4 Berita Populer Padang: Perbaikan Jalan Berlubang, Toko Buku Ramai Jelang Sekolah & Harga Emas
Rezi Azwar July 10, 2026 10:02 AM

1. Jalan Berlubang di Perlintasan Rel Lubuk Buaya Padang Baru Diperbaiki Setelah Jatuh Korban

PERLINTASAN REL DIPERBAIKI – Kendaraan melintas di perlintasan kereta api Jalan Adinegoro, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis (9/7/2026). Belasan lubang yang sebelumnya menganga di sela-sela rel dan sempat viral karena menyebabkan banyak pengendara sepeda motor terjatuh telah ditambal menggunakan aspal untuk mengurangi risiko kecelakaan.
PERLINTASAN REL DIPERBAIKI – Kendaraan melintas di perlintasan kereta api Jalan Adinegoro, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Kamis (9/7/2026). Belasan lubang yang sebelumnya menganga di sela-sela rel dan sempat viral karena menyebabkan banyak pengendara sepeda motor terjatuh telah ditambal menggunakan aspal untuk mengurangi risiko kecelakaan. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Kondisi perlintasan rel kereta api di Jalan Adinegoro Nomor 22, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, yang sempat viral karena memicu banyak pengendara sepeda motor terjatuh akhirnya mendapat penanganan.

Belasan lubang yang sebelumnya menganga di sela-sela rel kini telah ditambal menggunakan aspal. Perbaikan dilakukan pada Kamis (9/7/2026).

Pantauan reporter TribunPadang.com, Fajar Alfaridho Herman di lokasi sekitar pukul 18.30 WIB, lubang-lubang dengan ukuran bervariasi, mulai sekitar 10 hingga 60 sentimeter dan kedalaman mencapai 5 hingga 20 sentimeter, tampak telah tertutup material aspal.

Selain itu, sejumlah rambu sementara bertuliskan "Awas Ada Pengerjaan Jalan" dan "Hati-hati Jalan Berlubang" dipasang di sekitar lokasi.Sebuah mesin pengaspal juga masih terlihat berada di tengah jalan usai proses pengerjaan.

Perlintasan yang berada sekitar 600 meter dari Pasar Lubuk Buaya itu sebelumnya dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan, terutama ketika hujan turun.

Baca juga: Rumput Stadion Haji Agus Salim Padang Masih Utuh di Tengah Pembongkaran

Perbaikan Dimulai Sejak Sore Hari

Seorang pemilik warung di dekat perlintasan rel, Randi, mengatakan proses penambalan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB atau usai salat Ashar dan selesai menjelang waktu Maghrib.

"Pengerjaannya sudah sejak sore tadi habis salat Ashar sekitar pukul 16.00 WIB, kemudian selesai menjelang adzan salat Maghrib," kata Randi kepada TribunPadang.com.

Menurutnya, perbaikan tersebut dilakukan tidak lama setelah video yang memperlihatkan banyak pengendara terjatuh di lokasi itu ramai beredar di media sosial.

"Syukurlah videonya viral kemarin, jadi cepat diatasi. Kalau tidak viral ya pasti lama akan diperbaiki. Setidaknya sekarang bisa mengantisipasi dan mengurangi risiko kecelakaan meskipun belum diperbaiki secara maksimal," ujarnya.

Baca juga: Nasib Sial Sopir Travel di Sitinjau Lauik Padang, Kemalingan Uang dan Paket Buah Usai Kecelakaan

Sebelumnya Dikeluhkan Warga

Sebelumnya, kondisi perlintasan rel tersebut menjadi keluhan masyarakat karena mengalami kerusakan cukup parah.

Pantauan TribunPadang.com pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 18.40 WIB menunjukkan belasan lubang menganga di sepanjang sela rel.

Kerusakan membentang sekitar 100 meter dengan permukaan jalan di antara rel lebih rendah dibandingkan besi rel sehingga menyulitkan kendaraan yang melintas.

Kondisi itu semakin berbahaya saat hujan turun. Genangan air menutupi lubang sehingga tidak terlihat oleh pengendara, sementara permukaan rel menjadi licin.

Saat itu, sejumlah mobil tampak menghantam lubang hingga terdengar benturan keras.

