- Timnas Prancis kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.
Les Bleus memastikan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Maroko dengan skor 2-0 di Boston Stadium, Jumat (10/7/2026) dinihari WIB.
Kapten Prancis, Kylian Mbappe menjadi pembeda lewat satu gol dan satu assist.
Meski sempat gagal mengeksekusi penalti pada babak pertama, Mbappe bangkit dengan mencetak gol pada menit ke-60 sebelum mengirim umpan yang diselesaikan Ousmane Dembele enam menit berselang.
Kemenangan tersebut bukan hanya menjaga peluang Prancis meraih gelar juara dunia ketiga, tetapi juga melahirkan rekor baru bagi pelatih Didier Deschamps.
Dengan hasil ini, Deschamps resmi menjadi pelatih pertama dalam sejarah yang membukukan 20 kemenangan di putaran final Piala Dunia.
Ia juga menyamai rekor Helmut Schön sebagai pelatih dengan jumlah pertandingan terbanyak di Piala Dunia, yakni 25 laga.
Selain itu, Prancis sukses mencapai semifinal Piala Dunia untuk tiga edisi beruntun, setelah menjadi juara pada 2018 dan runner-up pada 2022.
Football Enthusiast Gigih menilai keberhasilan tersebut tak lepas dari filosofi kepelatihan Deschamps yang mampu memaksimalkan kualitas pemain terbaik yang dimilikinya.
"Deschamps ini kan tipe pelatih seperti Ancelotti, ia akan membangun kualitas timnya dengan pemain kunci yang ia miliki, dan kalau di Prancis, ya Kylian Mbappe," ujar Gigih saat berbincang dalam agenda Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Colomadu, Karanganyar.
Komentar tersebut seolah mendapat pembenaran dari perjalanan Prancis sepanjang Piala Dunia 2026.
Di bawah arahan Deschamps, Les Bleus bukan hanya tampil efektif, tetapi juga memperlihatkan pola yang mengingatkan publik pada salah satu tim terbaik sepanjang sejarah, yakni Brasil saat menjuarai Piala Dunia 2002.
Salah satu kemiripan paling mencolok terlihat dari produktivitas lini depan.
Prancis telah mencetak 16 gol dalam perjalanan mereka lolos ke semifinal Piala Dunia 2026 ini (6 laga).
Dari 16 itu, 13 diantaranya disumbangkan oleh dua nama, yakni Kylian Mbappe yang memimpin daftar top skor Piala Dunia 2026 dengan koleksi delapan gol, lalu Ousmane Dembele yang kini mencetak lima gol.
Kombinasi Mbappe dan Dembela membuat Prancis menjadi tim kedua dalam 50 tahun terakhir yang memiliki dua pemain dengan torehan minimal lima gol dalam satu edisi Piala Dunia, seperti dikutip dari Squawka.
Sebelumnya, catatan serupa hanya pernah dicapai Brasil pada Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang.
Saat itu, Ronaldo tampil sebagai top skor dengan delapan gol, sedangkan Rivaldo menyumbang lima gol sebelum membawa Selecao menjadi juara dunia.
Kesamaan itu membuat Prancis mulai disebut-sebut sedang mengulang formula emas Brasil dua dekade silam.
Bukan hanya soal produktivitas dua pemain depan, tetapi juga bagaimana seluruh permainan tim dibangun mengelilingi sosok penyerang utama.
Dalam sistem Deschamps, Mbappe menjadi pusat permainan sekaligus penyelesai akhir, sedangkan Dembele, Michael Olise, dan para pemain lain bertugas membuka ruang serta mendukung eksplosivitas sang kapten.
Peran tersebut sangat mirip dengan bagaimana Brasil membangun permainan untuk memaksimalkan ketajaman Ronaldo pada Piala Dunia 2002.
Tak hanya dari sisi pemain, perjalanan Prancis menuju gelar dunia juga mulai menyerupai pola yang pernah ditorehkan Brasil.
Dalam sejarah Piala Dunia, Brasil pernah meraih dua gelar dari tiga edisi berbeda. Bukan cuma sekali, bahkan dua kali.
Kesempatan pertama terjadi saat Selecao menjadi juara pada 1962, gagal mempertahankan gelar pada 1966, lalu kembali mengangkat trofi pada 1970.
Siklus serupa kembali terulang ketika Brasil menjadi juara pada 1994, kalah di final 1998, sebelum kembali menjadi kampiun pada 2002.
Dan yang kedua inilah yang paling mirip dengan Timnas Prancis saat ini, karena di tiga edisi itu Brasil juga selalu lolos sampai semifinal.
Sementara Les Bleus menjadi juara dunia pada 2018, kemudian harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari Argentina pada final 2022, dan kini lolos semifinal lagi.
Apabila mampu menjuarai Piala Dunia 2026, maka Prancis akan mengulang pola yang sama seperti Brasil, yakni merebut dua gelar dalam rentang tiga edisi Piala Dunia dengan satu kegagalan di final di antaranya.
Di bawah arahannya, Prancis telah mencapai tiga semifinal berturut-turut dan terus tampil konsisten sebagai kandidat juara.
Keberhasilan itu dibangun melalui perpaduan pengalaman, regenerasi pemain, dan kepercayaan penuh kepada sosok Mbappe sebagai pemimpin generasi baru Les Bleus.
Mbappe pun terus memperkuat statusnya sebagai ikon sepak bola Prancis.
https://www.tribunnews.com/superskor/7852357/fenomenalnya-prancis-era-deschamps-mbappe-dembele-samai-ronaldo-rivaldo-tanda-juara-mirip-brasil