TRIBUNMANADO.CO.ID - Angka Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sulawesi Utara (Sulut) cukup tinggi.
Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Boltara per Juni 2026, tercatat ada 103 kasus TBC.
Kepala Dinkes Boltara, Sofian Mokoginta, mengatakan, Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculocis.
"Bakteri ini menyerang paru-paru dan juga organ lain," kata Sofian, Jumat (10/07/2026).
Ia menjelaskan, TBC menular melalui udara saat penderita batuk, bersin, berbicara atau meludah.
"Sehingga bakteri keluar bersama percikan dahak dan terhirup oleh orang lain," jelasnya.
Adapun gejala utama penyakit ini adalah batuk selama kurang lebih dua minggu, demam lama, berat badan menurun, berkeringat di malam hari dan batuk darah.
Menurut Sofian TBC dapat disembuhkan apabila berobat secara teratur dan tuntas minimal enam bulan.
"Jangan berhenti minum obat sebelum dinyatakan sembuh oleh dokter," ujarnya.
Ia meminta masyarakat segera mungkin memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat jika mengalami gejala TBC.
"Semakin cepat ditemukan, semakin cepat disembuhkan. Obat bisa didapatkan secara gratis di Puskesmas," jelasnya.
Berikut jumlah kasus TBC per kecamatan di Boltara:
Kecamatan Pinogaluman 13
Kecamatan Kaidipang 16
Kecamatan Bolangitang Barat 33
Kecamatan Bolangitang Timur 22
Kecamtan Bintauna 12
Kecamtan Sangkub 7
(TribunManado.co.id/Pri)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK