Ifan Seventeen Terpukau Durian Jemongko Pontianak, Sebut Bisa Jadi Ikon Wisata Kuliner Kalbar
Maudy Asri Gita Utami July 10, 2026 01:42 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID-  Kunjungan Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN), Riefian Fajarsyah atau yang lebih dikenal sebagai Ifan Seventeen, ke Kota Pontianak tidak hanya diisi dengan agenda resmi. 

Di sela-sela aktivitasnya, mantan vokalis grup band Seventeen tersebut menyempatkan diri menikmati salah satu kuliner khas Kalimantan Barat yang kini tengah menjadi perbincangan, yakni Durian Jemongko. 

Pengalaman pertamanya mencicipi durian premium asal pedalaman Kalimantan Barat itu memberikan kesan mendalam hingga membuatnya optimistis buah lokal tersebut mampu berkembang menjadi identitas baru daerah sekaligus destinasi wisata kuliner yang menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.

Ifan mengunjungi Pusat Kuliner UMKM Pontianak yang berada di Jalan Letkol Sugiono, Kota Pontianak, pada Jumat, 10 Juli 2026. 

Di lokasi tersebut, ia berkesempatan mencicipi langsung Durian Jemongko yang dikenal memiliki cita rasa khas, tekstur lembut, dan kualitas premium karena melalui proses pemilihan buah secara ketat sebelum dipasarkan kepada konsumen.

Usai mencicipinya, Ifan mengaku terkesan dengan kualitas dan rasa yang ditawarkan Durian Jemongko. 

• Selamat Datang Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard, Disambut Ritual Adat Dayak-Melayu

Menurutnya, buah khas Kalimantan Barat tersebut memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai salah satu produk unggulan daerah yang mampu memperkuat sektor ekonomi kreatif, kuliner, hingga pariwisata.

Ia menilai budaya menikmati durian telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Pontianak sejak lama. 

Kehadiran Durian Jemongko, lanjutnya, menjadi alternatif bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin menikmati durian berkualitas dengan standar mutu yang lebih terjamin karena setiap buah telah melalui proses seleksi dan pengawasan kualitas.

"Dari dulu masyarakat Pontianak memang memiliki tradisi menikmati durian. Kehadiran Durian Jemongko memberikan pilihan bagi pecinta durian untuk mendapatkan buah dengan kualitas terbaik karena proses kontrolnya sangat baik. Saya berharap Durian Jemongko dapat menjadi bagian dari kearifan lokal sekaligus berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata baru di Kota Pontianak maupun Kalimantan Barat," ungkap Ifan.

Ia juga berharap popularitas Durian Jemongko ke depan dapat mengikuti kesuksesan Jeruk Pontianak yang selama bertahun-tahun telah dikenal luas sebagai salah satu ikon khas Kalimantan Barat, baik di tingkat nasional maupun mancanegara.

Menurutnya, apabila promosi dan pengembangan dilakukan secara berkelanjutan, bukan tidak mungkin nama Durian Jemongko akan semakin dikenal luas dan menjadi alasan tersendiri bagi wisatawan untuk datang berkunjung ke Pontianak.

"Kalau selama ini orang mengenal Pontianak melalui Jeruk Pontianak, mudah-mudahan ke depannya Durian Jemongko juga bisa menjadi tren baru yang semakin populer dan menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat," ujarnya.

Ifan mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Lapak Durian Jemongko merupakan pengalaman pertamanya. 

Meski demikian, ia mengaku sebelumnya telah mendengar berbagai cerita mengenai asal-usul durian tersebut yang berasal dari kawasan pedalaman Kalimantan Barat dan memiliki kualitas yang tidak kalah dengan durian unggulan dari daerah lain.

Ia menyebutkan, selama ini sebagian hasil panen Durian Jemongko diketahui lebih banyak dipasarkan hingga ke luar negeri. 

Namun menurutnya, akan lebih baik apabila masyarakat Indonesia, khususnya warga Kalimantan Barat, juga dapat menikmati kekayaan alam daerahnya sendiri sehingga nilai tambah ekonominya dapat dirasakan secara langsung oleh daerah asal.

"Kalau hasil bumi kita sendiri bisa lebih banyak dinikmati masyarakat di dalam negeri, saya rasa itu jauh lebih baik. Selain meningkatkan nilai ekonomi daerah, tentu keuntungan yang diterima para petani juga akan semakin besar sehingga kesejahteraan mereka ikut meningkat," tuturnya.

• Menguak Pesona Kecamatan Ledo: Kaya Sejarah, Potensi Alam Melimpah, danEksotisme Tradisi Nyabangk

Pengembangan Durian Jemongko pun dinilai memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan sektor kuliner, memperkuat identitas daerah, sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Kalimantan Barat. 

Di sisi lain, meningkatnya permintaan terhadap durian lokal berkualitas juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani, memperluas pasar produk unggulan daerah, serta memperkenalkan kekayaan alam Kalimantan Barat kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. 

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.