Kurang Optimal, Stadion Kamal Muara Diusulkan Jadi Lokasi Sekolah Negeri Baru
Wahyu Septiana July 10, 2026 01:08 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki, menyebut, pihak kerap menerima aspirasi masyarakat terkait minimnya fasilitas pendidikan negeri di wilayah Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. 

Warga kata dia, mengusulkan agar lahan Stadion Kamal Muara di Penjaringan, Jakarta Utara dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan sekolah baru. 

Keberadaan stadion tersebut belum dimaksimalkan secara optimal, sementara warga sekitar membutuhkan tambahan fasilitas pendidikan.

Ia mengatakan, pembangunan sekolah baru diperlukan untuk menjawab keterbatasan akses pendidikan, khususnya jenjang SMA negeri di Kamal Muara.

"Di Kamal Muara itu belum ada SMA negeri. Karena itu kami minta Dinas Pendidikan merencanakan pembangunan unit sekolah baru agar anak-anak di sana lebih mudah mengakses pendidikan," kata Subki.

Menurut dia, salah satu lahan yang bisa dimanfaatkan adalah kawasan Stadion Kamal Muara. 

Ia menilai area tersebut masih cukup luas sehingga memungkinkan digunakan untuk lebih dari satu fungsi.

"Di sana ada lahan stadion. Tinggal dikoordinasikan saja dengan Dinas Pemuda dan Olahraga karena lahannya cukup besar. Bisa tetap ada stadion, sekaligus dibangun sekolah," ujarnya.

Subki menilai kondisi Stadion Kamal Muara saat ini jauh dari optimal. Ia menyebut fasilitas olahraga itu sudah lama tidak dimanfaatkan secara maksimal.

"Stadion itu sekarang kurang berfungsi karena kondisinya rusak, tidak terawat, dan sulit digunakan," ucapnya.

Selain kondisi bangunan yang rusak, lokasi stadion juga dinilai kurang strategis. 

Menurut Subki, akses menuju kawasan tersebut cukup sulit sehingga pemanfaatannya sebagai fasilitas olahraga belum berjalan maksimal.

"Lokasinya berada di ujung dan akses menuju ke sana juga macet serta cukup sulit dijangkau," katanya.

Karena itu, ia menilai pemanfaatan sebagian lahan stadion untuk pembangunan sekolah akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitar, tanpa harus membiarkan aset daerah terbengkalai.

"Daripada tidak digunakan, lebih baik dialihkan fungsinya untuk kebutuhan masyarakat. Dengan begitu lahannya tetap berguna," tuturnya.

Subki mengatakan kebutuhan sekolah baru di Kamal Muara sudah cukup mendesak. 

Selama ini, kata dia, banyak siswa harus mencari sekolah di luar wilayah karena tidak tersedia SMA negeri.

"Anak-anak di sana kesulitan mengakses SMA negeri. Akhirnya banyak yang masuk sekolah swasta karena pilihan sekolah negerinya sangat terbatas," ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut juga berdampak pada beban ekonomi keluarga. 

Sebab, sebagian besar warga Kamal Muara berasal dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.

"Masyarakat di sana mayoritas kelas bawah. Kondisi ekonominya juga tidak terlalu baik sehingga biaya sekolah swasta menjadi beban bagi mereka," katanya.

Komisi E berharap usulan pemanfaatan lahan Stadion Kamal Muara dapat dikaji secara serius oleh pemerintah daerah.

Subki menilai koordinasi antarorganisasi perangkat daerah menjadi kunci agar rencana tersebut bisa direalisasikan.

"Kalau memang memungkinkan, koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga segera dilakukan supaya pembangunan sekolah bisa direncanakan," ucapnya.

Ia berharap pembangunan sekolah baru dapat menjadi solusi untuk memperluas akses pendidikan bagi warga Kamal Muara sekaligus mengoptimalkan aset milik Pemprov DKI Jakarta yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

"Yang paling penting adalah kebutuhan masyarakat terhadap sekolah bisa terpenuhi dan aset daerah juga menjadi lebih bermanfaat," pungkas Subki.

Berita Lainnya

Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Jalan Gatot Subroto, Truk Tabrak Pembatas Tol, Tanaman Tumbang

Baca juga: Komisi E Soroti Minimnya SMA Negeri di Kamal Muara, Minta Disdik Bangun Unit Sekolah Baru

Baca juga: DPRD DKI Minta Pemprov Evaluasi Program Bantuan Pangan Murah, Soroti Kuota dan Kendala Teknis

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.