Proses Optimalisasi TPST Modalan Bantul Masuk Tahap PBJ
Muhammad Fatoni July 10, 2026 05:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Proses optimalisasi dan peningkatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Modalan, Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul memasuki tahap Pengadaan Barang/Jasa (PBJ).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, berujar tahap PBJ berlangsung di Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) DI Yogyakarta dari Kementerian Pekerjaan Umum. 

"Tapi, PBJ masih menunggu finalisasi. Sambil menunggu itu, kami masih menyiapkan pembersihan lokasi agar akses masuk untuk pekerjaan modifikasi dan penambahan alat dapat berjalan lancar," katanya kepada awak media,  Jumat (10/7/2026).

Di samping itu, proses lelang sudah berlangsung.

Namun, pihaknya tidak bisa menyampaikan detail proses lelang tersebut.

Meski demikian, ia memastikan bahwa proses lelang sudah mendekati bagian akhir.

"Untuk pemenang lelang juga kami belum dapat informasi itu, karena yang menangani Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPBPK DIY," ujar Bambang. 

Baca juga: Pemkab Bantul Tetapkan Empat Pantai Sebagai Kawasan Konservasi Penyu

Modifikasi Alat dan Kapasitas Sampah

Rencananya, terdapat 14 alat di TPST Modalan yang dimodifikasi serta penambahan tujuh unit alat pengolahan sampah.

Penambahan dan modifikasi alat tersebut diharapkan mampu menangani penumpukan sampah. 

Terkait kapasitas pengolahan di TPS Modalan saat ini, kata Bambang mencapai 49 ton per hari.

Namun, dengan optimalisasi melalui modifikasi alat ini diharapkan pengolahan sampah meningkat menjadi 60 ton per hari.

Selama ini TPST Modalan dipergunakan untuk mengolah sampah dari Bumi Projotamansari.

Rata-rata, sampah yang masuk kebanyakan sampah anorganik atau sampah kering berupa plastik dan sebagainya.

"Anggaran penambahan alat dan modifikasi hampir Rp20 miliar," jelas Bambang.

Lebih lanjut, Bambang berharap dengan dilakukan pengelolaan di TPST Modalan ini dapat meningkatkan daya dukung TPST Modalan dalam membantu menyelesaikan persoalan sampah di Bantul.

Sementara itu, berdasarkan rilis Pemerintah Kabupaten Bantul, Kepala UPTD Kebersihan, Persampahan dan Pertamanan, Arief Nurul Umam, menyebut pengolahan sampah TPST Modalan belum berjalan secara optimal, sehingga memerlukan modifikasi alat.

"Mesin pretreatment yang belum optimal dan mesin insinerator yang bermasalah pada bagian pembuangan abu sehingga tidak bisa mencapai kapasitas optimal. Selain itu, sampah organik yang terlalu basah juga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk pembakarannya," terangnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.