TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Pabrik Gula (PG) Meritjan terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan lingkungan di sekitar area operasional. Melalui pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), perusahaan memastikan air hasil olahan tetap memenuhi standar dan aman dimanfaatkan masyarakat.
Pengelolaan lingkungan menjadi salah satu perhatian utama PG Meritjan selama menjalankan aktivitas produksi gula. Selain melakukan pengawasan internal, perusahaan juga menggandeng pihak independen untuk memastikan kualitas air maupun udara tetap terjaga.
General Manager PG Meritjan, Tites Agung Priyono mengatakan, pengujian kualitas air limbah dilakukan secara rutin melalui Laboratorium Lingkungan Perum Jasa Tirta. Dari hasil pemeriksaan tersebut, kualitas output air industri PG Meritjan dinyatakan memenuhi standar baku mutu air limbah pabrik gula.
"Alhamdulillah kami bersertifikat sistem manajemen mutu sesuai standar SNI ISO 9001:2015 untuk ruang lingkup produksi gula kristal putih," kata Tites, Jumat (10/7/2026).
Baca juga: Dugaan Kelalaian di Laka KA Logawa Nganjuk, Penjaga Palang Pintu Terancam Tersangka
Menurut Tites, sertifikasi tersebut menjadi salah satu bukti keseriusan PG Meritjan dalam menerapkan sistem pengelolaan produksi yang berkualitas, termasuk dalam menjaga aspek lingkungan selama proses operasional berlangsung.
Ia menambahkan, manajemen PG Meritjan juga secara berkala melakukan pemantauan kualitas udara di lingkungan pabrik. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh UPT Keselamatan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur melalui pengukuran kualitas udara serta uji emisi cerobong boiler.
"Dari hasil pengujian, seluruh parameter masih berada dalam kadar aman dan di bawah baku mutu yang telah ditentukan," jelasnya.
Lebih lanjut, Tites menjelaskan bahwa air hasil olahan dari IPAL PG Meritjan tidak mengandung bahan berbahaya. Air tersebut justru memiliki kandungan organik yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pertanian masyarakat sekitar.
Pemanfaatan output air tersebut telah dilakukan oleh kelompok tani di wilayah sekitar pabrik. Salah satunya Gapoktan Desa Gondanglegi yang selama bertahun-tahun menggunakan air hasil olahan PG Meritjan untuk membantu pengairan lahan sawah.
"Output air dari PG Meritjan merupakan bahan organik yang bermanfaat bagi tanaman dan pertanian. Hal ini terbukti dengan adanya permintaan dari Gapoktan Desa Gondanglegi yang sudah lama memanfaatkannya," ungkap Tites.
Selain menjaga lingkungan, keberadaan PG Meritjan juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pada musim giling tahun ini, perusahaan terus berupaya menjaga kinerja produksi sekaligus memastikan aktivitas industri berjalan dengan memperhatikan keselamatan lingkungan.
"Alhamdulillah hadirnya PG Meritjan turut membantu menghidupkan roda perekonomian masyarakat sekitar. PG Meritjan juga mampu menyerap ribuan tenaga kerja, mulai dari proses tebang angkut hingga bagian produksi," pungkasnya.
Sementara itu, warga Dermo, Rina Maria Astuti, mengaku keberadaan PG Meritjan memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, aktivitas musim giling tidak hanya membuka peluang ekonomi, tetapi juga membantu petani dalam memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian.
"Selama pelaksanaan giling ini sangat membantu. Selain memutar roda perekonomian warga sekitar, PG Meritjan juga membantu para petani memenuhi kebutuhan air. Semoga PG Meritjan terus berkembang dan jaya selalu," harap Rina.
(Luthfi Husnika/TribunMataraman.com)