BANGKAPOS.COM--Nama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kembali menjadi sorotan publik setelah memutuskan membatalkan kunjungan kerja ke New York, Amerika Serikat.
Keputusan itu diambil setelah dokumen administrasi perjalanan dinas yang memuat daftar delegasi, termasuk nama anggota keluarganya, ramai diperbincangkan di media sosial.
Meski belakangan menjadi perhatian karena polemik tersebut, Dody Hanggodo sebenarnya dikenal sebagai sosok yang berasal dari kalangan profesional dan dunia usaha sebelum dipercaya Presiden Prabowo Subianto memimpin Kementerian Pekerjaan Umum dalam Kabinet Merah Putih.
Dody memastikan agenda keberangkatannya ke Amerika Serikat dibatalkan.
Pernyataan itu disampaikan saat meninjau Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang sebelumnya sempat viral karena diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat.
Ia menegaskan memilih fokus menyelesaikan berbagai pekerjaan pembangunan infrastruktur di Indonesia dibanding menghadiri agenda di luar negeri.
"Batal-batal. Kalau ke Amerika batal," kata Dody kepada wartawan usai meninjau Jembatan Enang-Enang.
Ia menambahkan bahwa dirinya telah beberapa kali mengunjungi Amerika Serikat sehingga pembatalan tersebut bukan menjadi persoalan.
"Saya lebih memilih ke Enang-Enang."
Baca juga: Hakim: Air Mata Terdakwa Tak Bisa Menghapus Nyawa Korban, Ririn Pembunuh satu Keluarga Divonis Mati
Berbeda dengan sejumlah menteri yang meniti karier dari birokrasi atau politik, Dody Hanggodo memiliki rekam jejak panjang sebagai pengusaha.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Dody pernah menjabat sebagai Komisaris PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) pada periode 2017–2018.
Selanjutnya, pada 2019 hingga 2020, ia dipercaya menjadi Komisaris PT Senabangun Anekapertiwi, perusahaan yang memiliki hubungan bisnis dengan PGUN.
Pengalaman di sektor swasta tersebut menjadi salah satu modal yang membawanya dipercaya mengelola kementerian yang menangani pembangunan infrastruktur nasional.
Setelah memenangkan Pemilu Presiden 2024, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Dody Hanggodo sebagai Menteri Pekerjaan Umum.
Ia menggantikan Basuki Hadimuljono, yang sebelumnya memimpin Kementerian PUPR selama dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Sebagai Menteri PU, Dody bertanggung jawab terhadap berbagai program strategis nasional, mulai dari pembangunan jalan, jembatan, bendungan, irigasi, pengendalian banjir, hingga pembangunan sekolah dan infrastruktur dasar di berbagai daerah.
Dalam sejumlah kesempatan, Dody menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses.
Meski berasal dari kalangan profesional, Dody juga memiliki hubungan keluarga dengan Partai Gerindra.
Putranya, Aushaf Fajr Herdiansyah, merupakan politikus muda Partai Gerindra yang terpilih sebagai Wakil Bupati Nganjuk pada Pilkada 2024.
Namun demikian, sebelum bergabung dalam pemerintahan, Dody lebih banyak dikenal sebagai pelaku usaha dibanding figur politik.
Baca juga: Momen Bunda Corla Menangis Saat Nobatkan Bhita Juara 1 Corla Idol, Doakan Lolos Dangdut Academy 8
Nama Dody kembali ramai diperbincangkan setelah beredar Surat Sekretaris Jenderal Kementerian PU Nomor HL04/T/Sj/2026/81 tertanggal 29 Juni 2026.
Surat tersebut berisi daftar delegasi yang direncanakan mengikuti agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada 13–19 Juli 2026.
Dalam dokumen itu tercantum nama istri Dody, Irma Hermawati, serta putrinya, Aurellia Tsabitha Meidirama.
Beredarnya dokumen tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai alasan anggota keluarga masuk dalam daftar delegasi pemerintah.
Sorotan semakin menguat karena jadwal kunjungan berdekatan dengan pelaksanaan Final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, yang lokasinya tidak jauh dari New York.
Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian PU Apri Artoto menegaskan bahwa dokumen yang beredar hanyalah administrasi awal untuk proses pengurusan visa melalui Kementerian Luar Negeri.
Ia memastikan tidak ada penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membiayai perjalanan anggota keluarga Menteri.
"Yang perlu kami tegaskan adalah tidak ada penggunaan APBN untuk pembiayaan anggota keluarga ataupun kepentingan pribadi. Apabila nantinya terdapat anggota keluarga yang mendampingi, seluruh pembiayaannya menggunakan dana pribadi," tegas Apri.
Menurutnya, agenda keberangkatan ke Amerika Serikat sejak awal memang masih bersifat tentatif dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan pemerintah.
Setelah memutuskan membatalkan kunjungan ke luar negeri, Dody menegaskan dirinya akan memusatkan perhatian pada berbagai program prioritas pemerintah.
Beberapa agenda yang menjadi fokus Kementerian PU saat ini antara lain percepatan pembangunan Sekolah Rakyat, penanganan dampak bencana, pembangunan infrastruktur dasar, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi El Nino.
Keputusan membatalkan kunjungan ke Amerika Serikat sekaligus menjadi penegasan bahwa Kementerian PU memprioritaskan penyelesaian pekerjaan strategis di dalam negeri di tengah berbagai tantangan pembangunan nasional.(*)
(Tribunnews/Surya.co.id/Bangkapos.com)