Menteri Agama RI Hadir, Ponpes PPTQ Takwa Makassar Wisuda 67 Santri Tahfiz, 13 Hafal 30 Juz
Sudirman July 10, 2026 12:07 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pondok Pesantren Tilawah dan Tahfiz Al-Qur'an (PPTQ) Takwa Makassar menggelar Wisuda Tahfiz dan Demonstrasi Baca Kitab di Aula Gedung Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada santri yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur'an sekaligus menampilkan kemampuan membaca kitab kuning.

Wisuda ini kian semarak karena dihadiri langsung Menteri Agama RI Nasaruddin Umar.

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menghadiri Wisuda Tahfiz dan Demonstrasi Baca Kitab  Pondok Pesantren Tilawah dan Tahfiz Al-Qur'an (PPTQ) Takwa Makassar di Aula Gedung Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (9/7/2026). Nasaruddin Umar salah satu alumnus PPTQ Taqwa Makassar saat diasuh KH Muhammad Nur.
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menghadiri Wisuda Tahfiz dan Demonstrasi Baca Kitab Pondok Pesantren Tilawah dan Tahfiz Al-Qur'an (PPTQ) Takwa Makassar di Aula Gedung Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (9/7/2026). Nasaruddin Umar salah satu alumnus PPTQ Taqwa Makassar saat diasuh KH Muhammad Nur. (Tribun-timur.com/Citizen Reporter)

Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar di sela agenda di Makassar, hadir langsung, menyaksikan prosesi wisuda ini. Nasaruddin Umar bernostalgia di acara ini mengenang gurunya KH Muhammad Nur.

Saat menempuh pendidikan di IAIN Alauddin Makassar, Nasaruddin Umar juga nyambi sebagai santri pengajian KH Muhammad Nur. KH Muhammad Nur salah satu ulama kharismatik Makassar pada masanya. Gelar lengkapnya Al Allamah Nashirussunnah AGH Prof Dr (HC) Muhammad Nur, LC.

"Di antara sekian banyak guru-guru saya di Indonesia, Kanada, Amerika, Jakarta, wajah Gurutta Nur yang saya hafal betul wajahnya dan sering mendatangi saya," kata Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini. Sebelum mewisuda santri penghafal Quran, Nasaruddin Umar menguji hafalan 2 santri. 

Ketua PPTQ Takwa Makassar, Muhammad Sabir, mengatakan sebanyak 67 santri mengikuti wisuda tahun ini dengan kategori hafalan 3 juz, 5 juz, 10 juz, 15 juz, 20 juz, hingga 30 juz.

"Dari 67 wisudawan, sebanyak 13 santri berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz," ujarnya.

Sabir mengatakan kemampuan menghafal setiap santri berbeda-beda, mulai dari satu setengah tahun hingga empat tahun, bergantung pada kemampuan masing-masing.

Menurutnya, program tahasus yang diterapkan sekitar enam tahun terakhir menjadi salah satu faktor yang mempercepat proses hafalan karena santri difokuskan menghafal Al-Qur'an.

Ia juga menyebut wisudawan tahfiz terbaik tahun ini adalah Muhammad Firman yang berhasil menuntaskan hafalan 30 juz dalam waktu satu tahun enam bulan.

Selain wisuda tahfiz, kegiatan turut dirangkaikan dengan demonstrasi baca kitab menggunakan metode Al-Miftah dari Pondok Pesantren Sidogiri yang mulai diterapkan sekitar lima hingga enam tahun lalu.

Sabir mengakui tantangan terbesar dalam membina santri saat ini berasal dari pengaruh media sosial dan permainan daring sehingga penggunaan telepon seluler tidak diperbolehkan di lingkungan pondok.

"Anak-anak selalu mencari kesempatan agar bisa pulang ke rumah, kemudian waktunya dipakai bermain game dan bersosial media sehingga terpengaruh dalam menghafal," katanya.

Salah seorang wisudawan 30 juz, Ahmad Fathir Wajdi (19), mengaku membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk menuntaskan hafalan dan menjadikan gurunya yang merupakan hafiz tingkat internasional sebagai motivasi terbesar.

Wisudawan lainnya, Alzam Mansur (16), berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz dalam waktu tiga tahun sembilan bulan enam hari berkat motivasi dari kedua orang tuanya.

Alzam mengatakan dirinya membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menghafal satu halaman dengan pengulangan 20 hingga 30 kali agar hafalannya benar-benar kuat.

Ia mengajak para santri yang sedang berjuang menghafal Al-Qur'an untuk tetap semangat dan tidak mudah menyerah.

"Teruslah menghafal Al-Qur'an, jangan pantang menyerah. Karena Al-Qur'an bisa menyelamatkan kita di akhirat," tutupnya.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.