TRIBUNJAKARTA.COM - Rumor kepindahan Marselino Ferdinan ke Persija Jakarta menarik dinantikan, kini ada sesuatu hal mengganjal dalam proses transfer yang terjadi.
Dalam beberapa hari terakhir, rumor kepindahan pemain Oxford United ke Persija Jakarta sangat gencar.
Peluang transfer Marselino Ferdinan diprediksi tidak mudah.
Sebab, gelandang Timnas Indonesia itu masih dibayangi sejumlah ganjalan yang disebut mirip dengan kasus Pratama Arhan.
Nama Marselino mencuat setelah akun Instagram yang kerap membahas perkembangan bursa transfer sepak bola Indonesia, @fabrizioasia_, mengunggah rumor tersebut pada Kamis (9/7/2026).
Dalam unggahannya disebutkan bahwa kehadiran Shin Tae-yong di Persija menjadi magnet bagi sejumlah pemain Timnas Indonesia, termasuk Marselino Ferdinan.
"Kedatangan Shin tae-yong Ke Persija turut mendapatkan Perhatian Yang serius dari Para Pemain Timnas Indonesia Termasuk Marselino Ferdinan," tulis akun tersebut.
Unggahan itu langsung memancing berbagai spekulasi.
Marselino dikenal sebagai salah satu pemain yang berkembang pesat selama bekerja sama dengan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.
Sebelumnya, Persija juga telah mengamankan tanda tangan Pratama Arhan.
Tak hanya Marselino, nama Asnawi Mangkualam pun ikut dikaitkan sebagai pemain yang berpotensi menyusul bergabung dengan Macan Kemayoran.
Meski rumor terus berkembang, peluang Persija mendapatkan Marselino dipastikan tidak mudah.
Pemain berusia muda tersebut masih berstatus sebagai bagian dari Oxford United.
Situasi itu membuat Persija tidak bisa begitu saja memboyong sang gelandang apabila menginginkan transfer permanen.
Salah satu opsi yang dinilai memungkinkan adalah menunggu keputusan Oxford United apabila nantinya membuka peluang peminjaman.
Jika skenario tersebut terjadi, Persija bisa menjadi salah satu klub yang masuk dalam persaingan mendapatkan tanda tangan Marselino.
Selain persoalan kontrak di Inggris, muncul kesepakatan lama Marselino Ferdinan yang kembali menjadi perhatian.
Saat memutuskan berkarier di Eropa bersama KMSK Deinze, Marselino sempat disebut memiliki kesepakatan dengan Persebaya Surabaya mengenai masa depannya apabila kembali bermain di Liga Indonesia.
Pernyataan tersebut pernah disampaikan Yahya Alkatiri ketika masih menjabat sebagai manajer Persebaya Surabaya.
''Setelah Marselino menuntaskan kariernya di Eropa, jika kembali ke Indonesia, dia harus bergabung lagi dengan Persebaya,'' ungkap Yahya, dikutip dari Surya.co.id.
''Pokoknya Persebaya adalah opsi pertama,'' tegas Yahya.
''Kalau misal setelah itu ada klub Eropa lain yang tertarik memboyongnya, kami malah senang. Intinya, kami akan biarkan dia menuntaskan kariernya di Eropa dulu. Baru kalau pulang ke Liga 1, opsi utamanya ke Persebaya."
Hingga kini belum ada kejelasan apakah kesepakatan tersebut dituangkan dalam kontrak tertulis atau hanya sebatas komitmen antarpihak.
Kasus Marselino pun dinilai memiliki kemiripan dengan cerita kepulangan Pratama Arhan.
Sebelum resmi bergabung dengan Persija, Arhan juga sempat menjadi sorotan karena adanya perjanjian dengan PSIS Semarang saat memulai karier di luar negeri.
Mantan CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, mengungkapkan bahwa kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis sebelum Arhan berangkat ke Jepang.
"Sejatinya, antara saya dan Arhan memang ada perjanjian tertulis yang isinya menyebutkan bahwa Arhan boleh bebas berkarier ke luar negeri."
"Saya akan melepas dengan ikhlas tanpa kompensasi transfer 1 rupiah pun. Nanti apabila kontrak di luar negeri telah selesai dan bermaksud kembali berkarier ke Indonesia, Arhan wajib kembali ke PSIS Semarang."
Menurut Yoyok, kesepakatan itu juga melibatkan pihak agen pemain.
"Tak hanya itu, antara kami, PSIS, Arhan, dan agen Arhan telah sepakat bahwa sejauh apa pun Arhan bermain di luar negeri, saat kembali ke Indonesia, Arhan akan kembali ke PSIS sebagai rumah yang telah membesarkan Arhan selama ini."
Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari Persija Jakarta, Oxford United maupun pihak Marselino Ferdinan mengenai isu kepindahan tersebut.
Kabar reuni Marselino dengan Shin Tae-yong di Persija masih sebatas rumor bursa transfer.
Baca juga: Cara Baru Pramono Cegah Tawuran di Jakarta: Siapkan Ring Tinju hingga Lapangan Sepak Bola
Baca juga: Jampidsus Febrie Adriansyah Akui Rumah Mewah di Sentul Miliknya, Ada di Catatan LHKPN?
Baca juga: Peradi Profesional Ungkap Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Jadi Modal Penguatan Kualitas Advokat