PROHABA.CO, SIGLI - Sebuah boat berkapasitas 3GT atau yang akrab disebut nelayan Aceh sebagai boat tep-tep menimbulkan kehebohan di perairan Pidie.
Kapal kecil itu ditemukan berputar-putar di laut kawasan Pabrik Semen Laweung, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, pada Kamis (9/7/2026) siang sekitar pukul 14.00 WIB.
Boat tersebut pertama kali terlihat oleh nelayan asal Kule, Kecamatan Batee, Pidie.
Kondisinya cukup mengejutkan karena mesin boat masih hidup, namun tidak ada seorang pun di dalamnya.
Lokasi penemuan berada sekitar 5 mil dari garis pantai, sebuah jarak yang cukup jauh untuk ukuran boat nelayan tradisional.
Temuan Boat 3GT ini menyebar luas di media sosial (medsos), memunculkan beragam spekulasi.
Boat misterius itu ditemukan tanpa awak dengan kondisi masih hidup mesinnya.
Panglima Laot Pidie, Marfian AS atau akrab disapa Acong, dikutip Serambinews.com Kamis (9/7/2026), membenarkan bahwa boat tersebut telah diamankan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Nehen, Kecamatan Batee.
Menurut penjelasannya, nelayan yang menemukan boat sempat berusaha mencari pemilik kapal di sekitar lokasi, namun tidak berhasil.
Baca juga: Kapal Tanpa Awak Ditemukan Terdampar di Simeulue Cut, Polisi Selidiki Asal Usulnya
Dugaan sementara, nelayan pemilik boat tercebur ke laut saat sedang menangkap ikan.
Namun, tidak diketahui secara pasti di mana lokasi kejadian dugaan nelayan tercebur tersebut.
Marfian menambahkan, boat itu kemungkinan bukan milik nelayan Pidie.
Berdasarkan penelusuran, kapal tersebut diduga milik nelayan Pidie Jaya yang sebelumnya dijual ke Banda Aceh.
"Jadi asumsi saya, boat itu dari laut Banda Aceh jika memang dijual ke Banda Aceh,” ujar Panglima Laot.
“Saat nelayan di dalam boat jatuh, sehingga boat tanpa orang berputar-putar di laut lepas tanpa arah dengan mesin masih hidup," jelasnya.
Menurut Marfian, mesin boat 3GT bisa bertahan hidup sekitar delapan jam selama bahan bakar belum habis.
“Selama BBM tidak habis, boat itu akan terus berputar di laut,” jelasnya.
Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran, sebab boat yang bergerak tanpa kendali berpotensi membahayakan kapal lain di sekitarnya.
Untuk itu, pihak Panglima Laot telah berkoordinasi dengan kepolisian dan Panglima Laot daerah lain guna menelusuri asal-usul boat misterius tersebut yang ditemukan terdampar di laut Pidie.
Baca juga: Residivis Pembobol Rumah di Banda Aceh dan Aceh Besar Ditangkap, Diduga Beraksi di Sejumlah Lokasi
Di balik insiden ini, Panglima Laot Pidie mengingatkan pentingnya keselamatan nelayan.
Ia menegaskan agar nelayan tidak pergi melaut sendirian.
Meski sebagian besar nelayan Pidie kini sudah terbiasa melaut berdua saat menangkap ikan dengan boat ‘tep-tep’, masih ada yang memilih pergi sendiri dengan alasan biaya.
Padahal, risiko yang dihadapi di laut sangat besar, mulai dari kecelakaan hingga kondisi cuaca yang tidak menentu.
Diketahui, Boat tanpa awak itu ditemukan di perairan dekat lokasi pembangunan Pabrik Semen Laweung, Kecamatan Muara Tiga.
Pabrik ini berjarak sekitar 26 kilometer dari pusat Kota Sigli, ibu kota Kabupaten Pidie.
Perjalanan darat dari Laweung ke Sigli memakan waktu 30–45 menit, dengan jalur alternatif melalui Tibang, Kecamatan Batee, atau lewat Grong-Grong dan Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga.
Selain itu, jalur darat dari kawasan pabrik semen juga tembus ke Krueng Raya, Aceh Besar, hingga ke Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh.
Lokasi strategis ini membuat perairan sekitar Laweung cukup ramai dilalui nelayan maupun kapal kecil lainnya.
(Serambinews.com/Muhammad Nazar)
Baca juga: Nelayan Pidie Hilang di Laut, Ditemukan Meninggal Terdampar di Pantai Benteng
Baca juga: ESDM Aceh Pastikan Semburan Lumpur dan Gas di Aceh Timur Tidak Berbahaya, Ini Penjelasannya
Baca juga: Mantan Keuchik di Pidie Divonis 5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Dana APBG