- Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, tetap memberikan dukungan penuh kepada Kylian Mbappe meski sang kapten gagal mengeksekusi penalti saat Les Bleus menyingkirkan Maroko pada babak perempat final Piala Dunia 2026.
Prancis memastikan tiket ke semifinal setelah mengalahkan Maroko dengan skor 2-0, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB.
Mbappe sempat mengalami momen sulit ketika gagal memanfaatkan hadiah penalti pada menit ke-28. Tendangan rendahnya berhasil ditebak dan diamankan kiper Maroko, Yassine Bounou.
Kegagalan tersebut menjadi penalti pertama yang gagal dieksekusi Mbappe bersama Timnas Prancis sejak Euro 2020.
Namun, Deschamps menegaskan bahwa kegagalan itu sama sekali tidak memengaruhi mental maupun kepercayaan diri penyerang berusia 27 tahun tersebut.
"Ini semifinal ketiga kami secara beruntun, dan itu bagus. Mungkin terlihat seperti sesuatu yang wajar, tetapi Anda tetap harus menyelesaikan pekerjaannya," ujar Deschamps, dikutip dari Reuters.
"Soal penalti itu, ketika yang menendang adalah Kylian, dia tidak pernah memiliki keraguan," lanjut pelatih berusia 57 tahun tersebut.
Kepercayaan Deschamps terbukti tidak salah.
Mbappe bangkit pada babak kedua dengan mencetak gol pembuka pada menit ke-60 melalui tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang gagal dijangkau Bounou.
Enam menit berselang, Ousmane Dembele menggandakan keunggulan Prancis usai memanfaatkan ruang yang tercipta dari pergerakan Mbappe.
Penampilan apik Mbappe saat melawan Maroko ini menjadi bukti bahwa penyerang Real Madrid itu benar-benar menjadi anadalan Les Bleus di Piala Dunia 2026 ini.
"Di Piala Dunia sekarang, Mbappe punya peran sebagai pemain nomor sembilan alias target man," ujar football enthusiast, Gigih W dalam Podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Dibantu pemain sekelas Dembele dan Olise, Mbappe tetap akan menjadi tumpuan bagi Deschamps,"
"Deschamps ini kan tipe pelatih seperti Ancelotti, ia akan membangun kualitas timnya dengan pemain kunci yang ia miliki, dan kalau di Prancis, ya Kylian Mbappe," lanjutnya.
Deschamps juga mengaku puas karena timnya berhasil memenuhi target awal turnamen dengan kembali menembus empat besar.
"Kami berada tepat di posisi yang kami inginkan," kata Deschamps
"Hari ini kami kembali melangkah satu tahap lebih jauh dengan berada di empat besar. Itu menunjukkan kami masih menjadi salah satu tim yang bersaing memperebutkan gelar," sambungnya.
Pada pertandingan tersebut, Prancis tampil dominan sejak awal laga.
Selain penalti Mbappe yang gagal, Les Bleus hampir membuka keunggulan sebelum turun minum melalui tendangan keras Lucas Digne yang membentur mistar gawang.
Sebaliknya, Maroko kesulitan memberikan ancaman berarti. Singa Atlas bahkan baru mencatatkan tembakan tepat sasaran pertama pada menit ke-84 melalui Azzedine Ounahi.
Gol ke gawang Maroko juga membawa Mbappe semakin dekat dengan sederet rekor pribadi.
Penyerang Real Madrid itu kini menjadi pemain termuda yang mencapai 20 penampilan di putaran final Piala Dunia sekaligus menyamai rekor Hugo Lloris sebagai pemain Prancis dengan jumlah penampilan terbanyak di ajang tersebut.
Tak hanya itu, Mbappe kini telah mengoleksi 20 gol di putaran final Piala Dunia sepanjang kariernya.
Di Piala Dunia 2026, koleksi delapan gol Mbappe membuatnya kembali memimpin daftar top skor turnamen, unggul atas Lionel Messi berkat jumlah assist yang lebih banyak.
Prancis kini tinggal menunggu pemenang laga Spanyol kontra Belgia untuk mengetahui lawan yang akan dihadapi pada babak semifinal, sementara Deschamps bertekad membawa Les Bleus kembali melangkah hingga partai final.
https://www.tribunnews.com/superskor/7852361/deschamps-puji-mental-mbappe-bangkit-usai-gagal-penalti-bawa-prancis-ke-semifinal-piala-dunia-2026