Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat menggelar evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 selama tiga hari, dari Kamis hingga Sabtu (9-11/7/2026) di Pangandaran.
Evaluasi ini menjadi forum mengukur capaian operasional haji tahun ini sekaligus merumuskan langkah perbaikan untuk penyelenggaraan tahun 2027.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat, Boy Hari Novian mengatakan evaluasi ini tidak hanya bersifat internal dan berharap apa yang telah dilakukan dalam penyelenggaraan operasional haji di 2026, bisa juga merumuskan apa yang harus ditingkatkan untuk pelaksanaan operasional haji di 2027.
"Kami mengundang seluruh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah se-Jawa Barat beserta Kasubag TU. Jadi, kami akan bersama-sama mengevaluasi dan juga memberikan masukan saran ide dari seluruh kabupaten/kota, sehingga kami bisa menyelenggarakan operasional haji di 2027 lebih baik lagi,” katanya, Jumat (10/7/2026).
Boy menyebut tantangan penyelenggaraan haji ke depan diperkirakan akan semakin kompleks di mana pasti akan ada banyak tantangan baru yang akan dihadapi.
"Ini juga suatu ajang untuk mempererat persaudaraan dan kekompakan dari teman-teman dari seluruh Kepala Kantor Haji dan Umroh se-Jawa Barat," ucapnya.
Kanwil juga menggandeng berbagai pemangku kepentingan terkait penyelenggaraan haji, seperti dari Kementerian Imigrasi, Bea Cukai, juga dari Dinas Kesehatan Provinsi, dan Balai Kekarantinaan Kesehatan, pihak maskapai, dan pihak Syarikah.
“Jadi, semua stakeholder yang memang berkepentingan dalam operasional haji 2026 ini, kami undang dan kami sama-sama juga ajak untuk ikut sertakan dalam melakukan evaluasi serta masukan-masukan untuk operasional haji di tahun mendatang,” katanya dengan harapan Jabar dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan haji, mulai embarkasi, kesehatan jamaah, hingga koordinasi lintas lembaga.