Aktivitas Gunung Merapi Jumat 10 Juli 2026: Teramati 7 Kali Guguran Lava Sejauh 1700 Meter
Muhammad Fatoni July 10, 2026 10:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi dilaporkan mengalami 7 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1700 meter.

Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hari ini, Jumat (10/7/2026), pukul 00.00-06.00 WIB.

Untuk aktivitas kegempaan, tercatat 29 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-26 mm dan lama gempa 65.21-191.58 detik.

Selain itu, tercatat pula 18 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-38 mm, S-P 0.3-0.5 detik dan lama gempa 22.97-48.57 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 25 meter dari puncak.

Sementara cuaca termaati cerah, angin tenang ke arah timur.

Suhu udara sekitar 17°C. Kelembaban 72 persen. Tekanan udara 919 mmHg.

Baca juga: Cuaca Wilayah DIY Hari Ini Cerah Berawan Sepanjang Hari

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.