Sementara pengendara sepeda motor terpaksa memperlambat laju kendaraan dan mencari jalur yang dianggap lebih aman agar tidak terjatuh.

Baca juga: Lima Hari Pencarian Bocah 3,5 Tahun di Pasaman Tak Kunjung Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Puluhan Pengendara Sempat Terjatuh

Pemilik warung lainnya, Uncu, sebelumnya mengungkapkan bahwa lokasi tersebut hampir selalu memakan korban ketika hujan mengguyur.

Bahkan, dalam kurun waktu sekitar tiga jam setelah hujan turun, lebih dari 20 pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh.

"Kalau dihitung sejak hujan sekitar pukul 15.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB ini saja sudah sekitar 20 orang lebih pengendara motor yang jatuh. Kalau mobil yang masuk lubang juga sudah puluhan," ujarnya.

Menurut Uncu, kerusakan di perlintasan itu bukan kali pertama terjadi. Jalan di sekitar rel memang sudah beberapa kali diperbaiki, namun kembali rusak dalam waktu relatif singkat.

"Mungkin karena getaran kereta api, jadi aspal di samping rel cepat rusak dan berlubang. Padahal sudah sering diperbaiki," katanya.

Ia menyebut perlintasan tersebut terakhir diperbaiki pada awal 2026, namun beberapa bulan kemudian kondisinya kembali rusak.

Baca juga: Suka Duka PKJR Sitinjau Lauik Atur Lalin: Adu Mulut dengan Pengendara, Tak Maksa Minta Sumbangan

Lampu Jalan Mati Tambah Risiko Kecelakaan

Selain kerusakan jalan, warga juga mengeluhkan lampu penerangan jalan di sekitar perlintasan yang sudah lama tidak berfungsi.

Menurut warga bernama Wit, kondisi gelap pada malam hari membuat lubang di sekitar rel semakin sulit terlihat sehingga risiko kecelakaan meningkat.

"Lampu penerangannya sudah lama tidak hidup. Kalau malam itu gelap sekali di sini. Lubang-lubang tidak kelihatan, kadang orang melaju kencang saja sehingga sering terjatuh," katanya.

Warga berharap instansi terkait tidak hanya melakukan penambalan sementara, tetapi juga melakukan perbaikan secara menyeluruh terhadap konstruksi jalan di perlintasan rel serta menghidupkan kembali lampu penerangan agar keselamatan pengguna jalan lebih terjamin, terutama saat hujan maupun pada malam hari. (*)

2. Jelang Tahun Ajaran Baru, Toko Buku di Padang Kebanjiran Pembeli, Pendapatan Naik Dua Kali Lipat

Suasana berbeda mulai terlihat di kawasan Pasar Nanggalo atau yang biasa disebut Pasar Siteba, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat, beberapa hari menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 pada Senin (13/7/2026) depan.

Pantauan reporter TribunPadang.com, Fajar Alfaridho Herman, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, sejumlah toko buku dan perlengkapan sekolah di kawasan Pasar Siteba dipadati warga yang datang silih berganti.

Mayoritas pengunjung merupakan para orang tua yang mengajak anak-anak mereka, terutama yang akan memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD). Mereka tampak sibuk memilih berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari buku tulis, alat tulis hingga perlengkapan penunjang lainnya.

Baca juga: Pasar Raya Padang Diserbu Pembeli Jelang Ajaran Baru, Penjualan Seragam Sekolah Melejit 40 Persen

Momen menjelang masuk sekolah ini membawa berkah tersendiri bagi para pedagang. Lonjakan jumlah pembeli mulai dirasakan sejak sepekan terakhir dan diperkirakan masih akan terus meningkat hingga sehari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Kunjungan dan Penjualan Meningkat

PENINGKATAN PENJUALAN - Suasana salah satu toko perlengkapan sekolah di kawasan Pasar Siteba, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Kamis (9/7/2026).
PENINGKATAN PENJUALAN - Suasana salah satu toko perlengkapan sekolah di kawasan Pasar Siteba, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Kamis (9/7/2026). (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Asiya Fitri, kasir salah satu toko buku di kawasan Pasar Siteba, mengatakan jumlah pengunjung mengalami peningkatan signifikan dibanding hari-hari biasa.

