TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kepergian Anggota DPR RI asal Gorontalo, Rachmat Gobel, meninggalkan duka bagi banyak kalangan, termasuk kader Partai NasDem di Provinsi Gorontalo.
Namun, di balik rasa kehilangan itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Boalemo, Husain Etango, memilih mengenang sosok almarhum sebagai pemimpin yang selalu menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya.
Husain mengaku sangat terpukul saat menerima kabar wafatnya Rachmat Gobel pada Jumat (10/7/2026). Baginya, Partai NasDem kehilangan seorang tokoh yang selama ini menjadi panutan sekaligus sumber motivasi bagi para kader.
"Semua kita merasa kaget dan sangat kehilangan. Sebagai kader Partai NasDem, kami benar-benar berduka atas kepergian Bapak Rachmat Gobel. Tidak ada yang bisa kita lakukan selain mendoakan beliau. Semoga seluruh amal baik beliau diterima Allah SWT dan seluruh dosanya diampuni," ujar Husain saat ditemui di rumah keluarga Gobel.
Baca juga: 5 Bangunan Ikonik di Gorontalo "Buah Tangan" Mendiang Rachmat Gobel
Menurut Husain, Rachmat Gobel bukan hanya dikenal sebagai politisi nasional, tetapi juga pribadi yang mampu merangkul siapa saja tanpa memandang jabatan maupun latar belakang.
Ia bahkan mengaku memilih bergabung dengan Partai NasDem karena terinspirasi oleh cara kepemimpinan Rachmat Gobel.
"Saya terus terang memilih masuk ke partai beliau karena melihat cara berpikir beliau. Beliau adalah pemimpin yang sangat mengayomi dan selalu merangkul semua orang," katanya.
Selama menjadi kader NasDem, Husain mengaku kerap menerima arahan langsung dari Rachmat Gobel. Salah satu pesan yang paling diingatnya adalah agar setiap kader menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas dalam menjalankan amanah politik.
"Beliau selalu memberikan motivasi kepada kami agar benar-benar memperhatikan kepentingan rakyat. Sebagai kader NasDem, yang harus dilaksanakan adalah apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan rakyat," ungkapnya.
Baca juga: Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Hari Ini Jumat 10 Juli 2026, Emas 1 Gram Tembus Rp2,65 Juta
Selain itu, Rachmat Gobel juga terus menanamkan pentingnya menjaga persaudaraan di internal partai.
Menurut Husain, almarhum selalu mengingatkan agar kader NasDem tidak menciptakan konflik, baik dengan pihak luar maupun sesama kader.
"Dalam politik tentu ada persaingan. Tapi beliau selalu berpesan agar kader NasDem jangan menciptakan konflik dengan siapa pun, apalagi dengan sesama kader," ujarnya.
Bagi Husain, salah satu teladan yang paling membekas adalah kebiasaan Rachmat Gobel yang selalu menyempatkan diri menemui masyarakat setiap kali tiba di Gorontalo.
Ia mengatakan, almarhum hampir tidak pernah berlama-lama beristirahat setelah turun dari pesawat.
"Itulah yang kami lihat selama ini. Begitu beliau tiba dari bandara, beliau langsung ke lapangan bertemu masyarakat. Itu menjadi contoh bagi kami bagaimana seorang pemimpin harus hadir di tengah rakyat," katanya sambil menahan haru.
Husain juga mengungkapkan, sebelum kabar duka itu datang, jajaran Partai NasDem Gorontalo sebenarnya telah mulai mempersiapkan penyambutan Rachmat Gobel yang dijadwalkan tiba di Gorontalo pada 18 Juli 2026.
Pembahasan mengenai agenda tersebut bahkan telah dilakukan sehari sebelumnya dan rencananya akan diputuskan dalam rapat pada Jumat.
"Sejak kemarin sore kami sudah membahas apa yang akan dilakukan saat beliau tiba di Gorontalo. Hari ini seharusnya rapat itu diputuskan. Tetapi Allah berkehendak lain. Beliau lebih dahulu dipanggil oleh Allah SWT," ucapnya.
Menurut informasi yang diterimanya, Rachmat Gobel juga dijadwalkan menghadiri sejumlah kegiatan selama berada di Gorontalo, termasuk agenda nonton bareng final Piala Dunia di Kota Gorontalo dan Pentadio Resort.
Namun, seluruh agenda tersebut batal terlaksana.
Di mata Husain, hal yang paling membekas dari sosok Rachmat Gobel bukan hanya kepemimpinannya, tetapi juga sikap sederhana yang selalu ditunjukkan kepada setiap orang.
Ia mengaku almarhum kerap menyapa kader dengan hangat dan menanyakan kabar keluarga setiap kali bertemu.
"Kalau bertemu, beliau selalu menggandeng bahu kami sambil bertanya, 'Bagaimana kabarnya? Bagaimana keluarga?' Hal-hal sederhana seperti itu membuat kami merasa sangat diperhatikan," tuturnya.
Menurut Husain, Rachmat Gobel tidak pernah menjaga jarak dengan para kader. Sebaliknya, ia selalu membimbing, memberikan motivasi, dan mengajak semua orang untuk terus berbuat baik selama masih diberi kesempatan hidup.
"Banyak nasihat beliau yang masih saya ingat. Beliau selalu mengatakan bahwa hidup ini hanya sementara dan semua akan kita tinggalkan. Karena itu, beliau mengajak kami untuk terus berbuat baik selama masih diberi kesempatan," katanya.
Di akhir keterangannya, Husain mengajak masyarakat mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kami kehilangan seorang pemimpin, seorang guru, dan seorang teladan," pungkasnya. (*)