Kasus HIV di Kota Sorong Melonjak Jadi 318, Pemkot Gandeng Lintas Sektor Kejar Target Eliminasi 2030
Intan July 10, 2026 10:38 AM

TRIBUNSORONG.COM, SORONG – Pemerintah Kota Sorong memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam upaya menekan penyebaran HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria yang hingga kini masih menjadi tantangan di bidang kesehatan.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui Forum Kemitraan Lintas Sektor dalam Pencegahan dan Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria yang dibuka oleh Asisten III Bidang Umum Sekretariat Daerah Kota Sorong, Musa Fonataba, di Gedung Lambert Jitmau, Kamis (9/7/2026).

Dalam sambutannya, Musa mengatakan keberhasilan pengendalian ketiga penyakit tersebut tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi masyarakat, dunia usaha hingga masyarakat luas.

“Penanganan HIV/AIDS, TBC, dan malaria membutuhkan komitmen bersama. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar upaya pencegahan, penanganan, dan edukasi kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sorong menunjukkan jumlah kasus baru HIV mengalami peningkatan dalam satu tahun terakhir, dari 215 kasus pada 2024 menjadi 318 kasus sepanjang 2025.

Sementara itu, kasus malaria pada periode yang sama tercatat mencapai 1.139 kasus. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pengendalian secara berkelanjutan.

Baca juga: Peringatan HKG Ke-54 PKK, Pelajar SMPN 8 Dum Sorong Diberi Edukasi Bahaya Rokok hingga HIV/AIDS

Baca juga: Peringati Hari HIV/AIDS Sedunia, Puskesmas Malawili Sorong Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Menurut Musa, HIV/AIDS, TBC, dan malaria masih menjadi persoalan kesehatan yang berdampak luas, tidak hanya terhadap kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga terhadap kondisi sosial dan produktivitas ekonomi.

Karena itu, Pemerintah Kota Sorong terus menyelaraskan program pembangunan daerah dengan target nasional, termasuk komitmen Indonesia untuk mengeliminasi HIV/AIDS, TBC, dan malaria pada tahun 2030.

Ia menjelaskan forum lintas sektor tersebut menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis yang akan dijalankan bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Kami berharap melalui forum ini lahir komitmen bersama yang benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata sehingga target eliminasi pada tahun 2030 dapat tercapai,” katanya.

Musa juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya yang telah memberikan dukungan dan pendampingan dalam pelaksanaan forum tersebut.

Ia berharap seluruh peserta mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif sehingga upaya pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan malaria di Kota Sorong dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. (Tribunsorong.com/Ismail saleh)

Sumber Foto : 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.