Gempa Terkini di Jawa Barat 10 Juli 2026: Sukabumi Diguncang Gempa M 3,2 Pagi Ini
Dedy Herdiana July 10, 2026 11:35 AM

 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Baru saja gempa bumi terkini di Jawa Barat mengguncang Sukabumi, Jumat (10/7/2026) pagi.

BMKG melaporkan gempa bumi terkini mengguncang Sukabumi terjadi pukul 08.58 WIB dengan kekuatan Magnitudo 3,2.

Pusat gempa hari ini ditunjukkan BMKG di peta informasinya berada di darat dekat pantai, 57 Km Tenggara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Titik pusat gempa berada pada kedalaman 30 Km.

"Info Gempa Mag:3.2, 10-Jul-2026 08:58:04 WIB, Lok: 7.46 LS - 106.77 BT, 57 km Tenggara KAB-SUKABUMI-JABAR, Kedlmn: 30 km ::BMKG," tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Jumat (10/7/2026) pagi.

Baca juga: Info Gempa Terkini di Jawa Barat, Bogor dan Sukabumi Diguncang Gempa Beruntun Sejak Semalam

Sebelumnya, wilayah Jawa Barat kembali diguncang serangkaian gempa bumi berkekuatan magnitudo kecil sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari, 10 Juli 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan tiga aktivitas gempa yang melanda wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan data resmi BMKG, rentetan getaran ini dimulai dari wilayah Bogor dan disusul dua kali gempa di perairan selatan Sukabumi. Berikut rincian data ketiga gempa bumi terkini tersebut:

  • Gempa Kota Bogor (Kamis, 9 Juli 2026 - 22:12:18 WIB)

Gempa pertama berpusat di darat dengan kekuatan Magnitudo 2.1. Titik koordinat berada di 6.72 LS dan 106.58 BT, atau tepatnya 28 kilometer Barat Daya Kota Bogor, Jawa Barat. Gempa ini termasuk kategori gempa dangkal dengan kedalaman hanya 9 kilometer.

  • Gempa Pertama Kabupaten Sukabumi (Jumat, 10 Juli 2026 - 00:11:32 WIB)

Memasuki tengah malam, getaran berpindah ke wilayah selatan. Gempa berkekuatan Magnitudo 2.9 mengguncang laut di kedalaman 31 kilometer. Pusat gempa terdeteksi di koordinat 7.50 LS dan 106.75 BT, sekitar 61 kilometer Selatan Kabupaten Sukabumi.

  • Gempa Kedua Kabupaten Sukabumi (Jumat, 10 Juli 2026 - 01:00:30 WIB)

Kurang dari satu jam kemudian, gempa susulan kembali terjadi di lokasi yang berdekatan. Gempa berkekuatan Magnitudo 2.6 tercatat berada di koordinat 7.54 LS dan 106.48 BT, berpusat di laut sekitar 62 kilometer Selatan Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 33 kilometer.

Baca juga: Setelah Pangandaran, Gempa Beruntun Guncang Garut, Bandung, dan Cimahi Hari Ini 9 Juli 2026

BMKG memberikan catatan disclaimer bahwa seluruh informasi ini disampaikan dengan mengutamakan kecepatan penyiaran data publik.

Oleh karena itu, hasil pengolahan data awal dinilai belum sepenuhnya stabil dan masih berpotensi berubah seiring dengan kelengkapan serta analisis data lebih lanjut dari para ahli geomedis.

Baca juga: Jabar Diguncang 3 Gempa Malam Ini, Melanda Bogor dan Bandung, Berikut Keterangan BMKG

Skala Gempa 

Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut info MMI yang dapat dipelajari.

I MMI: Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

II MMI: Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI: Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI: Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI: Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI: Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI: Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

IX MMI: Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

X MMI: Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI: Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

XII MMI: Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Berikut tindakan yang perlu kamu lakukan saat gempa terjadi.

1. Tetap tenang

  • Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang!
  • Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung.

2. Di dalam rumah

  • Jika pada saat gempa sedang berada di dalam rumah atau penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan ajak orang yang ada di sekitarmu.
  • Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa.
  • Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk. Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup.

3. Di luar ruangan

  • Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka.
  • Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan. 

4. Di kerumunan

  • JIka saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan.
  • Untuk mengindari hal tersebut. kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka.

5. Di gunung atau dataran tinggi

  • Jika gempa terjadi saat kamu sendang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung.
  • Hidari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa.

6. Pusat gempa di laut

  • Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami.
  • Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi.

7. Di dalam kendaraan

  • Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh.
  • Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.