"Alhamdulillah semakin hari semakin meningkat kunjungan menjelang masuk sekolah. Rata-rata pembeli berbelanja lebih dari Rp100 ribu, meningkat dibanding hari biasanya," kata Asiya kepada TribunPadang.com.

Ia menyebutkan, peningkatan pembelian sudah mulai terasa sejak minggu lalu dengan mayoritas pembeli merupakan para ibu yang berbelanja kebutuhan sekolah anaknya.

"Hari biasa paling sekitar 50 orang lebih yang datang. Sekarang bisa lebih dari 100 orang per hari," ujarnya.

Baca juga: Seragam Gratis Bikin Penjualan Pedagang Pasar Raya Padang Lesu, Omzet Disebut Nyaris Hilang

Menurutnya, barang yang paling banyak diburu pelanggan adalah buku tulis, pulpen, pensil, kotak pensil, sampul buku, hingga berbagai perlengkapan sekolah lainnya.

Meski demikian, Asiya menilai peningkatan pendapatan toko saat ini belum mencapai puncaknya.

"Kalau sekarang mungkin baru naik sekitar 50 sampai 80 persen. Biasanya dua atau satu hari sebelum masuk sekolah pendapatan bisa naik lebih dari 100 persen dibanding hari biasa," katanya.

Ia memprediksi peningkatan penjualan juga masih akan terjadi setelah tahun ajaran baru dimulai.

"Biasanya setelah sekolah mulai, masih ada orang tua yang kembali membeli buku atau perlengkapan yang ternyata diminta pihak sekolah tetapi belum sempat dibeli sebelumnya," jelasnya.

Omzet Pedagang Diperkirakan Tembus Dua Kali Lipat

Hal senada disampaikan Son, pemilik toko buku lainnya di kawasan Pasar Siteba.

Ia mengatakan lonjakan pengunjung tahun ini cukup tinggi dan bahkan melebihi 100 persen dibanding hari biasa.

"Kalau hari biasa mungkin sekitar 20 orang yang datang. Sekarang bisa lebih dari 100 orang per hari. Peningkatan ini mulai terasa sejak minggu ini," katanya.

Baca juga: Harga Emas di Padang Anjlok Saat Dolar dan Minyak Dunia Melejit, Pedagang: Ini Anomali Langka

Menurut Son, hampir seluruh pembeli mencari kebutuhan dasar sekolah seperti buku tulis, pensil, pulpen, penghapus hingga berbagai perlengkapan alat tulis lainnya.

"Namanya tahun ajaran baru, tentu yang dicari buku dan alat tulis sekolah. Itu yang paling banyak dibeli," ujarnya.

Tak hanya jumlah pembeli, omzet penjualan juga ikut terdongkrak.

"Kalau biasanya pendapatan di bawah Rp5 juta per hari, sekarang bisa di atas Rp5 juta bahkan mendekati Rp10 juta. Bisa dibilang meningkat lebih dari 100 persen," ungkapnya.

Tambah Karyawan Hadapi Lonjakan Pembeli

Meningkatnya aktivitas belanja juga membuat pemilik toko harus menambah jumlah karyawan agar pelayanan tetap maksimal.

Baca juga: Perak Tak Lagi Dilirik, Pedagang di Pasar Raya Padang Sebut Warga Kini Pilih Investasi Emas

"Kalau hari biasa cukup satu atau dua karyawan. Menjelang masuk sekolah seperti sekarang kami tambah menjadi lima sampai tujuh orang," katanya.

Meski memperkirakan puncak penjualan terjadi satu hingga dua hari sebelum sekolah dimulai, Son mengatakan permintaan biasanya masih berlanjut setelah kegiatan belajar mengajar berlangsung.

"Setelah sekolah memang mulai menurun, tetapi masih ada orang tua yang datang membeli tambahan buku atau perlengkapan lain yang baru ditetapkan pihak sekolah," tuturnya.(*)

3. Harga Emas di Pasar Raya Padang Kembali Turun Hari Ini, Satu Ameh Kini Rp5,6 Juta

HARGA EMAS- Deretan perhiasan emas dipajang di etalase Toko Damrah, kawasan Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, Kamis (9/7/2026). Harga emas perhiasan biasa kini berada di angka Rp2.240.000 per gram.
HARGA EMAS- Deretan perhiasan emas dipajang di etalase Toko Damrah, kawasan Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, Kamis (9/7/2026). Harga emas perhiasan biasa kini berada di angka Rp2.240.000 per gram. (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Pergerakan harga logam mulia di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, menunjukkan tren yang tidak biasa dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi pasar dikejutkan dengan penurunan harga komoditas pelindung nilai (safe haven) ini secara berturut-turut.

