatangan orang-orang yang diduga oknum TNI ini diinformasikan hendak mengambil secara paksa saksi-saksi dan barang bukti yang sedang diperiksa oleh Dirkrimsus Polda Metro Jaya pasca ditemukannya barang bukti sejumlah uang tunai dalam bentuk mata uang asing USD dan SGD serta emas batangan yang nilainya setara dengan Rp 541 miliar yang ditemukan dari 2 tempat yang digeledah yaitu di restoran de'Clan Jakarta Selatan dan di rumah yang berlokasi di Sentul Bogor," ujar Sugeng melalui keterangan resminya, Kamis (9/7/2026).

Sugeng menjelaskan, kedua lokasi yang digeledah oleh penyidik kepolisian tersebut diduga kuat milik seorang pejabat utama di lingkungan Kejaksaan Agung.

Ia meyakini pergerakan puluhan terduga aparat militer tersebut tidak didasarkan pada garis komando resmi.

"Indonesia Police Watch menduga oknum-oknum ini bertindak tidak atas perintah dari pimpinan yang resmi, tetapi tampaknya dimanfaatkan oleh pihak yang sedang saat ini sedang gerah digeledah beberapa tempatnya, dimanfaatkan oleh, diduga oleh pejabat utama yang ada di Kejaksaan Agung," tegas Sugeng.

Atas peristiwa ini, Sugeng mengingatkan bahwa perbuatan para oknum tersebut merupakan pelanggaran hukum berat.

Tindakan ini juga dinilai dapat mencoreng institusi TNI. "Selanjutnya, perlu disampaikan bahwa tindakan tersebut adalah tindakan perbuatan langsung yang bisa dikategorikan sebagai tindakan menghalangi proses penegakan hukum atau obstruction of justice," katanya.

Lebih lanjut, Sugeng mendesak Panglima TNI dan Polisi Militer (POM) TNI untuk segera turun tangan menindak oknum perwira tinggi maupun prajurit yang terlibat dalam insiden di Polda Metro Jaya.

"IPW mendesak Panglima TNI untuk menertibkan kesatuan-kesatuan yang ada di bawahnya serta menertibkan anggota-anggota yang menjadi oknum ini," ujar Sugeng.

Kakortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto sebelumnya menegaskan bahwa operasi penggeledahan ini terkait dugaan korupsi dan TPPU perkara PLN batu bara, PT Asabri, dan Krakatau Steel. 

"Salah satu proses penyidikan, kita saat ini melaksanakan penggeledahan di beberapa tempat," ujar Totok.

*/tribun-medan.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.