TRIBUNGORONTALO.COM – Rencana pemakaman Anggota DPR RI sekaligus pimpinan Gobel Group, Rachmat Gobel, di tanah kelahirannya, Provinsi Gorontalo, resmi dibatalkan oleh pihak keluarga.
Jenazah tokoh nasional tersebut dipastikan akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, pada Jumat (10/7/2026) siang sekira pukul 13.00 WIB.
Pembatalan ini mengubah rencana awal yang sempat dipersiapkan oleh masyarakat dan pejabat di Gorontalo.
Keputusan pemindahan lokasi makam tersebut didasari oleh status almarhum sebagai penerima penghargaan tertinggi negara.
Mantan Wali Kota Gorontalo sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan DPW Partai NasDem Provinsi Gorontalo, Marten Taha, menjelaskan bahwa almarhum Rachmat Gobel memiliki hak penuh untuk disemayamkan di makam kehormatan negara.
Alasan utamanya adalah tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana yang diterimanya atas jasa-jasanya kepada bangsa dan negara semasa hidup.
"Beliau memiliki tempat dan hak untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Jakarta karena beliau adalah pemegang Bintang Mahaputera Adipradana," ujar Marten Taha.
Sopir pribadi mendiang Rachmat Gobel, Deden Gobel, juga mengonfirmasi perubahan mendadak ini setelah adanya pembahasan ulang di internal keluarga.
"Tidak jadi ke Gorontalo. Sudah dipastikan dimakamkan di Kalibata. Alasannya karena ada Bintang Jasa Adipradana," ungkap Deden saat ditemui di rumah duka.
Lantas, apa itu Bintang Mahaputera Adipradana?
Bintang Mahaputera Adipradana merupakan kelas kedua dari tanda kehormatan Bintang Mahaputera, yang merupakan salah satu penghargaan sipil tertinggi yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, tanda kehormatan ini diberikan kepada individu yang dinilai telah memberikan darma bakti. Juga jasa luar biasa yang diakui secara luas di tingkat nasional maupun internasional.
Penerima penghargaan ini umumnya dianggap telah memberikan kontribusi besar dan pengorbanan nyata di berbagai sektor penting, seperti sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi.
Setiap penerima penghargaan ini secara otomatis mendapatkan hak istimewa untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Jakarta ketika wafat.
Baca juga: Marten Taha Ungkap Alasan Rachmat Gobel Berhak Dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta
Sebelum keputusan ini diambil, sempat beredar informasi bahwa Rachmat Gobel akan dimakamkan di pekuburan keluarga di Hubulo, Desa Toluwaya, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango.
Lokasi tersebut sesuai dengan keinginan dan wasiat yang sering disampaikan almarhum semasa hidupnya agar bisa beristirahat di samping makam sang ayah, Thayeb Mohammad Gobel.
Marten Taha menambahkan, keinginan tersebut mencerminkan betapa besarnya kecintaan Rachmat Gobel terhadap Gorontalo, meskipun ia telah lama berkiprah dan sukses di kancah nasional.
Namun, setelah mempertimbangkan penghargaan negara yang melekat pada almarhum, pihak keluarga akhirnya memutuskan prosesi pemakaman dipusatkan di Ibu Kota.
Perubahan rencana yang mendadak ini membuat seluruh rangkaian penyambutan jenazah di Gorontalo dibatalkan. Berdasarkan pantauan di lapangan hingga pukul 11.33 WITA, aktivitas warga yang mulai membuat lale atau bilah bambu adat (Bulita) untuk gerbang penyambutan kedukaan di rumah keluarga Gobel terpaksa dihentikan.
Meskipun demikian, warga dan pemangku adat terpantau masih berkumpul di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir. Sementara itu, sejumlah pejabat daerah dilaporkan langsung bertolak ke Jakarta agar bisa menghadiri prosesi pemakaman secara langsung.
Sebagai gantinya, pihak keluarga mengimbau seluruh masyarakat Gorontalo untuk mendoakan almarhum dari rumah masing-masing. "Keluarga meminta doa-doa saja dari Gorontalo. Di setiap masjid diharapkan bisa melaksanakan salat jenazah gaib dan mendoakan almarhum," tutur Deden.
Kepergian Rachmat Gobel meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Gorontalo. Almarhum dikenal bukan hanya sebagai pebisnis sukses, melainkan juga sebagai figur politisi dan sosial yang penuh dedikasi serta sangat merakyat.
Kepala Desa Toluwaya, Abdul Karim Yahya, mengenang almarhum sebagai sosok yang sangat peduli pada lingkungan sekitar rumahnya di Gorontalo.
Rachmat Gobel diketahui rutin memberikan bantuan ke Masjid Al Mutmainah, terutama menjelang hari besar seperti Idulfitri dan Iduladha, serta selalu menyempatkan diri untuk salat Jumat di sana jika sedang pulang kampung.
Hal senada disampaikan oleh Hamka Ibrahim, salah seorang pemangku adat di Bone Bolango.
Ia merasa sangat kehilangan sosok yang dikenal sangat ramah dan murah senyum tersebut.
"Kalau beliau datang, beliau selalu menyapa kami dengan ramah. Itu yang membuat kami merasa sangat kehilangan sosok Pak Rachmat Gobel," kenangnya. (*)