TRIBUNTRENDS.COM - Nama Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mendadak menjadi sorotan setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Di tengah proses hukum yang kini berjalan, laporan harta kekayaan miliknya turut menjadi perhatian publik.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Etik tercatat memiliki aset bernilai miliaran rupiah yang terdiri atas sejumlah properti, kendaraan, harta bergerak, hingga kas dan setara kas.
Namun, seluruh perhatian kini tertuju pada dugaan kasus pemerasan terhadap perangkat daerah yang menyeret namanya.
Saat digiring menuju Jakarta setelah menjalani pemeriksaan di Solo, Etik memilih tidak memberikan sepatah kata pun kepada awak media yang telah menunggu sejak dini hari.
Baca juga: Sosok Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terjaring OTT, Ini Daftar Kepala Daerah yang Ditangkap KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi membenarkan telah melakukan operasi tangkap tangan di wilayah Soloraya, Jawa Tengah.
Dalam operasi tersebut, tim penyidik mengamankan lima orang, termasuk Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari penyelidikan tertutup yang dilakukan lembaganya.
"Konfirm, bahwa KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup dan terjadi peristiwa tertangkap di wilayah Soloraya, Jawa Tengah," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (10/7/2026).
"Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah lima orang, salah satunya Bupati Sukoharjo," tambahnya.
Menurut Budi, seluruh pihak yang diamankan lebih dahulu menjalani pemeriksaan awal di Polresta Surakarta sebelum kemudian diberangkatkan menuju Jakarta.
Berdasarkan pantauan di Mapolresta Solo, Etik Suryani tiba pada Kamis (9/7/2026) malam untuk menjalani pemeriksaan.
Proses pemeriksaan berlangsung hingga Jumat (10/7/2026) dini hari.
Selama pemeriksaan berlangsung, situasi di lingkungan Mapolresta Solo terpantau berjalan normal tanpa adanya penambahan pengamanan dari aparat kepolisian.
Sekitar pukul 04.21 WIB, petugas KPK terlihat memasuki lobi Mapolresta Solo dengan membawa enam koper berwarna hijau beserta sejumlah berkas.
Seluruh barang tersebut kemudian dibawa ke lantai dua tempat pemeriksaan berlangsung.
Baca juga: Diciduk KPK! Kekayaan Etik Suryani Bupati Sukoharjo yang Kena OTT, Properti Miliaran Tanpa Utang
Menjelang pagi, sekitar pukul 05.40 WIB, sejumlah aparatur sipil negara (ASN) tampak lebih dahulu meninggalkan ruang pemeriksaan.
Beberapa menit kemudian, tepat sekitar pukul 05.43 WIB, Etik Suryani keluar dari lift bersama petugas KPK.
Ia mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan vest hitam serta menutupi wajahnya menggunakan masker.
Saat dihujani pertanyaan oleh awak media mengenai penangkapannya, Etik tidak memberikan komentar apa pun.
Setelah itu, ia langsung menuju bus yang juga membawa enam koper hijau beserta sejumlah berkas hasil pemeriksaan.
Kendaraan tersebut kemudian meninggalkan Mapolresta Solo menuju Bandara Adi Soemarmo sebelum bertolak ke Jakarta.
Di tengah mencuatnya kasus yang menjeratnya, laporan harta kekayaan Etik Suryani ikut menjadi perhatian.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 29 Februari 2024, Etik memiliki total kekayaan sebesar Rp7.815.328.777.
Jumlah tersebut berasal dari berbagai jenis aset yang dimiliki, mulai dari properti, kendaraan, harta bergerak lainnya, hingga kas dan setara kas.
Dalam laporan tersebut, Etik tercatat memiliki enam bidang tanah dan bangunan yang berada di Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Wonogiri.
Nilai keseluruhan aset properti tersebut mencapai Rp4.795.000.000.
Salah satu aset yang dilaporkan berupa tanah seluas 358 meter persegi di Kabupaten Wonogiri yang diperoleh dari warisan, disertai sejumlah bidang tanah dan bangunan lainnya di Kabupaten Sukoharjo.
Baca juga: KPK Konfirmasi Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring OTT, 6 Koper Dibawa ke Polresta Solo
Selain properti, Etik juga melaporkan kepemilikan kendaraan bermotor.
Dalam LHKPN tercatat sebuah Toyota Minibus dan Toyota Vellfire dengan nilai keseluruhan mencapai Rp475.000.000.
Di luar itu, Etik juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp1.443.300.000.
Sementara kas dan setara kas yang dimiliki tercatat sebesar Rp1.102.028.777.
Dalam laporan tersebut juga tidak tercantum adanya kewajiban utang.
Naskah sumber menyebut kondisi tersebut menunjukkan bahwa Etik mengelola harta dan kekayaannya dengan bijak.
Jika seluruh aset yang dilaporkan dijumlahkan, total kekayaan Etik Suryani mencapai Rp7.815.328.777.
***
(TribunTrends/Jonisetiawan, kompas)