Hal tersebut terpantau langsung di salah satu pusat perdagangan perhiasan terbesar di Ibu Kota Sumatera Barat, yakni kawasan Pasar Raya Kota Padang.

Tren Penurunan Sudah Terasa Sejak 10 Hari Terakhir

Kamil, salah seorang karyawan di Toko Emas Damrah, mengungkapkan bahwa grafik harga emas memang tengah lesu. saat ditemui pada Kamis (9/7/2026).

Menurut penuturan Kamil, penurunan nilai jual emas ini sejatinya sudah mulai terasa sejak sepuluh hari yang lalu.

Baca juga: Perak Tak Lagi Dilirik, Pedagang di Pasar Raya Padang Sebut Warga Kini Pilih Investasi Emas

"Kalau dihitung mundur dari sekitar sepuluh hari yang lalu, grafik harga emas memang sudah mulai bergerak turun secara perlahan," ujar Kamil saat memberikan keterangan di sela-sela aktivitas melayani pelanggan.

Kamil menambahkan, koreksi harga yang cukup signifikan kembali terjadi dalam waktu dekat ini, tepatnya sejak hari Selasa kemarin.

Respons Unik Warga: Tahan Jual, Borong Cincin Emas

Meskipun secara umum harga sedang melandai, tren penurunan ini justru memicu perilaku unik di kalangan masyarakat atau pelaku investasi lokal.

Alih-alih panik dan berbondong-bondong melepas aset mereka, sebagian besar warga Kota Padang justru memilih langkah yang berkebalikan.

Saat ini, banyak pelanggan yang sengaja menahan diri untuk tidak menjual koleksi perhiasan maupun emas batangan mereka ke toko.

Baca juga: Cerita Warga Padang Rela Membeli Emas saat Harga Naik, Sari Amankan Dana Sekolah Anak

Langkah menahan aset ini bukan tanpa alasan kuat, melainkan karena didasari oleh analisis masa depan.

Masyarakat lokal memprediksi bahwa dalam beberapa waktu ke depan, nilai logam mulia ini bakal kembali meroket ke angka tertinggi.

Di sisi lain, bagi masyarakat yang memiliki modal lebih, momen penurunan harga ini justru dimanfaatkan untuk berbelanja.

Kamil menyebutkan bahwa aktivitas transaksi di tokonya tetap berjalan karena ada beberapa orang yang sengaja datang untuk membeli.

Dari sekian banyak jenis perhiasan yang dipajang di etalase, jenis produk yang paling diminati oleh konsumen saat ini adalah cincin.

Cincin emas dinilai menjadi pilihan praktis, baik untuk menunjang penampilan sehari-hari maupun sebagai sarana investasi mikro.

Rincian Harga Emas di Pasar Raya Padang

Untuk rincian harga di Toko Emas Damrah per Kamis (9/7/2026), harga emas perhiasan biasa kini berada di angka Rp2.240.000 per gram.

Sementara itu, untuk satuan khas masyarakat Minangkabau yaitu emas satu saameh (setara sekitar 2,5 gram), dibanderol di kisaran harga Rp5.600.000.

Menariknya, ada perbedaan harga yang cukup kentara jika konsumen memilih jenis produk yang berbeda.

Baca juga: Unik! Warga Gadaikan Warisan Kotak Korek Kuping Emas di Pegadaian UPC Marapalam

Kamil menjelaskan bahwa untuk varian emas cetakan atau emas mesin, terdapat selisih atau kisaran perbedaan harga sekitar Rp150.000 jika dibandingkan dengan emas perhiasan konvensional.

Harga Emas Antam Mengalami Kemerosotan Paling Tajam

Dari semua jenis komoditas logam mulia yang tersedia, emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menjadi produk yang mengalami kemerosotan paling tajam.

Penurunan drastis ini bahkan membuat Kamil merasa heran dengan dinamika pasar yang terjadi akhir-akhir ini.

