TRIBUNJOGJA.COM- Makanan dari berbagai negara kini semakin mudah ditemukan di Indonesia.
Mulai dari makanan khas Jepang, Tiongkok, bahkan Italia.
Popularitasnya pun terus meningkat seiring banyaknya makanan yang viral di media sosial.
Namun, tak sedikit nama yang masih sering disalahartikan.
Makanan yang terlihat mirip sering kali diaggap sama, padahal memiliki sejarah, arti, maupun asal-usul yang berbeda.
Misalnya mochi dan daifuku, bao dan bakpao, dimsum dan siomai, hingga matcha dan green tea.
Memahami perbedaan istilah tersebut dapat menambah wawasan sekaligus mengena budaya kuliner dari negara asalnya.
Belakangan ini, mochi kembali populer, terutama setelah banyak toko menjual kue kenyal berisi stroberi, krim, atau pasta kacang merah.
Padahal, makanan yang viral tersebut umumnya merupakan daifuku, atau lebih tepatnya ichigo daifuku jika menggunakan isian stroberi.
Mochi merupakan makanan tradisional Jepang yang dibuat dari beras ketan (glutinous rice) yang dikukus lalu ditumbuk hingga menjadi adonan yang lembut dan kenyal. Adonan ini kemudian diolah menjadi berbagai jenis kue.
Sementara itu, daifuku adalah salah satu jenis wagashi (kue tradisional Jepang) yang menggunakan mochi sebagai kulit luarnya.
Isian yang paling umum adalah anko atau pasta kacang merah manis, meski kini tersedia berbagai varian seperti stroberi, es krim, dan cokelat.
Dengan demikian, mochi merupakan kategori makanan, sedangkan daifuku adalah salah satu jenisnya.
Artinya, setiap daifuku menggunakan mochi sebagai bahan utama, tetapi tidak semua mochi adalah daifuku.
Nama daifuku sendiri berasal dari kata Jepang daifuku (大福) yang berarti “keberuntungan besar”.
Nama ini mulai digunakan pada zaman Edo sebagai pengganti sebutan sebelumnya yaitu harabuto mochi atau “mochi berperut besar”, yang merujuk pada isian kacang merah yang melimpah.
Salah satu variasi modern yang paling dikenal saat ini adalah ichigo daifuku, yang mulai popular di Jepang pada tahun 1980-an.
Jadi, meski tampilannya serupa, mochi merupakan adonan dasar, sedangkan daifuk adalah salah satu olahan yang dibuat dari adonan tersebut.
Istilah bao dan bakpao juga sering dianggap memiliki arti yang sama.
Padahal, perbedaannya terletak pada asal nama dan penggunaannya.
Baozi atau bao adalah roti kukus tradisional dari Tiongkok yang dibuat dari adonan tepung terigu beragi.
Isinya sangat beragam, mulai dari daging, sayuran hingga kacang merah.
Sementara itu, bakpao berasal dari dialek Hokkien.
Kata bak berarti daging, sedangkan pao berarti roti atau bungkusan. Sehingga, secara harfiah bakpao berarti “roti isi daging”.
Seiring berkembangnya kuliner di Indonesia, istilah bakpao digunakan untuk hampir semua roti kukus, meski isiannya tidak lagi terbatas pada daging.
Kini, bakpao juga hadir dengan isian ayam, kacang hijau, cokelat, keju, hingga selai.
Di negara asalnya, makanan tersebut lebih umum disebut bao atau baozi.
Sedangkan penyebutan bakpao merupakan hasil adaptasi bahasa yang telah lama dikenal di Indonesia.
Baca juga: Tak Disangka, Barang Murah di Indonesia Ini Dijual Mahal di Luar Negeri
Dimsum dan siomai juga sering dianggap sebagai dua nama untuk makanan yang sama.
Padahal, dimsum bukanlah satu jenis makanan, melainkan istilah untuk berbagai hidangan kecil yang secara tradisional disajikan bersama the dalam budaya yum cha di Guangdong, Tiongkok.
