TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Tingginya harga kebutuhan pokok hingga material bangunan di Kecamatan Nusa Penida kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Klungkung.
Salah satu penyebabnya adalah biaya distribusi logistik yang masih tinggi karena akses pengiriman barang belum efisien.
Kondisi tersebut mendorong Pemkab Klungkung kembali mengusulkan percepatan pembangunan Pelabuhan Kusamba.
Baca juga: Mesin Olah Sampah Pirolisis Tidak Kunjung Beroperasi di Klungkung, Residu Menumpuk di TOSS Centre
Infrastruktur tersebut dinilai menjadi solusi untuk memangkas biaya logistik sekaligus menekan inflasi di wilayah kepulauan itu.
Usulan tersebut disampaikan Bupati Klungkung, I Made Satria, saat menghadiri rapat koordinasi bersama Gubernur Bali, I Wayan Koster, dan Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Kamis (9/7/2026).
Menurut Satria, keberadaan Pelabuhan Kusamba tidak hanya mendukung rencana jalur tol laut untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Bali, tetapi juga menjadi akses distribusi yang lebih efektif menuju Nusa Penida.
Baca juga: Klungkung Bali Matangkan Inovasi OPD Jelang IGA 2026, Harus Berdampak bagi Masyarakat
"Inflasi di Nusa Penida masih cukup tinggi karena biaya logistik. Kalau Pelabuhan Kusamba sudah terwujud, distribusi bahan kebutuhan pokok maupun material bangunan akan lebih lancar. Dampaknya harga barang di Nusa Penida bisa ditekan sehingga mendekati harga di daratan Klungkung," ujar Satria.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap rencana pembangunan pelabuhan tersebut. Menurutnya, proyek itu menjadi kebutuhan mendesak karena berkaitan langsung dengan biaya hidup masyarakat di Nusa Penida.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap usulan tersebut.
Baca juga: Klungkung Usulkan Puskesmas Baru di Nusa Penida Bali, Hingga Penguatan Layanan Kanker dan Jantung
Ia memastikan rencana pembangunan Pelabuhan Kusamba akan dimasukkan ke dalam program prioritas Kementerian Perhubungan.
Menurut Dudy, pembangunan pelabuhan tersebut memiliki dampak langsung terhadap kelancaran distribusi barang sekaligus stabilitas harga kebutuhan pokok bagi masyarakat Nusa Penida.
"Ini menyangkut hajat hidup masyarakat dan harga kebutuhan pokok di Nusa Penida, sehingga kami jadikan prioritas. Kami meminta seluruh proses administrasi segera disiapkan agar Pemerintah Kabupaten Klungkung dapat berkoordinasi lebih intensif dengan Direktorat Jenderal terkait di Kementerian Perhubungan," katanya. (*)