TRIBUNMANADO.CO.ID,MINSEL - Persiapan mulai dilakukan oleh warga di Kabupaten Minahasa Selatan jelang pengucapan syukur.
Perayaan Pengucapan Syukur Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) tahun 2026 jatuh pada hari Minggu, 12 Juli 2026.
Di Minahasa ada 17 Kecamatan dan 167 Desa, juga 10 kelurahan.
Baca juga: Minsel Gelar Pengucapan Syukur Minggu 12 Juli 2026, Warga Siapkan Makanan Ekstrem
Ribuan warga diperkirakan akan datang ke Kabupaten yang bersebelahan dengan Minahasa Tenggara tersebut.
Pengucapan syukur merupakan kebiasaan warga di Minahasa, termasuk Minsel bersyukur atas berkat Tuhan selama setahun.
Kini dilakukan setahun sekali.
Bagusnya harga cengkih membuat warga Minsel bergairah menyambut pengucapan kali ini.
"Harga cengkih membaik dan kopra stabil, ini membuat warga sangat mengucap syukur, suasananya akan tergambar di pengucapan," kata Deyfi seorang warga Minsel kepada Tribunmanado via WA Jumat (10/7/2026).
Deyfi membeber persiapan warga menghadapi pengucapan.
Dimulai hari Kamis dan Jumat dengan olah dodol.
"Biasanya dodol sudah dipukul sejak hari Kamis," katanya.
Dikatakannya, warga mulai ke pasar pada Jumat.
Sabtu adalah hari pengolahan makanan.
"Kita sedia menu ekstrem seperti tikus, paniki, ular patola, menu lainnya tentu Babi, RW
dan lainnya," kata dia.
Untuk nasi jaha, kata dia, mulai dibakar sejak Sabtu malam.
Ajang bakar itu biasanya memberikan keramaian tersendiri.
"Asap biasanya akan sangat banyak dan membumbung tinggi, baunya sangat enak," katanya.
Untuk minuman, kata dia, warga biasanya menyiapkan soda, bir, saguer dan Cap Tikus.
Cap tikus adalah minuman tradisional asal Minahasa yang banyak diproduksi di Minsel.
Tradisi tahunan suku Minahasa ini merupakan bentuk ekspresi iman dan rasa syukur masyarakat atas segala berkat, kesehatan, serta hasil bumi yang melimpah.
Perayaan di Minahasa Selatan dikenal sebagai salah satu yang terbesar di Sulawesi Utara dan selalu menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Pengucapan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) bakal digelar pada Minggu (12/7/2026).
Seperti yang sudah sudah, pengucapan kali ini dipastikan bakal menyedot ribuan warga Sulut.
Mereka akan merasakan keramahan ala warga Minsel, plus kuliner khas.
Apalagi kalau bukan makanan ekstrem.
"Tentu kita akan sajikan makanan ekstrem seperti tikus, ular dan lainnya," kata anggota
DPRD Minsel Alex Kumaat kepada Tribunmanado.com Kamis (9/7/2026).
Selain menu ekstrem, ada pula menu khas lainnya seperti dodol dan nasi jaha.
Dirinya menuturkan, Desa Rumoong Atas, Kecamatan Tareran adalah salah satu daerah paling ramai saat pengucapan di Minsel.
Baginya pengucapan adalah momen bersyukur pada Tuhan dan menjaga tali silaturahmi.
"Banyak saudara yang datang dari daerah lain kemari untuk ikut pengucapan, ini adalah ajang menjaga tali keakraban satu dengan yang lain," katanya.
Sebut dia, pengucapan kali ini dipastikan banyak berkat karena ada panen raya cengkih.
Ia mengimbau agar semua pihak menjaga keamanan agar pengucapan berlangsung sebagaimana
tujuannya yakni sebagai ajang mengucap syukur pada Tuhan dan berbagi dengan sesama.
Audi warga Manado mengaku berencana ke Minsel untuk merayakan pengucapan syukur.
"Saya berencana akan ke Minsel bersama keluarga," kata dia.
Di Minsel dirinya akan pesiar ke keluarga besarnya serta sejumlah teman masa kecilnya.
Bagi dia, pengucapan syukur adalah momen paling dinanti setelah Natal.
"Ada kemeriahan, sukacita, ucapan syukur serta berbagi," katanya. (ART)