Tradisi ini telah menjadi bagian dari budaya kuliner masyarakat Kanton selama berabad-abad.
Dalam satu sajian dimsum terdapat beragam menu, seperti har gow (pangsit udang), char siu bao, cheung fun, xiao long bao, hingga siomai atau shumai.
Dengan demikian, siomay hanyalah salah satu jenis dimsum.
Siomay khas Tiongkok umumnya berupa kulit tipis yang membungkus isian daging cincang atau udang, lalu dikukus hingga matang.
Sementara di Indonesia, siomai berkembang menjadi makanan yang menggunakan ikan sebagai bahan utama dan disajikan bersama kentang, kol, tahu, serta saus kacang.
Karena itu, siomai dapat disebut sebagai salah satu jenis dimsum.
Namun, tidak semua dimsum adalah siomai karena dimsum merupakan kategori hidangan yang terdiri dari berbagai jenis makanan dengan bentuk dan isian yang berbeda.
Meski sering digunakan secara bergantian, matcha dan green tea sebenarnya bukan istilah yang sama.
Green tea atau teh hijau merupakan kategori teh yang berasal dari daun Camellia sinensis yang diproses tanpa melalui oksidasi sehingga warna dan kandungan alaminya tetap terjaga.
Sementara itu, matcha adalah salah satu jenis teh hijau yang dibuat melalui proses budidaya dan pengolahan khusus.
tanaman teh untuk matcha ditutup agar tidak terkena sinar matahari langsung selama beberapa minggu sebelum dipanen.
Setelah dipetik, daunnya dikukus, dikeringkan, lalu diolah menjadi tencha sebelum digiling menggunakan batu hingga menjadi bubuk halus.
Proses ini menghasilkan warna hijau yang lebih pekat serta cita rasa khas yang lebih gurih, atau dikenal sebagai umami.
Perbedaannya terletak pada cara penyajian.
Teh hijau umumnya diseduh lalu ampas daunnya dipisahkan.
Sedangkan matcha dikocok bersama air sehingga seluruh bubuk teh ikut dikonsumsi.
Inilah yang membuat rasa matcha cenderung lebih kuat dibandingkan teh hijau biasa.
Singkatnya, semua matcha adalah green tea, tetapi tidak semua green tea merupakan matcha.
Meski berasal dari tanaman yang sama, keduanya memiliki proses produksi, karakteristik, dan cara penyajian yang berbeda.
Bomboloni dan donat sama-sama merupakan roti yang dibuat dari adonan beragi lalu digoreng, sehingga sekilas tampak serupa.
Namun, keduanya memiliki asal-usul dan ciri khas yang berbeda.
Bomboloni merupakan roti manis khas Italia yang berbentuk bulat tanpa lubang di bagian tengah dan umumnya diisi dengan krim, cokelat, selai buah, atau custard.
Nama bombolone berasal dari kata Italia bomba yang berarti "bom", merujuk pada bentuknya yang bulat serta isiannya yang melimpah.
Sementara itu, donat berkembang dari kue goreng yang dibawa para imigran Belanda ke Amerika Utara pada abad ke-19.
Seiring waktu, donat mengalami berbagai inovasi hingga dikenal luas dalam bentuk cincin berlubang seperti yang populer saat ini.
Meski begitu, tidak semua donat memiliki lubang di bagian tengah.
Beberapa jenis donat juga dibuat bulat dan diberi isian, sehingga sering disamakan dengan bomboloni.
Perbedaannya, bomboloni merupakan roti goreng khas Italia yang hampir selalu disajikan dengan isian, sedangkan donat memiliki variasi bentuk dan topping yang lebih beragam.
Nama makanan kerap mengalami penyesuaian ketika dikenal di negara lain, baik karena perbedaan bahasa maupun budaya.
Akibatnya, beberapa istilah sering digunakan secara bergantian meski sebenarnya memiliki makna yang berbeda.
(MG- Mayumi Cinta Mahesi)