Aksi Perampokan Berdarah di Tajaupecah Tanahlaut Bikin Resah Warga, Kades Buka Suara Tentang Korban
Irfani Rahman July 10, 2026 03:50 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI – Aksi perampokan yang berujung duel berdarah di Desa Tajaupecah, Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut (Tala), mulai memicu keresahan di kalangan masyarakat di daerah ini. 

Warga berharap aparat kepolisian memperketat patroli dan memastikan pelaku kejahatan mendapat hukuman setimpal agar kasus serupa tidak kembali terulang.

Sementara itu Kepala Desa Tajaupecah Aidi Rahman mengatakan korban yaitu S (53) merupakan warga pendatang di kampungnya.

Meski masih ber-KTP dari daerah asal yakni dari Jawa Timur, namun korban telah menetap di Desa Tajaupecah selama lebih dari setahun dan memiliki surat keterangan domisili.

Baca juga: Geger Perampokan di Tajaupecah Tanahlaut Berujung Duel Berdarah, Satu Pelaku Ditangkap Warga

Baca juga: Ada Pelat Merah dalam Avanza Ringsek di Gunungraja, BPKAD Tanahlaut: Kendaraan Operasional Provinsi

"Sudah setahunan lebih tinggal di sini. Mata pencahariannya membeli dan mengumpulkan besi-besi bekas atau rongsokan dari warga," ujar Aidi saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026).

Menurut Aidi, korban selama ini dikenal sebagai pekerja yang mencari nafkah dari usaha rongsokan dan telah berbaur dengan masyarakat setempat.

Pascakejadian, korban langsung dilarikan ke RSUD H Boejasin Pelaihari. Saat dikonfirmasi, korban sedang dipersiapkan menjalani tindakan operasi akibat luka tusuk yang dideritanya.

"Informasinya harus segera dilakukan tindakan operasi karena kondisinya memerlukan penanganan cepat," papar Aidi.

Aidi juga mengapresiasi keberanian warga yang membantu mengamankan salah seorang pelaku. 

Saat kejadian, pelaku sempat mengejar seorang warga yang hendak menolong korban. Aksi itu justru mengundang perhatian warga lainnya hingga pelaku berhasil ditangkap dan diserahkan kepada polisi.

"Informasi terakhir yang saya terima, satu pelaku lainnya yang malan tadi sempat kabur sudah berhasil ditangkap juga oleh Buser kepolisian," ujarnya.

Terungkapnya kasus tersebut memang memberi rasa lega. Namun, peristiwa itu juga menyisakan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Seorang warga Pelaihari, Hartono  mengaku prihatin karena aksi kekerasan seperti ini mulai terjadi di wilayah Tanahlaut.

"Adanya kejadian di Tajaupecah itui tentu membuat masyarakat waswas, apalagi kalau aktivitas malam hari," katanya.

Sementara itu, aparat kepolisian masih mendalami motif di balik aksi pencurian dengan kekerasan tersebut.

Termasuk memastikan peran masing-masing pelaku dan kronologi lengkap kejadian sebelum berkas perkara dilimpahkan ke proses hukum berikutnya.

Kapolsek Batuampar AKP Munadi belum berhasil dikonfirmasi lanjutan terkait penangkapan satu pelaku lainnya tersebut.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.