"Harga emas Antam sekarang berada di angka Rp2.575.000 dari yang sebelumnya sempat menyentuh Rp2.600.000 per gram," papar Kamil merincikan penurunan tersebut.

Dolar dan Minyak Naik, Emas Justru Anjlok

Kondisi lesunya peminat emas batangan premium ini memicu pertanyaan tersendiri bagi para pedagang lokal.

Baca juga: Harga Emas di Padang Turun Jadi Rp2.220.000 per Gram Hari Ini, Buyback Rp2.160.000

Kamil berpendapat selain faktor lokal, lesunya harga emas saat ini terbilang aneh secara teori ekonomi global.

Kamil menyoroti anomali di mana nilai mata uang Dolar Amerika Serikat (USD) terpantau sedang menguat tajam, namun harga emas justru malah bergerak turun.

Dinamika aneh ini semakin dipertegas dengan kondisi pasar komoditas global, khususnya sektor energi, di mana harga minyak mentah dunia juga dilaporkan tengah merangkak naik.

Kamil menyatakan bahwa situasi saat ini, di mana harga minyak mentah naik, nilai tukar dolar menguat, namun harga emas justru ambles, merupakan sebuah anomali.

"Biasanya, dalam kondisi normal, harga ketiga hal ini (minyak, dolar, dan emas) akan bergerak naik secara bersamaan," pungkasnya.

Sementara itu, di tingkat nasional, lesunya harga emas juga diamini oleh pergerakan harga di PT Pegadaian (Persero) pada hari yang sama.

Berdasarkan data resmi per Kamis (9/7/2026), harga jual dan buyback (beli kembali) emas batangan di Pegadaian terpantau ikut terkoreksi tipis mengikuti pasar global.

Adapun harga emas Galeri24, Antam, dan UBS hari ini masing-masing berada di angka Rp2.621.000 per gram, Rp2.747.000 per gram, dan Rp2.634.000.(*)

4. Nasib Sial Sopir Travel di Sitinjau Lauik Padang, Kemalingan Uang dan Paket Buah Usai Kecelakaan

Seorang sopir travel bernama Adit harus menghadapi nasib sial setelah menjadi korban kecelakaan beruntun di kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Rabu (8/7/2026) malam.

Selain mobilnya hancur, ia juga kehilangan uang tunai dan puluhan paket buah naga yang ia bawa di dalam kendaraannya.

Diketahui, kecelakaan beruntun melibatkan lima kendaraan di Kelok Aia Bajanjang, kawasan Sitinjau Lauik Kecamatan Lubuk Kilangan pada Rabu (8/7/2026) malam.

Kecelakaan ini dipicu oleh truk bermuatan paket berwarna orange mengalami rem blong atau gagal fungsi pengereman.

Salah satu pengendara yang terlibat kecelakaan bernama Adit, dan menyebut kendaraan tertahan oleh truk Nisan berwarna merah sehingga tidak jadi masuk jurang.

Baca juga: Tiga Alat Berat Dikerahkan Robohkan Stadion Haji Agus Salim, Pembongkaran Sesuai Standar

Pada malam kejadian, Adit yang merupakan sopir angkutan travel datang dari arah Solok hendak menuju Padang dengan membawa enam orang penumpang.

Saat berhenti di Kelok Aia Bajanjang, minibus Toyota Avanza yang ua kendarai tiba-tiba ditabrak oleh kendaraan lain di belakangnya.

"Posisi saya berhenti sekira pukul 19.00 WIB, karena sebelumnya sempat ditahan oleh petugas PKJR saat truk dari arah Padang menuju Solok ingin naik. Saat berhenti itulah, kendaraan saya ditabrak dari belakang, penyebabnya truk rem blong," kata dia, Kamis (9/7/2026).

Adit menjelaskan, kronologi kejadian bermula dari kendaraan datanf dari arah Solok menuju Padang.

Sesampainya di Kelok Aia Bajanjang, harus behenti, lantaran truk menanjak dari arah Padang ke Solok diprioritaskan.

Saat parkir itu, truk membawa paket berwarna orange malaju kencang dan pertama kali menabrak truk tangki minyak.

Baca juga: Lima Hari Pencarian Bocah 3,5 Tahun di Pasaman Tak Kunjung Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

"Barulah truk tangki minyak menabrak mobil GrandMax pikap, lalu mobil saya, dan mobil saya menabrak truk Nisan warna merah," jelasnya.

