Mahasiswa PENS Juara Lomba di AS Usai Bikin Roket-Satelit, Ini Kata Kepala BRIN
GH News July 10, 2026 12:08 PM
Jakarta -

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Arif Satria, menyambut kedatangan perwakilan mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang berhasil membuat roket dan satelit serta menjuarai kompetisi bergengsi di Amerika Serikat (AS).

Beberapa waktu lalu, 23 mahasiswa lintas prodi PENS menjadi juara ketiga pada ajang International CanSat Competition 2026 yang diselenggarakan oleh American Astronautical Society (AAS). Mereka bersaing dengan 36 universitas dari seluruh dunia.

Para mahasiswa PENS tersebut tergabung dalam tim Bamantara EEPISAT. Pada kedatangannya di kantor Kepala BRIN, mahasiswa PENS diwakili oleh Daris Cahyo Adi.

"Beliau adalah talenta unggul yang sudah berhasil menjuarai kompetisi antariksa di Amerika. Karena saudara Daris sudah bisa memproduksi sebuah roket dan satelit, dan kemudian mengalahkan dari peserta sejumlah negara maju," kata Pro Arif, dikutip dari unggahan miliknya di media sosial, Jumat (10/7/2026).

Bagaimana Proses Mahasiswa PENS Bikin Roket?

Daris menceritakan, tim Bamantara EEPISAT melakukan riset untuk membuat satelit selama setahun.

"Itu kita mulai dari tahap-tahap awal juga seperti tahap desain awal dan desain kritikal. Nah, itu kita selalu presentasikan ketika tahap-tahap itu kepada dewan juri," jelas Daris.

"Dan pada tahap akhir itu kita ada tahap peluncuran yang di mana satelit kita diluncurkan dengan menggunakan roket sungguhan yang diadakan di Amerika. Kemarin itu peluncurannya ada di Virginia dan yang berangkat itu adalah tim saya," ungkapnya.

Ditanya oleh Kepala BRIN, ke depannya ingin jadi apa, Daris menjawab dirinya ingin menjadi pebisnis sekaligus peneliti, membuat produk sekaligus berinovasi.

"Ke depan saya ingin jadi seperti Pak Adi juga (CEO Pasifik Satelit Nusantara)," kata Daris.

"Karena kalau mau jadi peneliti, BRIN terbuka untuk bisa menjadi tempat berkariernya," ujar Prof Satria menimpali.

Tim Bamantara EEPISAT dibimbing oleh Nobby Bagus Muliawan, S Tr T, MTr T dan Hendhi Hermawan, S ST, MT. Selain itu, tim mereka juga didukung oleh PT Pasifik Satelit Nusantara, PT AirNav Indonesia, PT AKM Teknologi Nuswantara, PT Acuan Teknologi Rekayasa, dan berbagai pihak lain.

Berdasarkan laman resmi kampus, tim Bamantara EEPISAT memperlihatkan performa misi yang baik ketika peluncuran dan menghasilkan data yang dipresentasikan pada sesi Post Flight Review (PFR). Posisi juara pertama diraih oleh Tailan dan juara kedua oleh tuan rumah AS.

Novia Aisyah
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.