Meski Dihantui Kontroversi Wasit Asal Argentina, Prancis Perpanjang Rekor Mengejutkan di Piala Dunia FIFA Melawan Maroko
Aurora Nightingale July 10, 2026 12:59 PM

Prancis menambahkan bab baru yang luar biasa dalam statistik unik Piala Dunia FIFA dengan mengalahkan Maroko 2-0 di perempat final pada hari Kamis, memperpanjang rekor yang menjadi semakin ironis mengingat kontroversi mengenai kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut.

Meski terjadi perdebatan sengit sebelum kick-off terkait keputusan FIFA menunjuk tim wasit di lapangan yang seluruhnya berasal dari Argentina, Prancis kini mencatat enam kemenangan dalam pertandingan Piala Dunia FIFA yang dipimpin oleh wasit asal Argentina — jumlah kemenangan terbanyak oleh satu negara di bawah pengawasan wasit Argentina dalam sejarah turnamen.

Statistik tersebut semakin bermakna karena penunjukan ini memicu tuduhan keberpihakan dari sebagian pendukung, mengingat rivalitas yang masih tersisa antara Prancis dan Argentina setelah final dramatis Piala Dunia 2022. Namun, alih-alih merugikan skuad Didier Deschamps, tim wasit yang dipimpin oleh orang Argentina justru bertepatan dengan kemenangan lain bagi Prancis.

Kemenangan 2-0 Prancis juga mengulang sejarah di lapangan, kembali menyingkirkan Maroko dengan skor yang sama untuk Piala Dunia kedua berturut-turut setelah menundukkan Atlas Lions di semifinal Qatar 2022.

Tim wasit asal Argentina memicu perdebatan sebelum kick-off

Beberapa hari sebelum perempat final, FIFA memastikan bahwa wasit Argentina Facundo Tello akan memimpin pertandingan tersebut, dibantu oleh rekan senegaranya Juan Pablo Belatti dan Gabriel Chade, dengan Darío Herrera bertugas sebagai ofisial keempat dan Christian Navarro sebagai asisten wasit cadangan.

Pertandingan ini menjadi laga pertama Piala Dunia FIFA 2026 yang menampilkan lima ofisial di lapangan yang semuanya berasal dari satu negara.

Pengumuman tersebut segera menimbulkan kritik di media sosial, di mana banyak pendukung mempertanyakan apakah penunjukan tim wasit yang seluruhnya berasal dari Argentina untuk laga Prancis pantas dilakukan, mengingat rivalitas olahraga antara kedua negara tersebut.

Beberapa penggemar menuduh FIFA bersikap pilih kasih, sementara yang lain menyebut keputusan itu kontroversial. Namun, pemilihan tersebut sejalan dengan kebijakan FIFA selama turnamen, di mana wasit dan asisten wasit secara rutin berasal dari negara yang sama.

Ironisnya, Prancis juga pernah diuntungkan ketika ofisial asal Prancis terlibat dalam kemenangan dramatis Argentina atas Mesir di babak 16 besar, pertandingan lain yang juga memicu perdebatan mengenai kepemimpinan wasit.

Prancis membiarkan permainan berbicara

Begitu pertandingan dimulai, Prancis memastikan perhatian segera beralih dari wasit ke permainan mereka di lapangan.

Mereka mengendalikan jalannya laga melawan Maroko yang kesulitan menciptakan peluang, hanya membiarkan Atlas Lions melepaskan satu tembakan tepat sasaran — yang baru terjadi pada menit ke-82 setelah Prancis unggul dua gol.

Kemenangan ini mencerminkan hasil serupa pada semifinal 2022, ketika Prancis juga menang 2-0 atas Maroko, sekali lagi mengakhiri mimpi negara Afrika Utara tersebut di Piala Dunia.

Selain memastikan tempat di semifinal lain, Prancis juga memperpanjang salah satu catatan statistik paling unik dalam turnamen ini.

Dengan enam kemenangan di bawah kepemimpinan wasit asal Argentina, Les Bleus kini mencatat lebih banyak kemenangan dalam pertandingan yang dipimpin oleh ofisial Argentina dibandingkan negara mana pun dalam sejarah Piala Dunia — sebuah ironi mengingat kecurigaan yang menyelimuti penunjukan wasit pada Kamis tersebut.

FIFA tegaskan independensi wasit

Kontroversi ini muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap kepemimpinan wasit selama turnamen, terutama setelah kemenangan Argentina yang juga kontroversial atas Mesir di babak 16 besar.

Kepala perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, dengan tegas membela integritas para ofisial pertandingan, menolak tuduhan bahwa wasit dapat dipengaruhi oleh pihak luar.

“Tidak ada yang bisa mempertanyakan integritas wasit pertandingan Piala Dunia FIFA,” kata Collina, seraya menambahkan bahwa tuduhan semacam itu dapat menimbulkan ancaman terhadap wasit dan keluarganya.

Ia juga menepis anggapan adanya campur tangan politik atau institusional.

“Tidak ada yang bisa mengklaim bahwa perwasitan FIFA dapat dipengaruhi oleh siapa pun, bahkan oleh presiden FIFA sendiri,” ujar Collina, menegaskan bahwa para ofisial membuat “keputusan yang jujur” dan bekerja dengan sepenuhnya independen.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.