Mahasiswa KKN Gentaskin Diharapkan Dorong Potensi Desa dan Pengentasan Stunting di Jerebu'u Ngada
Cristin Adal July 10, 2026 01:47 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Sebanyak 158 mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi di Pulau Flores akan menjalani Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gerakan Pengentasan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem (Gentaskin) selama dua bulan di Kecamatan Jerebu'u, Kabupaten Ngada.

Selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat, para mahasiswa diharapkan mampu mengoptimalkan potensi desa yang selama ini belum dikelola secara maksimal. Berbagai program yang dijalankan juga diarahkan untuk mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Ngada, Dr. Nicolaus Noywuli, mengatakan Kecamatan Jerebu'u dipilih sebagai lokasi pelaksanaan KKNT karena memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor pertanian dan perkebunan.

Baca juga: Mahasiswa STIPER Flores Bajawa Jalani KKN Tematik Gentaskin di Ngada Bersama Enam Perguruan Tinggi

Menurut Nicolaus, wilayah tersebut menghasilkan berbagai komoditas unggulan, seperti cengkeh, vanili, pala, dan aneka buah-buahan yang masih memiliki peluang untuk dikembangkan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Banyak potensi pertanian di Kecamatan Jerebu'u. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membawa dampak besar dalam mengoptimalkan potensi desa secara maksimal dan efektif," ujar Nicolaus saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, mahasiswa yang berasal dari berbagai disiplin ilmu diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan kreativitas dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.

Selama dua bulan pelaksanaan KKNT, mahasiswa akan menjalankan berbagai program yang mencakup bidang pangan dan gizi, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.

"Mereka akan melaksanakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pangan dan gizi, ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat," katanya.

Baca juga: Kisah Leonardus, Penderita Penyakit Langka di Bajawa yang Dievakuasi Dokkes Polres Ngada dan RSKPI

Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan LLDIKTI Wilayah XV, Chris Oktavia Mustikaningrum, yang mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah XV, mengatakan KKNT Gentaskin 2026 merupakan pelaksanaan kedua setelah program serupa sukses digelar di Kecamatan Riung pada 2025.

Ia berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.

"Gentaskin ini bertujuan menanggulangi stunting dan kemiskinan ekstrem. Kami berharap kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat dapat memberikan dampak positif. Progres pelaksanaannya di NTT juga cukup baik sehingga diharapkan program ini terus berlanjut," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.