Kafenya Digeledah Terkait Dugaan Korupsi di Jakarta, Sosok Ferry Yanto Ternyata Asing di Luwuk
Lisna Ali July 10, 2026 04:24 PM

TRIBUNPALU.COM - Fakta di balik sosok Ferry Yanto Hongkiriwang, pengusaha asal Luwuk, Kabupaten Banggai, yang kafenya digeledah di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Ternyata sosok Ferry hampir tidak dikenal di kampung halamannya sendiri.

Warga mengaku asing dan tidak tahu persis mengenai kiprah pria yang dijuluki 'Boboho' itu.

Sebelumnya, nama Ferry Yanto Hongkiriwang muncul setelah Kafe de’Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan, diduga miliknya digeledah oleh tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya.

Dalam penggeledahan itu, penyidik menemukan brankas hitam yang tersembunyi di balik lemari di dalam kafe.

Kakortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengungkapkan, dari lokasi tersebut polisi menyita uang sebesar 3.130.000 Dollar Singapura, 889.965 Dollar AS, serta uang tunai Rp259.159.000.

Kafe ini diduga kuat bukan sekadar tempat bisnis kuliner biasa, melainkan digunakan oleh para pelaku sebagai tempat pertemuan rahasia atau lokasi koordinasi atau transaksi suap dan gratifikasi terkait pengadaan batu bara PLTU agar tidak memicu kecurigaan aparat.

Baca juga: PT Vale Kenalkan Anyaman Teduhu di Dekranas 2026, Perkuat UMKM dan Regenerasi Pengrajin Muda

Selain itu diduga sebagai kantor kamuflase, tempat menyimpan sebagian dokumen keuangan, catatan kontrak palsu, atau perizinan pasokan batu bara (PT UBP/PT BRA) yang sengaja dijauhkan dari kantor resmi perusahaan.

Selain Kafe de'Clan Signature, penyidik juga menggeledah sejumlah lokasi lain yang berkaitan dengan Dugaan Korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam perkara PLN Batu Bara, PT Krakatau Steel, hingga Asabri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut jumlah lokasi yang digeledah bertambah dari delapan menjadi 12 titik untuk mencari alat bukti dalam perkara yang sedang diselidiki.

Fakta Ferry Yanto Hongkiriwang di Luwuk Banggai

Berdasarkan hasil penelusuran TribunPalu.com, informasi kaitan Ferry dengan tanah kelahirannya di Sulawesi Tengah memang terbilang sangat minim.

Walaupun keluarga besarnya dipastikan berada di Kabupaten Banggai, tidak ada satu pun aset bisnis ataupun properti berharga milik Ferry yang berdiri di daerah dengan 24 kecamatan ini.

Bahkan, bangunan berupa rumah tinggal pribadi atas nama Ferry Yanto Hongkiriwang juga tidak ditemukan di Luwuk.

Baca juga: Terjawab Pemilik Rumah di Sentul Tempat Disita Uang Rp476 Miliar, Jampidsus Febrie Buka Suara

Baca juga: Teken Kerja Sama, Labkes Sulteng Perkuat Riset Kesehatan Untad

Ferry diketahui sudah sangat lama meninggalkan tanah kelahirannya tersebut untuk mengadu nasib dan merantau ke ibu kota Jakarta.

Di Kota Luwuk, ia tercatat hanya sempat menghabiskan masa remajanya untuk bersekolah di SMP Katolik ST Yoseph Luwuk yang berlokasi di Desa Tontouan, Kecamatan Luwuk.

"Iya hanya sekolah SMP di sini," kata sumber TribunPalu.com. 

Setelah lulus dari bangku sekolah menengah pertama, Ferry bermigrasi meninggalkan Luwuk.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.