Ia mengaku, kendaraanya paling hancur, sebab rusak di bagian belakang dan ringsek pada bagian depan, usai menghantam ekor truk Nisan berwarna merah.

Nasib Baik Datang

Berdasarkan pengakuan Adit, beruntungnya tidak ada korban jiwa dari kecelakaan beruntun yang terjadi.

Selain itu, nasib baik juga berpihak kepada meraka. Pasalnya, jika truk Nisan tidak menahan kendaraan yang terlibat kecelakaan, semuanya akan masuk ke dalam jurang.

Sebelum kejadian, truk Nisan tengah parkir akibat rusak di Kelok Aia Bajanjang, Sitinjau Lauik. Dengan hambatan itu, Adit merasa bersyukur. Jika tidak, ia tidak tahu akan nasib malang yang akan menimpa.

"Beruntung mobil saya dan yang lainnya ditahan oleh truk Nisan warna merah, kalau tidak, kemungkinan akan masuk ke jurang semuanya," tutur Adit.

Baca juga: Pembongkaran Stadion H Agus Salim Ditarget Rampung 3 Bulan, Pembangunan Baru Langsung Dimulai

Adit Sempat Ingin Lanjut

Menjelang kecelakaan dan diberhentikan oleh petugas PKJR saat truk menanjak dari arah Solok ke Padang, Adit sempat meminta izin untuk melanjutkan perjalanan.

Hanya saja, petugas PKJR di lokasi tak mengizinkannya. Menurut dia, jika diberi izin, bisa terhindar dari kecelakaan beruntun.

"Saya sempat ingin lanjut, tapi tidak dibolehkan, alasan saya ketika itu, jarak truk yang ingin menanjak masih jauh. Selain itu, saya juga dalam posisi terburu-buru, tapi tidak diizinkan, akhirnya kejadian," sebutnya.

Di sisi lain, saat tabrakan sudah terjadi, Adit langsung reflek membentangkan tangan ke arah kiri pintu mobil.

Tujuan ia melakukan itu tak lain utnuk melindungi penumpang angkutan travel yang duduk di posisi depan, atau di samping Adit.

Baca juga: Ika Asal Pesisir Selatan Pasrah Kejebak Kemacetan Sitinjau Lauik: Terserah Sampai Jam Berapa

"Saya langsung spontan membentangkan tangan ke arah pintu kiri untuk menghalangi penumpang terbentur di bagian dasbord. Akhirnya, dada dan tangan saya yang sakit terkena stir serta dasbor," pungkasya.

Ia menyebut hanya upaya itu yang dapat dilakukan, pasalnya kendaraanya sudah tidak bisa menghindar saat kecelakaan terjadi.

Sebelumnya, mesin minibus Toyota Avanza yang ia kendarai sudah dimatikan, gigi satu dimasukan dan rem tangan diaktifkan.

Tujuan ia melakukan itu, agar kendaraanya tidak meluncur pada penurunan, sembari menunggu truk selesai menanjak.

"Makanya, saya hanya bisa pasrah, namun beruntung masih selamat. Truk Nisan merah itulah penolong saya," katanya.

Baca juga: Cerita Warga Berburu Emas di Pasar Raya Padang, Kaget Pas Sampai Toko Ternyata Lebih Murah

Uang Miliknya Hilang

Tak selesai dengan kecelakaan, uang miliknya senilai Rp900.000 yang diletakan sebelumnya di dalam dasbord, hilang usai kejadian.

Ia baru mengetahui usai kembali dari rumah sakit, sedangkan posisi kendaraanya masih terpakir di lokasi kecelakaan.

"Uang saya hilang Rp900.000, saya tahu setelah balik dari rumah sakit, kondisi mobil saya tampak dimasuki orang," tuturnya.

Selain kehilangan uang, 40 paket buah naga yang akan ia antar, juga hilang usai kecelakaan terjadi.

Paket buah itu bernilai Rp850.000, dengan upah mengantarkan ke tempat tujuan Rp80.000, namun harus raib.

"Saya tidak habis pikir, ada juga yang mencari kesempatan di situasi seperti itu. Intinya total kerugian Rp1.750.000, selain mobil yang hancur," tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.