Gunakan Dana Apresiasi Kemendagri, Pemkab Solsel Genjot Pelatihan Kerja untuk Tekan Pengangguran
Rezi Azwar July 10, 2026 01:01 PM

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, terus memacu program penekanan angka pengangguran secara masif di wilayahnya.

 Langkah ini kian diintensifkan menyusul apresiasi berupa penghargaan yang diterima pemerintah daerah setempat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu.

Upaya nyata yang kini digulirkan bertumpu pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal. 

Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Solok Selatan, pemerintah daerah fokus mengasah pengetahuan, keterampilan, serta kompetensi para pencari kerja.

Baca juga: Solok Selatan Kaji Desentralisasi Pengelolaan Sampah hingga Tingkat Kecamatan

Langkah strategis tersebut diimplementasikan melalui program pelatihan berbasis kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK) setempat. 

Program ini dirancang dengan dua target utama, yakni mencetak tenaga kerja siap pakai untuk sektor industri dan melahirkan wirausahawan mandiri baru.

Berkat Dana Apresiasi Kemendagri

Kepala Disnakertrans Solok Selatan, Joni Firmansyah, mengonfirmasi bahwa kuota dan variasi program pelatihan pada tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Penambahan ini menjadi bukti keseriusan pemda dalam memanfaatkan stimulus dari pemerintah pusat.

Joni membeberkan bahwa lompatan kuantitas program ini dimungkinkan berkat adanya kucuran dana apresiasi dari Kemendagri. 

Baca juga: Pemkab Solok Selatan Buka Pendataan Rumah Subsidi untuk Warga, Pendaftaran Ditutup 15 Juli 2026

Dana insentif tersebut diberikan khusus atas keberhasilan kinerja Pemkab Solok Selatan dalam menekan laju pengangguran pada periode sebelumnya.

Menurut Joni, seluruh dana apresiasi tersebut dialokasikan secara optimal guna memperluas jangkauan program ketenagakerjaan. 

Pemerintah daerah berkomitmen memastikan anggaran ini terserap penuh pada program-program edukatif yang langsung menyentuh masyarakat, salah satunya melalui BLK.

Pemanfaatan dana insentif ini diklaim sebagai bentuk komitmen jangka panjang pemda untuk terus meningkatkan mutu pelayanan publik. 

Di samping itu, program berkelanjutan ini diharapkan mampu mempertahankan tren positif penurunan angka pengangguran yang sudah diraih.

Buka 12 Paket Pelatihan Lintas Sektor

Pada tahun anggaran ini, Disnakertrans menjadwalkan sebanyak 12 paket pelatihan lintas sektor. Pilihan kejuruan yang dibuka sangat beragam, mencakup pengoperasian alat berat ekskavator, tata boga, teknik kelistrikan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), desain grafis, menjahit, hingga pelatihan barista.

Dengan bertambahnya paket program yang disediakan, jumlah masyarakat yang dapat mengakses fasilitas ini pun otomatis meningkat. Berdasarkan regulasi teknis yang ditetapkan pihak BLK, masing-masing paket pelatihan akan menampung sebanyak 17 orang peserta.

Joni menegaskan bahwa penentuan jenis kejuruan dalam pelatihan tahun ini tidak diputuskan secara sembarangan. Seluruh materi dan jenis keterampilan yang diajarkan telah melalui tahap sinkronisasi dengan kebutuhan pasar kerja terkini serta potensi ekonomi lokal.

Gandeng Sektor Swasta hingga Pasar Internasional

Lebih lanjut, Disnakertrans Solok Selatan tidak hanya berhenti pada pemenuhan aspek pelatihan rutin di kelas. Pihaknya menyadari perlunya langkah mitigasi pasca-pelatihan agar para alumni tidak kembali terjebak dalam lingkaran pengangguran.

Oleh karena itu, Disnakertrans membangun sinergi lintas sektoral dengan menggandeng Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Perindagkop dan UKM). 

Baca juga: Bupati Solok Selatan Temui Mensos, Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat

Kolaborasi ini ditujukan untuk mengawal para alumni pelatihan yang berminat merintis jalur wirausaha mandiri agar mendapatkan pembinaan usaha.

Tidak hanya sektor usaha mikro, pemda juga memperluas jejaring kemitraan dengan sektor formal. Kerja sama strategis telah dijalin dengan sejumlah perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Solok Selatan guna mempermudah penyerapan tenaga kerja lokal.

Bahkan, perluasan pasar kerja kini telah menembus skala internasional. Pemkab Solok Selatan tercatat telah meneken kesepakatan bersama dengan Japan Training Center (JTC) serta lembaga Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) untuk membuka peluang karir di luar negeri.

Jika menilik rekam jejaknya, pelatihan seperti barista, TIK, menjahit, dan perbengkelan memang menjadi program reguler tahunan. 

Baca juga: Sekolah Rakyat Solok Selatan Segera Dibangun, Pemkab Targetkan Putus Rantai Kemiskinan

Kendati demikian, guna menjawab tantangan industri modern, BLK Solok Selatan kini memperluas menu pelatihannya ke sektor industri berat dengan memasukkan materi scaffolding (perancah) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Melalui formulasi program yang komprehensif ini, Pemkab Solok Selatan optimistis dapat melahirkan angkatan kerja baru yang produktif dan berdaya saing tinggi. 

Kesiapan kompetensi teknis dan manajerial ini diharapkan menjadi motor penggerak roda ekonomi daerah yang berkelanjutan.rls

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.